Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Nembak Alakadarnya


__ADS_3

Shela menatap Parto yang masih terlelap dalam tidurnya.


Ini orang tipe pel_lor (nempel molor) juga. Apa kecapean ya... Hmm apa pura-pura tidur? Enggak apa-apa juga sih asal jangan pura-pura mati aja. Aku bingung banguninnya.


Menunggu Parto bangun, Shela masih setia duduk di dekat cowok yang sekarang selalu bikin ceria harinya itu.


Shela mengambil tisu yang ada di meja, mengelap peluh yang muncul di dahi Parto. Lah.. tumben perhatian.


Gerakan tangan Shela membuat Parto terbangun. Seketika Shela salah tingkah karena posisi tangannya di pegang oleh Parto.


"Kamu pura-pura tidur kan? Dasar cowok rese! suka mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Shela menarik tangannya dari genggaman Parto. Tak semudah itu! Parto mengeratkan genggamannya.


"Lepas! Apa mau ku gampar?"


Bukannya melepaskan tangan Shela, Parto malah tersenyum menanggapi ucapan gadis itu.


"Ternyata kamu punya hobi merhatiin aku tidur ya La, piye aku ganteng ra?" PD itu wajib gaess!


"Hora blas! (enggak banget!)"


Parto memperhatikan pipi sebelah kanan Shela. Menyentuh pipi yang memerah akibat tamparan Meisya di cafe tadi.


"Ini kenapa La?" Tanpa menjawab Shela memalingkan wajahnya.


"Aku datangnya telat ya? Kamu sampai kena tabok gini,"


"Bisa diem enggak To? Singkirin tanganmu ih... apasih pegang-pegang!!"


"Parto kamu mulai lancang nyentuh muka aku ya! Jangan sampai teh yang ada di meja ini aku guyurin ke kepala kamu biar kamu sadar! Kebanyakan nonton layar tancep kek nya kamu ini!" Dengus Shela ngomel khas dia banget.


Parto tertawa, kemudian menuruti keinginan Shela untuk melepas genggaman tangannya dan juga belaian manja di pipi gadis super bawel itu.


"La... ibu kemana?" Parto celingukan kek cari kisah cintanya yang hilang. Apa? Hehehe maaf pemirsah.


"Kenapa nanyain ibuk? Lagi itu kan Ibuk aku, kamu manggilnya sewajarnya aja, kayak biasanya. Budhe gitu!"


"Biasanya aku manggil ibu kamu ya ibu La, kowe lali? aku Mas mu lho, (kamu lupa? aku Mas mu lho,)"


"Dieh PD kamu To! Aku aja belum nerima kamu jadi pacar aku kok. Bisa-bisanya kamu mikir kalau kamu itu Mas ku! Raup To mben sadar!! (cuci muka To biar sadar)".

__ADS_1


Indahnya sore itu meski pasangan itu sedikit absurd, oke bukan sedikit tapi emang absurd tapi seenggaknya enggak ada percekcokan yang bikin bulu kuduk meremang.


"Aduh.." Kata Parto menyentuh dada kirinya sambil meringis kesakitan.


"Kenapa To?" Shela ikut cemas saat melihat Parto yang seperti menahan sakit.


"Minum dulu minum... Apanya yang sakit, To...? kita ke Puskesmas aja yok lah! Kamu sih sok kuat pakai badan buat halangi kursi melayang. Mau sok jadi pahlawan hah??"


Meski khawatir tetap aja yang namanya Shela ini enggak jauh-jauh dari kata judes. Judesnya tetap perhatian sih.


"Kamu cantik La, jantungku sampai mau lompat keluar saking terpesonanya sama kecantikan mu... Denger enggak debarannya sampai bikin tangan kamu juga ikut bergetar,,," Ucap Parto yang masih memegang dadanya. Saat ini tangan Shela juga ikut memegang dada kiri Parto.


"Kamu tuh bisa enggak ngomongnya yang warasan dikit? Gila ya,, aku udah khawatir kamu kenapa-napa malah sempat-sempatnya ngegombal! Ke laut sono idup bareng ubur-ubur!!!"


Buru-buru Shela menarik tangannya dari dada Parto.


Parto hanya nyengir aja. Yang sebenarnya emang dia merasa dadanya sedikit nyeri, mungkin ada lebam dibagian sana. Entahlah dia sendiri belum memeriksanya.


"La... aku pulang dulu ya, pipi kamu itu di kompres. Biar enggak bengkak. Kurang ajar banget si Memet itu, berani-beraninya nabok cewekku!"


"Mau pulang sekarang? Enggak nunggu ibu dulu? Soal pipi.. ntar juga ilang sendiri bekasnya. Dia nampar pakai tangan lah To, enggak pakai cat permanen! hmm lagaknya bilang aku cewek mu, emang kita pernah jadian?" Tanya Shela menggembungkan pipinya.


"Aku pernah nembak kamu kok, kamu lupa? Ya kalau hasilnya dulu ditolak sih itu urusan lain, yang penting aku udah pernah nembak kamu...!"


"Kapan Bambang?"


"Dulu Jubaedah!"


"Dieh si Bambang... kamu ngimpi ya? Bangun! Mana pernah kamu nembak aku?"


Shela mulai kesal.


"Kalau sekarang aku nembak kamu kira-kira diterima enggak?" Parto tersenyum jahil.


"Apasih,, enggak jelas!!" Shela enggan menatap mata Parto. Di kedua mata cowok hitam pahit.. eh maaf, cowok hitam manis itu selalu bisa buat Shela tenang.


"Aku suka kamu La, aku sayang kamu. Kamu mau jadi pacarku?" Ucap Parto tanpa malu. Tanpa ragu. Enggak ada kegugupan. Hanya dengan sekali ucap sudah mengutarakan apa yang Parto rasakan dan ingin sampaikan.


"Aku juga suka sama cak Irun! Karena satenya enak, apa aku juga harus pacaran sama cak Irun?"

__ADS_1


Parto melongo. Mulutnya menganga. Itu adalah kondisi ngowoh yang sangat enggak elegan.


"Hahaha.. kamu lucu banget sih To,"


Shela tertawa melihat ekspresi Parto yang seperti orang kehilangan separuh kecerdasannya.


"Lah La... kamu ini, aku ngomong serius kok. Kamu malah nyamain perasaanku sama rasa sukamu ke satenya cak Irun."


"Udah ni teh nya diminum dulu, biar enggak makin oleng kamu! Kena lemparan kursi aja udah bikin kamu kayak orang gila beneran gini To,"


"La... aku boleh jujur sama kamu?"


Kali ini melihat keseriusan dari mimik muka Parto dan nada bicaranya yang sepertinya enggak guyon (bercanda). Shela mengangguk menatap lekat lawan bicaranya itu.


"Aku serius sayang sama kamu!"


Tangan Parto memegang jemari Shela. Shela diam. Enggak ada jawaban. Keringat dingin membasahi tangan gadis imut itu.


Saat akan mengerakkan tangan Shela ke bibirnya untuk dicium, kedua insan titisan nabi Adam itu dikagetkan dengan suara deheman ibu Shela.


"Ehem... Assalamualaikum Mas, La,..."


 


\\


 


Waalaikumsalam buk!


#yang jawab othor aja lah!


Eaaaaaaa pada kecewa deh readernya di PHP-in si othor lagi🤣.


Maaf gaess,, ini imajinasi kelian kepotong lagi gegara othor enggak ada ukhluk ini.


Tunggu di bab berikutnya ya.. aku tak leren dulu hehehe.


Terimakasih banyak untuk semua yang selalu dukung aku. Pokonya ilipiyu all❤️

__ADS_1


Sehat selalu ya kelian. Sakit itu enggak enak! Jaga kesehatan kelian dan keluarga kelian!


__ADS_2