Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Pergulatan Jaka dan Awan


__ADS_3

Shela membisikan kalimat yang membuat Parto mengangguk mengiyakan.


"Assalamualaikum, ada apa Ben?" Parto berusaha menetralkan kembali suaranya yang masih saja terdengar parau. Sebisa mungkin dia mengatur nafas setelah pergulatan bibir yang membuatnya cukup kewalahan karena ternyata Shela bukan tipe wanita yang malu-malu. Istrinya itu sangat totalitas dalam hal apapun, termasuk dalam hal penyerahan diri.


"Eeeuuuh La.. se-bentar sa.. yaang..." Bukan tanpa alasan Parto meloloskan kalimat itu, karena sebenarnya Shela sedang menguji kemampuannya sendiri membuat tanda kepemilikan di dada bidang suaminya.


Katanya mau ngerjain Beni, ini sih bukan Beni yang dikerjain tapi aku.. Ya Allah bojoku kok gini amat.


Dalam hati bilang 'gini amat' tapi, aslinya dia amat sangat menikmati apapun yang Shela lakukan atas dirinya.


"Eh.. waalaikumsalam To, maaf ganggu kamu.." Yang di ujung sana udah ikut kepanasan karena mendengar suara-suara setan yang membuat dia mupeng.


"Ad-aaa... apaa?" Sekali lagi, Parto mencoba sebisa mungkin tidak memperdengarkan suara lenguhannya karena ulah Shela yang makin bikin ubun-ubunnya panas.


Dengan menarik wajah Shela dan membalas ciuman istrinya tadi, Parto sudah masa bodoh dengan si penelepon yang entah bicara apa di seberang sana. Yang dia inginkan saat ini adalah menuntaskan keinginannya, membuat istrinya itu mendapat balasan yang setimpal atas apa yang dia perbuat dengan tubuhnya.


"Maaasss..." Suara Shela membuat siapa aja yang mendengarnya ngap.

__ADS_1


Beni yang tahu jika omongannya enggak digagas hanya bisa pasrah dan mematikan sambungan teleponnya. Beni yang berstatus jomblo makin merana mendengar secara live acara uji kekuatan dongkrak ala Parto. Dia pikir Parto tadi enggak bakal mau mengangkat teleponnya. Karena dia kalah main ToD dengan Seno. Yang kalah harus menelepon pasangan pengantin baru itu sampai sambungan teleponnya diterima. Sekarang akibat dari kebe_jatan Seno, Beni harus menanggung derita yang tak kalah menyesakan isi celana!


"La...." Parto enggak mampu lagi bersuara. Nafsu benar-benar udah menguasai aliran darah ke otaknya. Pemandangan emejing yang Shela perlihatkan untuk Parto membuat dia makin tak karuan, tak ada lagi acara menahan diri. Tak ada kesempatan untuk malu-malu. Meski belum pro di bidang ini, tapi seenggaknya Parto enggak mau mengecewakan istrinya.


"Daa.. leem.. maaas.." Shela, malam ini dia menunjukan sisi terli_arnya. Membuat Parto kewalahan di stage pertama. Shela sengaja menyerahkan ponsel kepada Parto dan menyerangnya di awal permainan. Seakan ingin mengatakan dengan bangga 'Aku bisa bikin kamu keliyengan mas, kamu bisa apa?'


Bagi Parto, suara yang keluar dari bibir mungil istrinya itu adalah kata-kata pujian dan permintaan untuk melakukan lebih. Lebih dari sekedar meraba, mencium, menghisap, meremas opo neh yo (apa lagi ya) hmmm semua awalan dari 'me' akan Parto lakukan pada Shela malam ini tanpa perduli jika ada yang mendengar, membaca, ikut merasakan sensasi panas malam pertama mereka.


Berhasil membuat balasan dengan membuat banyak tanda kepemilikan di sana-sini yang indah sekali, Parto merasa belum puas. Masih ada daerah lain dari mereka berdua yang belum dieksplor.


"Maaasss-" Belum sempat Shela menyelesaikan kalimatnya, Parto lebih dulu mengunci bibir istrinya dengan bibirnya sendiri. Membuat Shela hanya bisa memejamkan mata dan mende_sah tanpa suara yang keluar.


...----------------...


...----------------...


Di dalam kamar bercat biru itu menjadi saksi bisu akan perjuangan terakhir mereka dalam melepas si Jaka dan si Awan. Sengaja melepaskan tanpa mau mempertahankan lebih lama gelar yang sama-sama mereka banggakan seumur hidup mereka saat masih berstatus single.

__ADS_1


Kini saat keduanya melebur menjadi satu, hanya keringat deras yang membasahi setiap inci tubuh mereka.


Bahkan mereka melakukan semua itu tanpa henti, meski Shela udah bilang besok lagi, menyerah dalam proses penyerahan diri yang membuat semua otot syarafnya lemas bagai tak bertulang, Parto tak mengijinkan itu. Alhasil, Shela mau tak mau harus mau, dan menuntaskan peperangan ini sampai titik akhir.


"Aku nyerah mas... udaaaah" Shela meracau tak karuan saat dirinya masih mendapat gempuran dari suaminya.


Parto setengah tak tega dengan kondisi istrinya yang sudah bermandi peluh bersamanya, dengan pelan dia bisikan ke telinga istrinya...


"Abis ini kamu tidur aja..."


Memaksa membuka mata, meski dia enggan karena kenikmatan apapun itu yang Parto lakukan di atasnya.. Shela melihat ke arah jam dinding di kamarnya. Terang aja nyuruh Shela tidur ini udah jam 03.15, kembali Shela menutup mata. Menerima apapun yang Parto berikan untuknya.


"Makasih dek... Aku bener-bener sayang kamu.." Inilah akhir dari pertarungan antar keduanya setelah beberapa ronde mereka lewati bersama. Setiap ronde yang menuntut keduanya untuk lebih bisa memuaskan satu sama lain.


Shela hanya membalas dengan senyuman saat suaminya ambruk di sebelahnya, entah apa yang suaminya rasakan... tapi, saat ini Shela benar-benar merasakan badannya remuk redam. Setiap bagian dari tubuhnya terasa nyeri. Meski tadi, dia sangat menikmati.. tapi nyatanya sekarang diapun terkapar tak berdaya oleh semua serangan suaminya.


Berkali-kali Parto mengecup kening dan bibir Shela, menidurkan bidadari surganya itu di dalam dekapannya. Membuat Shela bisa merasakan debaran jantungnya yang masih tak beraturan. Tanpa pembatas apapun yang melekat pada keduanya, mereka akhirnya terlelap setelah menyelesaikan misi penting dalam mengawali perjalanan berumah tangga.

__ADS_1


...----------------...


Udah? Yes! Udah... Gimana? Udah hot kan? Saran dan komen bisa kelian ketik manja di kolom komen ya. Karena komenmu adalah penyemangat untukku! ❤️


__ADS_2