Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Ahli Matematika


__ADS_3

Bangun dengan perasaan riang gembira, setelah kemarin hatinya gundah gulana. Parto tidak menyadari kalau semalam dia telah membongkar aib lubang hidungnya kepada orang yang belum dia kenal, orang yang dia namai Markonah di daftar kontaknya. Telah menjadi saksi betapa semprawutnya Parto saat tidur.


Pagi ini Parto akan ke rumah peninggalan Embahnya, ya Parto berniat akan merenovasi rumah itu agar layak untuk di huni.


Setelah menyelesaikan ritual mandi dan sarapan, Parto segera melajukan motor ayamnya ke tempat yang dia tuju.


Baru setengah perjalanan, dia di kagetkan oleh seorang perempuan yang menyeberang jalan dengan berlari. Parto langsung mengerem si Ayam karena setelah berlari dengan gemulai, perempuan itu malah terjatuh dengan tidak elegan.


"Mbak.. kalau mau belajar jadi balerina jangan di jalan Mbak. Bahaya lho itu, untung kan Ayamku enggak sampe terluka karena nubruk sampean (kamu),"


Parto mendekati perempuan tadi, saat pandangan mata mereka bertemu.. dia terpaku sesaat. Ayune rek..


"Mbak sampean enggak apa-apa kan? Jangan bilang aku harus bawa sampean ke puskesmas lho ya, aku enggak nabrak sampean kok"


"Hiiih kamu ini dadi wong lanang (jadi lelaki) kok cerewet banget, Mok ya di tolong dulu.. bantu berdiri kan bisa. Bisa-bisanya aku kena sial pagi ini ketemu orang macam kamu! Ini lihat.. telurku pada pecah semua ini. Siapa yang mau ganti cuba hah? Ameh mok ijoli ndogmu opo? (Mau kamu ganti sama telurmu apa?)"


Parto melotot seketika. Ini cewek sebenarnya waras apa enggak. Dia yang jatuh sendiri tapi malah menyalahkan dirinya. Mana nyebut-nyebut tentang telurnya untuk mengganti telur si Mbak yang nyungsep itu lagi.


"Mbak.. kalau mau ngajak gila jangan sekarang, aku sibuk. Tenan (serius) , aku lagi buru-buru ini. Telurmu pada pecah kan karena dirimu sendiri yang ceroboh.. Lha kok nyalahin aku, enggak ada rumusnya aku musti tanggung jawab di sini ya Mbak. Sepurone (maaf), aku mau lanjutin jalan"


Parto berdiri dari tempat dia jongkok karena niatnya tadi ingin membantu si Mbak, malah kena sembur duluan.

__ADS_1


"Heeh berani kamu ninggalin aku tanpa tanggung jawab, aku bakal teriak iki! Sembarang aja main kabur.."


Cantik tapi, kalau enggak waras gini kok malah horor ya.


Parto kembali berbalik ke arah, yang tadinya dia sudah nangkring di atas ayam harus tertahan lagi oleh perkataan perempuan itu dan kembali ke arah Mbak tadi.


"Lihat ini bajuku bau amis semua, aku enggak mungkin pulang dengan keadaan semprawut kayak gini. Ibuku juga pasti ngamuk ini kalau tahu semua telurnya pecah, dan itu gara-gara kamu!"


Perempuan tadi melihat keadaan bajunya yang memang terlihat seperti orang yang habis luluran telur di sekujur tubuhnya.


"Bajumu amis semua? emangnya kamu pakai baju berapa lapis to Mbak? Baju sebiji aja di kata 'semua'. Kalau enggak mau pulang ya udah diem aja di sini. Dan tentang telurmu, oke meski aku enggak tahu letak salahku di sebelah mana. Aku bakal ganti,, memangnya telurmu tadi ada berapa kilo Mbak?"


Parto mengalah. Dia enggak mau paginya yang indah, di rusak oleh perempuan jadi-jadian yang dia temui di jalan ini.


Parto kembali melotot mendengar kicauan si Mbak ini.


Wanita jenis ini cocok banget sama Beni, sama-sama bar-bar. Kalau ngomong enggak pake filter.


"Jangan panggil Mbak Mbak.. aku bukan Mbakmu! Telurku tadi ada tiga kilo tapi karena pecahnya di jalan dan ini bau amisnya kemana-mana telurnya jadi bercerai-berai. Udah enggak tiga kilo lagi tapi jadi lima kilo"


Parto enggak habis pikir dengan cara berhitung perempuan di depannya ini, antara kesal dan kesal banget Parto mencoba untuk tetap berfikir waras.

__ADS_1


"Gini ya Mbak.. Aku enggak tahu namamu siapa, jadi buat hormati kamu aku panggil kamu Mbak. Enggak mungkin aku panggil kamu Mbah.. atau kamu lebih suka aku panggil Budhe? Niatku tadi enggak mau memperpanjang masalah ini, aku tawarkan ganti rugi buat Mbak yang seharusnya kerugian itu Mbak yang tanggung sendiri karena kecerobohamu sendiri juga. Tapi kok dirimu ngelunjak ya Mbak.. Siapa guru matematikamu waktu sekolah dulu? Aku yakin sebelum tamat sekolah gurumu sudah mengajukan pengunduran diri karena enggak sanggup menghadapi kelakuanmu!"


"Heeh.. jangan asal ngomong ya kamu, mau ngajak kenalan aja sok-sokan. Aku tahu lah lelaki modelan kamu ini tipe-tipe buaya darat. Mencari kesempatan dalam keamisan!"


Astaghfirullah.. Ya Allah paringono sabar, ini kenapa aku harus di pertemukan sama perempuan kek gini.


"Gile bener Mbak.. aku sampe enggak bisa berkata-kata lho, yang mau ngajak sampean kenalan juga siapa? Aku mau tanya, kenapa bisa telur tiga kilo setelah pecah malah berubah jadi lima kilo? Itu hitungan dari mana?"


Perempuan tadi mendengus kesal. Kesal yang dia buat sendiri.


"Bilang enggak bisa berkata-kata , emang dari tadi kamu yasinan? Heh Bambaang gini ya aku jelasin, kalau telur yang pecah itu di kumpulin lagi pasti mereka yang tadinya polos jadi ternoda tercampur sama tanah dan kerikil kecil kan. Dan kalo mereka di timbang lagi beratnya pasti naik! Kamu ini, gitu aja enggak tahu, makanya kalau sekolah itu jangan cuma bangkunya aja yang di makan.. meja sama papan tulisnya juga di cemilin biar pintar!"


Parto melongo. Terkejut karena perempuan di depannya ini sangat ahli ilmu matematikanya.


Ben, aku butuh kamu Ben.. Tolong kasih aku kekuatan julidmu buat ngadepin reog satu ini.


"Ini bisa enggak Mbak.. kamu sebentar aja berfikir waras seperti orang pada umumnya?! kalau kasus ini di bawa ke jalur hukum.. Mbak bisa kena pidana berlapis-lapis lho. Yang pertama pasal pemerasan, penipuan, dan pencemaran nama baik. Kenapa juga aku tadi menghentikan si Ayam, nyesel aku. Inilah alasan kenapa orang harus berdoa sebelum melakukan perjalanan terlebih dahulu, biar enggak ketemu kunti macam kamu!"


Perempuan itu makin kesal mendengar ucapan Parto.


Siapa ya gaess cewek ini, kok ngeselin banget🤣

__ADS_1



__ADS_2