Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Terserempet


__ADS_3

"La.. bisa enggak jangan se anti itu sama aku! Aku enggak bakal gigit kamu juga. Kamu aja bisa ramah sama Seno, masa sama aku kamu jutek banget.." Parto berkata sambil menghadang motor Shela yang akan melaju.


"Aku enggak suka kamu!" Jawaban singkat Shela membuat Parto tertegun. Shela yang akan pergi, dikejutkan dengan ulah Parto yang mengambil kontak motor langsung dari motor Shela. Alhasil sepeda motor Shela langsung mati, berhenti di tempat.


"Kamu apa-apaan hah? Ini yang aku enggak suka dari kamu! Kamu selalu saja ganggu aku!" Shela akhirnya turun dari motor. Berusaha mengambil kontak motor yang sekarang ada di tangan Parto. Tapi dia tidak turun atau bergerak dari atas motornya. Dia masih duduk santuy di jok motornya.


"Bisa-bisanya manggil orang lain Mas tapi sama aku manggilnya 'heh heh kamu kamu' terus! Kamu tahu yang ibu kamu ketahui kita adalah pasangan, kita pacaran, Dek Lala."


Shela memicingkan mata.


"Mimpi saja sana!" Parto malah tertawa mendengar tiga kata yang keluar dari mulut Shela.


"Buruan balikin kontak motorku! aku masih harus nganterin pesanan kue!"


"Mau aku anterin?" Parto ini meski udah dijutekin kayak mana juga kok masih peduli sama Shela. Shela ada apanya emang? Parto suka sama Shela? Ya, enggak tahu..


"Jangan aneh-aneh.. Aku lagi males debat sama kamu.. aach.. sama Mas Parto! aku harus nganterin kue itu sebelum pelanggan ibu ngamuk. Nanti mereka enggak mau pesen lagi kalau aku lama nganter pesanan mereka."


Seakan mendengar sesuatu yang menyejukkan kalbu.. Parto langsung tersenyum sumringah saat Shela menyebutkan namanya dengan panggilan Mas.


"Masih banyak yang mesti di antar? aku bantu.. mau?"

__ADS_1


"Enggak usah.. aku terbiasa apa-apa sendiri,” Shela melirik ke tangan kanan Parto, sambil menaikkan alisnya dia melihat ke arah Parto seperti bertanya 'tanganmu udah sembuh?'


"Apa?" Tanya Parto yang pura-pura tidak mengerti maksud Shela.


"Tanganmu.. udah sembuh?"


"Udah, cuma luka kecil gini.. enggak apa-apa," Parto melihat ke telapak tangan kanannya, masih terbungkus kain kasa tapi sudah lebih baik daripada kemarin saat baru terkena sayatan beling.


Shela juga bukan orang yang enggak punya hati sampai level nol wankawan, dia jutek, judes, nyebelin, emang sifat alamiahnya. Ada kalanya dia bisa baik dan perhatian. Ya seperti sekarang ini. Shela bukan antagonis di sini. Jadi, enggak melulu dia membawa aura negatif saat kemunculannya.


"Balikin kunci motorku.. aku buru-buru..!"


Parto menatap Shela. Sepertinya dia serius, kalau Parto terus menahannya di sini bisa-bisa pelanggan akan kecewa karena keterlambatan pengiriman pesanan mereka. Shela yang merasa diperhatikan, jadi membuang muka. Dia enggak mau berlama-lama beradu pandang dengan Parto.


Shela yang tadi menoleh ke arah lain, sekarang melihat Parto yang kesulitan memasukan kunci motor ke lubangnya. Bayangin aja sendiri posisinya kek gimana.


"Udah sini.." Perkataan Shela itu membuat Parto menoleh ke arah Shela, tanpa sengaja terjadi hal yang harusnya enggak terjadi. Bibir Parto nyerempet ke bibir Shela. Shela kaget, dia langsung melotot dan mendorong Parto sampai jatuh tersungkur. Parto lebih kaget lagi, belum juga sadar dengan apa yang terjadi barusan.. dia sudah didorong dan jatuh nyungsep.


"Kamu gila ya! Dasar mesum!" Shela kembali mencak-mencak.


Parto berdiri, dia aja enggak sadar kalau tadi bibirnya nyerempet bibir Shela.. tapi, reaksi Shela benar-benar membuat dia tersadar dari kesalahannya. Dia enggak bermaksud berbuat seperti tadi. Dia bahkan enggak berpikir ke arah sana. Dia hanya ingin mengembalikan kunci motor pada tempatnya, itu saja.

__ADS_1


"Maaf.. aku juga enggak bermaksud kayak gitu tadi, aku..." Parto gelagapan. Dia enggak tahu musti bilang apa.


"Udah diem! Aku mau pergi! Demi apapun aku benci kamu! Aku bakal inget dosamu ini, aku benci kamu. Camkan!!" Dua kali kata 'benci' terlontar dari bibir manis Shela. Mungkin dia berpikir Parto sengaja melakukannya tadi.


Shela langsung tancap gas. Dia berlalu pergi meninggalkan Parto yang masih syok dengan kejadian barusan. Gilee, setelah dua puluh lima tahun idup di galaksi bima sakti, baru sekali itu dia merasa bibirnya berguna. Parto memegang bibirnya, emang terasa To? Enggak.. hahaha tapi, tetap saja dia merasa senang. Sangat senang lebih tepatnya.


Parto saja sampai tidak menyadari tingkah polahnya itu terekam oleh seseorang yang duduk di teras rumahnya. Seno, melihat semua kejadian tadi. Dari kejauhan dia ikut mesam-mesem. Seno enggak menyangka ternyata nini kunti yang dulu bertemu dengannya di pesta pernikahan Mela adalah incaran Parto. Bahkan Parto terang-terangan mepet gadis itu di depan rumah. Melakukan kissing tanpa sengaja. Tapi, Seno berpikir seperti yang Shela pikirkan, itu adalah trik Parto buat mepetin targetnya.


"To.. reneo (sini dunk!)" Seno memberi instruksi agar Parto bergabung dengan dirinya. Duduk di beranda rumah.


"Ediyaaaan kowe To, mantef lah.. sore-sore gini dapet nutrisi buat bibir." Seno tersenyum saat Parto sudah duduk di kursi sebelahnya.


"Apa? aku aja enggak nyangka tadi bisa kayak gitu, astaghfirullah.. aku bikin anak orang ngamuk itu Sen.. Aku beneran enggak tahu kalau bakal kayak gitu Sen.." Parto mengusap mukanya kasar. Melihat reaksi Parto, Seno jadi mengubah pemikirannya.. dia jadi berpikir kalau yang terjadi tadi murni ketidaksengajaan keduanya.


"Apa itu kayak gitu kayak gitu? Hei anak Adam,, itu tadi yang namanya tabrakan lambe (bibir). Aachh To, aku kok gemes sama kamu.. edian kamu dapet ide darimana bisa nemu adegan kayak tadi hahaha" Seno ikut senang karena ternyata diam-diam Parto telah menemukan tambatan hati.


"To.. kira-kira kalau tadi kamu enggak didorong bakal terjadi hal yang di inginkan enggak ya hahaha" Parto yang syok malah Seno yang jadi gila karena kejadian tadi.


"Mbuh Sen mbuh.. aku mau ora njarak, aku wae kaget.. (enggak tahu Sen enggak tahu.. aku tadi enggak sengaja, aku aja kaget..) Aku takut dia makin benci sama aku."


"Tapi hebat lho kamu, aku aja belum pernah sekalipun serempetan bibir kayak kamu tadi.. aach jadi pengen, piye To ada sensasi trecep-trecepnya enggak?"

__ADS_1


Apa itu trecep-trecep? kek mana jelasinnya ya, gini-gini.. jadi kalau kelian minum minuman berkarbonasi itu kan ada sensasi aach di mulut ye kan? Nah itu yang tak maksud trecep-trecep. Apasih Thor,, gaje amat jadi othor. Hahaha.. ya mben!


__ADS_2