
"Lihat aku... jelasin kamu kenapa dek?" Seno mengangkat dagu Indah. Membuat Indah langsung menatap kearah mata elang milik Seno. Indah malah tersenyum karena ekspresi Seno sangat tegang. Entah apa yang membuat lelaki dua puluh enam tahun itu menjadi gundah gulana seperti itu.
"Kenapa malah mesam-mesem gitu sih dek?! Kamu bikin aku gemes tahu enggak...?" Menarik Indah di kursi yang ada di taman, mengajak Indah untuk duduk. Tangannya tak ia lepaskan dari jemari Indah. Seakan enggan dan enggak rela jika tautan jemarinya terlepas.
"Mas Seno kenapa?" Tanya Indah membuka suara.
"Lha kok malah aku, dari tadi kamu yang aneh lho dek. Kok malah nanya aku kenapa,"
"Aku sayang kamu Mas." Ucap Indah tertunduk malu. Makin melongo lah Seno karena ungkapan perasaan Indah.
"Iya dek, aku juga sayang kamu... tanpa aku bilang pun kamu pasti juga udah tahu kalau aku enggak bisa tanpa kamu sekarang ini. Kamu jangan mikir buat ninggalin aku ya,?!" Permintaan memohon seorang bucin. Hmmm.
"Mas Seno tahu kenapa aku minta mas buat ke sini?"
Seno menggeleng pelan. Dia ingin mendengar penjelasan dari Indah. Tanpa menyela ucapan gadisnya terlebih dahulu.
"Aku tadi denger apa yang mas Seno dan cewek yang sering kita bahas itu bicarakan sewaktu jam makan siang... dia nelepon aku tadi. Pakai private number. Enggak tahu dia dapat nomerku dari mana, tapi nyatanya tadi dia bisa telepon aku."
Seno menautkan kedua alisnya. Masih memberi kebebasan waktu untuk Indah bicara, melanjutkan ceritanya.
"Mas... tanpa aku ada di sana mas Seno mau nepatin janji buat ngejauhin cewek itu, aku... rasanya aku pengen meluk mas tadi pas denger mas bilang cuma aku dan hanya aku yang ada di... dimana tadi? aku enggak tahu.. kata-kata mas Seno enggak diterusin,,"
__ADS_1
Demi apapun sekarang ini Indah benar-benar ngeblush. Hanya dia yang tahu seberapa kencang debaran jantungnya. Seberapa ingin dia menenggelamkan mukanya di bawah bantal. Ah rasanya kok malu banget.
"Sini..." Ucap Seno menarik kepala Indah ke dalam dekapannya.
"Aku bilang.. hanya kamu, cuma kamu yang bertahta di sini. Di jantungku. Satu-satunya! Hanya kamu!"
Seno baru tahu kenapa Indah jadi aneh kayak tadi, itu karena Indah akhirnya sadar kalau rasa sayang Seno ke dia enggak cuma di mulut saja. Seno sudah membuktikan itu. Bahkan sangat lama sebelum Indah menyadari kalau dirinya juga butuh Seno, Seno sudah lebih dulu menaruh rasanya kepada Indah. Membuat Indah nyaman di dekatnya, perhatian dan waktu yang selalu Seno berikan buat Indah... membuat Indah enggak bisa nolak semua rasa itu dari Seno.
"Mas... maafin aku yang kekanakan ini, aku sering jutekin mas. Sering marah tanpa sebab yang pasti, sering repotin mas karena tiba-tiba telepon minta di jemput pas pulang sekula dulu. Padahal saat itu pasti mas Seno masih kerja, Ya Allah aku egois banget.... maafin aku ya mas,"
Masih di posisi yang sama. Menyandarkan kepalanya di dekapan dada bidang Seno. Indah malah merasa nyaman dengan posisi itu. Hedeh bocah!
"Minta maafmu ditolak! Karena aku enggak merasa terbebani dengan itu semua. Aku sayang kamu. Dan itu tanpa alasan. Hati ini seakan enggak mau tahu kalau nantinya kamu bakal balas rasaku ini atau enggak. Satu yang selalu bikin aku terus jadiin kamu fokus ku, karena hati ini udah milih kamu. Bayangin dek... aku yang dulu udah berumur bisa suka dan cinta sama bocah umur empat belas tahun. Aku hampir gila rasanya mikirin itu. Aku sampai berpikir aku ini enggak waras. Bisa-bisanya suka sama bocah!"
"Aku sayang kamu mas... aku sayang kamu..."
Hanya itu yang bisa Indah ucapkan.
*Sik gaess aku meh nulis adegan kissing kok ngakak iki, wokey di skip ae yo?! Wes do gede.. wes do pinter bayang-bayangke... pokoe yo ngono kae lah gaess*
(Bentar gaess aku mau nulis adegan kissing kok ngakak ini, wokey di skip aja ya?! Udah pada gede.. udah pada pinter bayangin.... pokonya ya kayak gitu lah gaess)
__ADS_1
...----------------...
Meisya menangis tersedu. Mista enggak bisa berbuat apapun selain memberi tisu dan tong sampah untuk mengelap air mata temannya itu.
Meisya langsung menuju konter tempat Mista berkerja. Dia ingin temannya itu menghibur dirinya. Saat sedang kacau seperti ini, berbagi cerita memang solusi paling ampuh buat ngilangin kegabutan.
"Sya.. kamu jangan resign, cari kerja sekarang susah. Apalagi tempat kamu berkerja sekarang tuh banyak yang ngincer. Jangan buat dirimu makin hancur hanya karena satu cowok yang bahkan melihat mu saja enggak mau... Sya, kamu tahu... waktu aku di tinggal nikah sama mantanku dulu, rasanya hancur banget. Padahal dia udah lamar aku, tapi kenyataannya aku sama mantanku itu enggak jodoh. Dia lebih milih istrinya yang sekarang. Aku bisa apa Sya? Sakit hati dan merasa hancur itu pasti... tapi, jangan berlarut-larut."
Meisya tetap diam. Tangisnya masih terdengar. Hatinya sakit. Sangat sakit.
"Kamu masih sayang dia Sya?" Tanya Mista.
"Mis.. aku nunggu dia lama Mis, dia baik banget, dia dulu enggak kayak gini. Dia jahat banget Mis... dia buat aku malu!" Sambil sesenggukan Meisya menjelaskan kalau dirinya merasa adalah korban PHP Seno. Nah lho Sen, makanya jadi orang tuh mbok ya jangan nemplok sana-sini. Baik mu yang kamu pikir biasa aja jadi disalah artikan sama orang.
Kalau udah gini, mau nyalahin siapa? Othor?? Ooowh tidak bisa!!!
"Hei.. hei... Sya istighfar, dia enggak jahat. Kamu tahu, dia juga sedang menjaga hati buat orang yang dia sayang. Kalau kamu sayang sama dia, cinta sama dia.. lepasin dia Sya. Biarin dia bahagia bareng sama orang yang dia sayang... kamu tahu, tingkat mencintai paling tinggi itu adalah mengikhlaskan seseorang yang kita cintai untuk bersanding dengan orang yang dia cintai. Ikhlas... buat hatimu tenang. Jangan jadiin hatimu sarang setan. Gudang kebencian. Kita punya Allah SWT yang selalu cinta sama hambanya yang ikhlas"
Sambil memeluk Meisya. Mista enggak mau temannya itu jadi pendendam, ini bukan sinetron Kurma. Jadi sebisa mungkin Mista bakal bawa Meisya ke jalan yang lurus. Kembali pada sosok Meisya yang dulu dia kenal sangat ceria dan humoris.
"Tapi.. Tapi, Mis aku enggak bisa.." ucap Meisya dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Bukan enggak bisa,, tapi belum bisa Sya. Semua juga butuh proses. Ikhlas emang gampang diucapkan tapi sulit dilakukan. Cuba kamu alihkan fokusmu.. jangan terus-terusan mikirin caranya lupain Seno, tapi gimana caranya buat kamu happy. Hei.. kita bisa shopping, kita bisa jalan-jalan, kita bisa main tik_tok,... semua itu butuh proses. Ada aku, aku bakal temenin kamu! Aku sayang kamu Sya, jangan jadi pendendam ya..."
Ucapan Mista makin membuat Meisya nangis kejer.