Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Rencana Orang Tua Seno


__ADS_3

Orang tua Seno saat ini sedang menunggui anaknya. Ibu Seno menangis melihat anaknya seperti itu, terbaring lemah, masih dengan memejamkan mata. Seno memang tidak melanjutkan hubungannya dengan Indah, tidak melawan atau membantah apa yang beliau inginkan tapi dengan kondisi Seno yang seperti ini malah membuat hati ibu sakit.


"Bu.. Udah anakmu enggak apa-apa. Doa mu akan membantunya cepat sembuh," Bapak Seno berusaha menenangkan istrinya.


"Pak, setelah Seno pulang dari sini, aku pengen pernikahannya dipercepat! Biar Seno ada yang jaga, biar Seno ada yang urus.. Enggak sakit sampai kayak gini!" Tegas ibu.


"Seno bukan hanya sakit fisiknya lho bu, hatinya juga terluka.. Apa ibu yakin dengan rencana ibu ini enggak bikin Seno makin terpukul dengan keadaan?" Bapak merasa kasihan dengan nasib putranya, karena keegoisan istrinya semua jadi seperti ini.


"Pak.. Aku tahu apa yang aku lakukan! Seno hanya butuh seseorang yang ada untuk mengobati luka hatinya! Aku yakin calonnya ini bisa membuat Seno berpaling dari Indah!" Ibu bersikeras dengan pendapatnya.


Mendengar perdebatan bapak dan ibunya, sebenarnya Seno dari tadi sudah bangun, sadar sepenuhnya tapi, dia enggan membuka matanya. Rasa sakit di ulu hati, dan semua bagian persendian di tubuhnya tidak dia rasa. Detak jantungnya berdetak cepat, sakit hatinya bertambah mendengar rencana ibunya yang ingin dia segera menikah.


Apa memang kamu bukan jodohku Ndah? Kenapa jalan kita bersama makin ke sini semakin sulit, semakin banyak rintangan, semakin banyak cobaan, apa aku berlebihan karena ingin memilikimu? Apa sekarang aku juga harus menuruti permintaan ibu?


Setelah yakin orang tuanya keluar dari ruangan tempatnya di rawat, Seno membuka matanya. Matanya menatap kosong langit-langit ruangan itu. Di saat bersamaan sosok itu muncul, Indah membuka pintu perlahan. Melihat kehadiran Indah, Seno mencoba untuk duduk tapi ulu hatinya terasa nyeri.. Dia tidak jadi duduk, karena saat dipaksakan malah membuat perutnya makin perih tak karuan.


"Mas.." Indah mendekati Seno yang tersenyum getir. Dia ingin menjawab panggilan Indah, tapi tenggorokannya terasa tercekat. Indah mengambil teh hangat yang ada di meja samping Seno berbaring, dengan sedotan dia membantu Seno meminum teh hangat itu.

__ADS_1


"Mas.. Cepet sembuh ya.." Hanya itu yang keluar dari mulut Indah. Indah menggigit bibirnya, berusaha untuk tidak menangis. Memegang tangan Seno yang terasa dingin,


Jangan nangis Ndah.. Maaf.. Maafin aku,


Banyak kata yang ingin Seno ungkapkan kepada Indah tapi, dia tidak mau memberi lebih banyak luka dan harapan yang sulit untuk dia wujudkan.


"Boleh aku minta satu hal dek?" Seno menatap mata Indah lekat-lekat. Indah tidak menjawab, menunggu kalimat yang akan keluar setelah permintaan sang mantan di depannya ini, ya mantan.. mantan rasa pacar! Karena di dalam hati mereka masing-masing masih bertengger nama mereka di sana.


"Berbahagialah... meski tanpa aku..." Ucap Seno selanjutnya.


"Kamu juga mas..." Indah mencoba menjawab meski masih terisak.


"Jangan kayak gini lagi, sehat-sehat ya.. Aku.. Aku pulang dulu.." Indah menunduk, berdiri dari tempatnya duduk. Ingin segera meninggalkan tempat ini, bukan karena benci dengan Seno tapi, dia makin enggak ikhlas melepas Seno dari hidupnya kalau masih terus bertemu seperti ini.


Dengan memaksakan diri, Seno meraih tangan Indah. Menggenggamnya, membuat gadis itu menghentikan niatnya untuk pergi.


Colno Sen... Ameh ngopo kowe hmmm?! (Lepasin Sen.. Mau apa kamu hmmm?!) #Hanya pertanyaan gaje othor aja! Lewati, enggak usah dibaca!

__ADS_1


"Aku minta maaf..." Seno menarik Indah ke pelukannya. Membuat Indah terbentur badan bidang yang masih lemah itu. Menghirup harum parfum soft yang menjadi favorit Indah. Apa lagi yang bisa Indah lakukan? Menangis... Dia memang cengeng.


"Aku minta maaf..." Sekali lagi kalimat itu terlontar dari bibir Seno. Membuat Indah meregangkan pelukannya, melihat dengan jarak sangat dekat bagaimana seorang Seno yang dia sayangi menjadi serapuh ini.


Seno mencium kening Indah, saat ini nyeri di perut dan ulu hatinya tidak dia indahkan.. Dia hanya ingin egois saat ini. Dia ingin Indah, hanya Indah!


Ciuman itu beralih ke bibir, untuk pertama kalinya, dalam keadaan jauh dari kata romantis Indah mendapatkan first kiss dari Seno. Lelaki yang berstatus mantannya ini hanya menempelkan bibirnya sesaat, tanpa sesapan, tanpa lu_matan, hanya memberi kesempatan bibirnya bertemu dengan bibir mungil Indah.


"Aku minta maaf.." Seno memejamkan matanya rapat. Memegang perutnya dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya memegang jemari tangan Indah.


"Mas Seno kenapa?" Indah khawatir dengan keringat dingin keluar dari tangan Seno, yang dia rasakan melalui genggaman tangan laki-laki itu.


"Enggak apa-apa.. Kamu pulang ya, hati-hati.. jangan ngebut.. dan.. jangan cengeng," Entah apa yang Seno rasakan. Dia memilih memejamkan mata, Indah yang khawatir berlari keluar memanggil Parto, Beni atau siapapun yang ada di luar sana. Memberi tahu kondisi Seno yang drop.


Saat dokter di sana tiba, mereka menyarankan Seno di bawa ke rumah sakit besar karena peralatan medis di klinik itu tidak memadai untuk melakukan tindakan lebih lanjut.


Dan.. bagaimana kondisi Seno setelah kejadian ini? Bagaimana hubungan Seno dan Indah ke depannya? Apa orang tua Seno akan merestui hubungan mereka ke depannya atau tetap melanjutkan rencana mereka untuk segera melangsungkan pernikahan Seno dengan Miss x?

__ADS_1


__ADS_2