Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Kenangan Di rumah Embah


__ADS_3

Berjalan mengelilingi rumah peninggalan embahnya, Parto seperti dihadapkan dengan kenangan masa lalu. Dulu, sewaktu bapaknya belum memiliki rumah sendiri yang sekarang mereka tempati, satu keluarga itu tinggal bersama embah di sini.


Semua masih sama, hanya karena sudah lama enggak ada yang nempatin dan merawatnya rumah itu jadi singup (apa ya.. kek horor ngono lho gaess). Banyak debu dan sarang laba-laba di sana-sini.


Parto berniat akan memulai merenovasi rumah ini secepatnya, dia sadar dia bukan CEO di nopel-nopel yang bergelimang harta. Tinggal tunjuk ini itu bisa dapat apa yang mereka mau. Dia hanya pemuda desa, dengan ijasah terakhir SMA. Bekerja sebagai supir dan kadang ngebengkel, enggak pernah sekalipun merantau. Pernah dia mengutarakan niatnya untuk merantau tapi, bapaknya tidak mengijinkan keinginannya tersebut.


Memulai karir di usia sepuluh tahun sebagai tukang ngarit (cari rumput), setelah pulang sekolah Parto kecil ikut Mbah ke kebun, mencari kayu bakar atau membantu mencari pakan kambing. Saat mau pulang dari kebun, Parto kecil sangat suka memanjat pohon jambu engkes. Tahu kan? itu lho jambu yang bijinya kebalik ada di bawah.. kelian lebih familiar kalau othor nyebutnya jambu mete mungkin. Masih enggak paham? Cuba cek gugel pemirsah!


Dulu emaknya sering membuatkan dia oseng-oseng dari buah jambu mete itu, enak? Bagi Parto apapun yang dimasak emaknya pastilah enak. Sedari kecil dia tidak pernah rewel soal makanan, apapun bakal dia makan. Parto termasuk jenis omnivora. Berbeda dengan Indah, dia paling anti sama buah durian. Buah yang disukai sejuta umat itu akan membuat Indah memuntahkan semua isi perutnya bila dia mencium aroma tajam buah tersebut.


Menyudahi nostalgia tentang rumah masa kecilnya, Parto berjalan keluar rumah. Mengambil sapu, dia hendak membersihkan rumah Embahnya. Kadang emak atau bapaknya yang mampir ke sana sekedar membersihkan rumah dan menyapu halaman biar terlihat bersih. Dua pohon mangga dan satu pohon rambutan yang kokoh berdiri di samping rumah embah, selalu bisa membuat halaman rumah menjadi cepat kotor akibat daun kering yang berguguran.


Di bawah pohon mangga itu terdapat ayunan dari karet ban bekas yang salah satu talinya sudah putus. Benar-benar terlihat macam rumah hantu ya?


Selesai membersihkan isi rumah, menyapu dan membuang sarang laba-laba yang ada di sana-sini, Parto berniat memperbaiki ayunan yang rusak. Tapi, langkahnya terhenti karena bunyi telepon miliknya. Indah memanggil, hmm ada apa ini bocah menelepon.


Parto: Hmm piye Ndah?


Indah: Assalamualaikum, Mas To.. Kamu dimana?


Parto: Waalaikumsalam, di rumah embah. Kenapa?

__ADS_1


Indah: Buruan pulang, ini ada mbak-mbak nyariin kamu!


Parto: Hah? sopo?


Telepon dimatikan sepihak, Parto melongo. Emang adik kurang sajen. Seenaknya sendiri dia matiin teleponnya.


Mencoba menghubungi Indah lagi tapi, nomer Indah tidak aktif. Rasa penasaran menyelimuti hatinya. Siapa mbak-mbak yang nyari dia?


Apa mungkin Shela? atau Mbak Sri, lho kok Mbak Sri? iya kan clue nya cuma mbak-mbak. Mbak-mbak itu bisa siapa aja kan?


Segera mengunci kembali pintu rumah Embahnya, Parto bergegas pulang ke rumah.


Di perjalanan pulang, otaknya menebak dan berpikir siapa kira-kira orang yang mencarinya. Selama ini dia enggak pernah merasa sepenting itu sampai dicari orang selain Beni atau Seno yang ngajak nongkrong.


Di teras sudah ada Indah yang duduk santai, Indah mengisyaratkan dengan mulutnya seperti berkata 'tu di dalem'.


"Heh tadi kenapa nomermu enggak aktif?" tanya Parto yang baru datang langsung ngomeli Indah.


"Hpku mati lah batrenya lowbatt, tu temuin pacarmu!"


"Ojo ngawur, sopo emange?" Parto mulai kepo.

__ADS_1


"Mbuh.." (tak tahu..)


Parto males debat sama Indah. Dia segera masuk ke dalam rumah untuk mengetahui siapa yang datang mencarinya.


"Assalamualaikum.." Parto mengucap salam. Melihat ke ruang tamu, seorang perempuan sedang mengobrol dengan emaknya. Terlihat akrab. Parto memicingkan matanya, perempuan itu tersenyum ke arah Parto.


"Waalaikumsalam, To.. Mbak iki koncomu? ayu tenan.. sopo mau jenengmu nduk?"


Sambil tersenyum perempuan itu menjawab..


"Ralina Bu,"



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nah nah nah.. kok Ralina bisa main ke rumah Parto, Mau ngapain gaess?


Yok tebak-tebakan, yang jawabannya benar bakal di arak keliling desa Wekaweka hahaha, guyon gaess!


Maaf up dikit othor lagi agak muntel di rl kalo hari Minggu 😅.

__ADS_1


Mangatss puasa ya gaess, sehat selalu buat kelian. Love you all❤️


__ADS_2