
Shela enggak habis pikir dengan apa yang di ucapkan cowok yang memegang tangannya tadi.
"Kamu bisa diem enggak, atau mau aku bikin diem dengan cara lain. Bibirmu itu keknya belum pernah di tabrak bibir cowok di depan umum kan? Mau coba sekarang?"
Kata-kata Parto itu benar-benar membuat Shela terdiam. Dia enggak mau di permalukan oleh orang asing yang setiap kali ketemu dengannya selalu saja membuatnya emosi.
"Pinter. Diem kek gitu kan manis jadinya."
Shela mendengus kesal. Dia bukannya enggak punya amunisi buat lawan Parto tapi, dia juga masih bisa berpikir waras. Kalau bertengkar dengan Parto di tempat ini sama saja mempermalukan dirinya sendiri. Banyak yang mengenalnya di sini. Karena Sujamal, mempelai laki-laki yang sekarang jadi suami Mela itu adalah sepupu Shela.
"To.. semua aman?" Tanya Seno yang menyusul Parto keluar dari lokasi resepsi pernikahan Mela. Beni ada di belakang Seno tanpa berucap apapun. Pandangan mata Beni tertuju pada Shela yang tangannya masih di pegang oleh Parto.
"Aman, kelian pulang aja dulu. Aku masih ada urusan sama kucing liar satu ini.."
Mendengar ucapan Parto lagi-lagi Shela membelalakkan matanya. Makin belo aja itu matanya kalau dia melotot kek gitu.
"Tau gimana cara jinakinnya To?" Giliran Beni yang bertanya sambil berjalan melewati Parto dan Shela. Parto hanya menjawab dengan anggukan saja.
"To.. aku pulang dulu ya, mau temenin Beni, bisa frustasi itu orang kalau enggak di tememin." Sekali lagi Parto hanya mengangguk mendengar ucapan Seno. Beni dan Seno pun menuju parkiran tempat motor mereka berada, setelah menemukan letak motor mereka masing-masing, keduanya langsung tancap gas dari lokasi resepsi pernikahan Mela.
Shela yang tersadar kalau tangannya masih di genggam Parto langsung mendorong Parto.
"Heh.. lepasin tanganmu!"
Parto memandang Shela. Sebenarnya cewek di depannya ini tergolong tipe cewek imut, kecantikannya tidak di ragukan, enggak bakal bosan orang memandang wajah gadis manis itu tapi, dibalik keimutannya itu tersimpan sosok kunti yang bisa bangkit kapan saja dan membuat orang yang di amuknya pasti bisa ngelus dada sampai rata.
__ADS_1
"Kasih aku alasan kenapa setiap kali kita ketemu kamu selalu marah-marah?" Ucap Parto tanpa melepas genggaman tangannya di tangan Shela.
Wah wah sepertinya Parto udah mulai ambil ancang-ancang untuk melawan kunti di depannya itu.
Shela enggak menduga kalau Parto bakal melawan omongannya. Karena dari pertemuan sebelumnya, Parto bersikap sabar dan nerima apapun perkataan Shela.
"Shela.. itu nama kamu kan? enggak mau di panggil Mbak? Aku turutin maumu.. mulai sekarang setiap kita ketemu aku bakal panggil nama aja. Dan sekali lagi aku tanya, kenapa kamu selalu aja marah-marah setiap kali kita ketemu?"
"Jangan sok kenal, enggak ada kata 'kita' antara kamu dan aku ya! Camkan itu! Alasan kenapa aku selalu marah kalau ketemu sama kamu ya karena kamu selalu nyebelin pas ketemu sama aku. Kamu itu dari ujung rambut sampai ujung kaki, mulai dari model jalanmu sampai caramu ambil napas.. aku enggak suka! Ngerti enggak? Makanya lepasin tanganmu sekarang! Kamu enggak tahu apa emang pura-pura bodoh atau emang bodoh beneran? Sekarang ini lagi pandemi.. kamu tahu pandemi? Pesti enggak tahu,, aku yakin itu. Kalau kamu tahu harusnya kamu lepasin tangan aku dari tadi. Kamu ini udah melanggar peraturan pemerintah yang menyuruh semua warga Negara Kesatuan Republik Indonesia supaya jaga jarak! Tapi kamu malah pegang-pegang tangan aku!"
Parto melongo. Dia sampai enggak tahu mau bilang apa. Dia lepaskan genggaman tangannya dari tangan Shela. Gadis di depannya sungguh amazing. Super cerewet.
Menarik napas dan kembali meneruskan kata-katanya..
"Kamu tahu apa yang terjadi seandainya karena pegangan tanganmu di tanganku tadi bisa membuat tanganku nanti jadi alergi, iritasi, tercemar, ternodai? Kamu enggak tahu kan efeknya bisa sefatal itu? Iya aku yakin banget kalau kamu enggak tahu.. Maka dari itu aku baik hati mau ngasih tahu kamu. Dan.. kamu udah aku tandai sebagai orang yang nyebelin karena sok tahu. Akibat sikapmu yang seenaknya sendiri itu bisa membahayakan aku! Iya aku, aku orang yang paling tidak beruntung karena selalu ketemu sama kamu, dan nanti sepulang dari sini aku kudu mampir ke puskesmas untuk periksa kalau-kalau aku kenapa-napa karena ulahmu! Mas Parto!!"
Astaghfirullah.. Aku megang tangannya aja udah di bacain ayat-ayat perontok kalbu kayak gitu.. apalagi kalau aku lakuin yang lain. Masya Allah sekali cewek satu ini. Eh sik sik.. tadi dia manggil namaku tadi,
"Dan kamu kudu ingat baik-baik kata-kataku ini, setiap kamu melihatku nanti entah dimanapun itu, mau di pasar, di jalan, di warung atau dimana saja.. jangan sapa aku, jangan panggil aku, jangan lakuin apapun di dekatku, aku enggak tahu kenapa rasanya di dekat kamu itu ada aura negatif yang selalu muncul! Iya mungkin karena kamu orang yang enggak baik.. Bisa jadi benar tebakanku tentang kamu, kamu itu dukun!"
Ediaaan ini kapan kelarnya.
"Stop! diem sekarang atau aku beneran buktiin omonganku tadi, kamu perhatiin.. lihat sekitarmu. Dari tadi kita ooh maaf.. maksudku kamu dan aku jadi tontonan orang di sini,"
Shela melihat sekitarnya, menuruti apa kata Parto. Dan benar ada beberapa orang yang memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Asyem banget.. padahal aku orangnya kalem. aku.."
Ucapan Shela terhenti karena Parto menarik tangan Shela, membuat Shela jatuh ke pelukannya. Parto belum senekat itu sampai mau ngerujak bibir di tempat orang hajatan.
"Menengo, (diem).. atau kamu lebih suka aku bikin diem dengan cara lain? Di sini? Jadi tontonan orang Miss C?" Bisik Parto di telinga Shela. Shela syok.. baru kali ini ada cowok yang bikin dia malu.
Setelah merasa Shela bakal diem, Parto segera melepas pelukannya.
"Mas.. Mbak.. kalau mau pacaran jangan di sini!"
"Iya tu.. berantemnya lucu tapi mbok ya lihat posisi"
Beberapa tamu undangan yang melihat perdebatan Parto dan Shela akhirnya enggak tahan untuk enggak ikut berkomentar.
Padahal tadinya niat Parto menarik Shela keluar dari dalam lokasi resepsi pernikahan Mela supaya tidak terjadi keributan di sana, tapi kok ya malah pindah di luar ributnya.
Shela yang kadung malu karena jadi tontonan sebagian tamu undangan yang berada di luar lokasi resepsi pernikahan Mela, langsung berjalan menjauh dari tempat itu.
"Sepurone Pak.. Bu.. itu pacarku emang punya kebiasaan ngereog, sepurone engkang katah njih (mohon maaf banget ya)"
Idiieh ngaku-ngaku pacarku. Kelaot sono.
Shela yang sempat mendengar ucapan Parto makin kesal bertubi-tubi kepada lelaki yang baru saja memeluknya tadi.
Demi apapun aku tandai kamu, Mas Parto!
__ADS_1
Penampilan Shela saat menghadiri resepsi pernikahan Mela😌.