Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Nasibmu Ben


__ADS_3

Siang itu Beni memutuskan untuk menutup bengkelnya lebih awal. Dia ingin berkunjung ke rumah mbak Lulu, sudah tiga bulan setelah pernikahan kakaknya itu Beni amat jarang bertemu dengan kakaknya. Saat mbak Lulu dan


suaminya main ke rumah, Beni sering tidak ada di rumah. Maklum kaum jomblo harus sering eksis di jalan biar cepet laku dan nemuin jodohnya. Siapa tahu kan, pas lagi di jalan ada yang ngajak kenalan! Ngarep Ben? Iya, banget! Sungguh nasibmu sangat dinistakan othor Ben!


"Buk.. Aku tak ke rumah mbak Lulu ya, ibu mau nitip apa nanti?" Beni berpamitan kepada ibunya sebelum pergi.


"Titip salam aja. Bilang cepet kasih ibu cucu gitu!" Beni hanya tersenyum mengangguk.


Mengendarai motor dengan santuy, Beni tiba-tiba harus berhenti karena melihat kerumunan orang yang sedang menonton korban kecelakaan yang membuat salah seorang pengendara motor tak sadarkan diri. Kejadian itu menjadi tontonan warga di sekitar lokasi kejadian. Malah ada yang memvideokan, dan membuat konten tanpa berniat menolong sama sekali.


"Awas minggir dulu pak.. bu! Ini ada yang pingsan kok malah dilihatin aja, yang nabrak mana ini?" Beni berseru keras. Dia kesal melihat kelakuan orang-orang di situ yang minus simpati itu.


"Yang nabrak sih enggak apa-apa mas, tapi motornya juga parah itu?" Ucap salah satu warga yang ikut memberi pertolongan dengan membantu menyingkirkan motor ke sisi jalan.


"Ada yang bawa punya air putih enggak?" Beni mengangkat kepala korban kecelakaan yang masih memakai helm dan masker. Perlahan Beni membuka helm si korban. Berusaha membuatnya sadar dari pingsannya dengan memberi sirkulasi udara yang cukup. Saat Beni menarik masker pengendara motor yang belum sadar dari pingsannya, dia dibuat gagal fokus dengan paras ayu gadis yang ada di pangkuannya.


"Ada yang kenal dia?" Beni kembali bertanya kepada warga di sana.

__ADS_1


"Dia kan Virza, anak pak RW kampung sebelah yang bulan lalu gagal menikah." Ucap salah satu ibu-ibu yang full informasi.


"Eh iya itu iya.. wah jangan-jangan tadi dia nekat mau bu_nuh diri lagi. Duh kasihan ya.." Emak-emak lain menimpali.


Ini mereka apa dah, nolong kagak malah berlanjut ghibah dengan pikiran mereka sendiri. Beni menerima balsem dari salah satu emak-emak di sana, membuka tutupnya dan mendekatkan balsem itu ke hidung mancung gadis yang bernama Virza itu.


Hampir lima menit Virza berada di pangkuan Beni, akhirnya dia sadar juga. Beberapa warga juga sudah meninggalkan lokasi itu, untuk melanjutkan aktivitas masing-masing.


"Yang kenal sama mbak ini bisa di sini dulu, kita antar mbaknya ke puskesmas." Beni bersuara tanpa tahu gadis yang masih menyandarkan kepala di pahanya udah siuman.


"Aduh.. kepalaku.." Virsa memegang kepalanya. Terasa pusing akibat kejadian tadi.


"Pergi kamu! Aku benci banget sama kamu, kamu udah rusak masa depanku! Cowok lucknut!! Pergi!!" Histeris dia pemirsa! Beni yang tak tahu ada apa ini sebenarnya ikutan bingung, beberapa warga di sana malah sibuk berspekulasi sendiri.


"Mbak Virza ini mas nya yang nolong kamu lho," Ucap ibu-ibu pemilik balsem tadi.


"Enggak.. dia ini orang yang udah bikin aku hancur!" Kek drama ikan tenggiri ya gaess?!

__ADS_1


"Eh.. apaan? Aku hancurin apamu mbak, kenal juga enggak. Malah dituduh rusak masa depanmu segala. Udah lah, ini yang kenal dia tolong bawa ke puskesmas aja, atau antar ke rumahnya. Aku lagi mode sibuk!" Baru saja mau berdiri dari tempatnya duduk, Virza langsung meneriaki Beni.


"Kamu!!! Mau pergi kemana hah? Enggak puas kah bikin aku malu? Kamu udah bikin hidupku hancur, dan sekarang kamu mau ninggalin aku..." Lah ini orang kenapa dah? Tadi nyuruh pergi sekarang marah-marah.


"Mbak Virza kenal mas Beni?" Salah satu warga di sana mencoba mengurai benang kusut diantara mereka.


"Kenal pak! Dia adalah orang yang ninggalin aku di hari pernikahanku pak! Huhuhu.. dia harus tanggung jawab!" Entah kenapa dalam bayangan Virza masih melihat kalau Beni ini adalah mantan pacarnya dulu. Semua orang yang di sana lantas menatap Beni dengan penuh tanda tanya.


"Lah.. mbak apa lho apa? Aku kenal sampeyan juga enggak kok, kayaknya kamu kena benturan di kepalanya yang bikin kamu berhalusinasi. Aku harus tanggung jawab kayak apa mbak? Tahu gini tadi aku bablas aja tadi," Beni mencoba cuek dengan perempuan yang masih duduk itu. Tiba-tiba botol air mineral yang Beni buka untuk Virza tadi, dilemparkan ke punggung Beni saat Beni berbalik ingin pergi dari lokasi itu. Alhasil basah basah basaaah.. seluruh tubuh,, eaaaa korban dangdut bener ini yang nulis hahaha.


"Udah gini aja gini, mbak Virza dan mas Beni ayo aku antar ke rumah mbak Virza. Mas Beni juga ikut ya, biar jelas permasalahannya ini kayak gimana dan harus bagaimana!" Usul salah satu warga.


"Wah ini orang enggak waras!"


"Lagian kenapa aku yang harus tanggung jawab? Nyentuh dia juga enggak.. maaf ku ralat, iya tadi sempet pedang kepalanya aja. Dan yang pasti aku enggak mau diajak ke rumahnya! Yang musti tanggung jawab ya orang yang nabrak dia lah.., makin enggak bener ini kalau aku lama-lama di sini!" Beni mengusap punggungnya yang basah karena siraman qolbu eleh.. siraman air mineral dari Virza.


"Ndak gitu mas Beni. Tetap yang nabrak mbak Virza tetap kita bawa ke rumah mbak Virza untuk dimintai tanggung jawab, tapi mas Beni juga harus ikut kita ya!" Bapak-bapak itu mencoba memberi solusi karena Virza terus jejeritan minta tanggung jawab Beni.

__ADS_1


"Guambleh tenan! Ya udah.. ya udah.. udah terlanjur basah juga!"


Dengan mengikuti motor yang menuntunnya ke arah rumah Virza, Beni menggerutu sepanjang jalan kenangan!


__ADS_2