Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Akhirnya Ku Menemukan (nomer)mu


__ADS_3

Sampai di rumah, Parto mengucapkan salam. Indah membukakan pintu untuknya, karena memang sudah malam mungkin emak dan bapaknya sudah terlelap dalam tidur mereka.


"Mas.. itu baju siapa? kok kayak kenal.." Tanya Indah sesaat setelah membukakan pintu untuk kakaknya.


Bocah iki, sama baju Seno aja sekarang dia mulai hafal. Aku yang baru pulang aja enggak di tanyain darimana, udah makan belum, kehujanan enggak tadi, tapi malah fokus ke baju yang tak pakai. Ini yang dinamakan adik kandung rasa saudara tiri ya kek gini, huuft sabar To sabar..


"Kenal? Kamu kenal bajunya apa yang punya baju ini?" Ucap Parto meletakkan kue brownies pemberian Ibunda Shela di atas meja, dia segera menuju kamarnya untuk ganti baju dan mengisi daya hpnya yang mati sejak sore tadi saat masih di guyur hujan bersama Shela. Indah hanya tersenyum mendengar ucapan kakaknya.


"Mas.. Mas Parto beli kue ya? tumben.. biasanya makan gethuk saiki naik level jadi brownies. Wah kemajuan ini namanya Mas, Mas.. Aku potong ya, aku mau icip ach.." Ucap Indah yang membuka bungkusan plastik putih dengan kardus bertuliskan 'Shela snack, cake and bakery' sebagai wadah brownies tersebut.


"Iya, makan aja.. Ambil dulu buat emak dan bapak! Jangan mok makan semua." Parto masih di kamar. Hanya suaranya saja yang terdengar. Kayak hantu aja, ada suaranya enggak ada wujudnya.


Setelah mengganti baju, Parto kembali mengingat kejadian di rumah Shela tadi. Selama dua puluh lima tahun dia hidup di bumi, tinggal dan menetap di desa yang sekarang mulai padat penduduk itu, baru pertama kali dia memakai daster. Di kerjain cewek abis-abisan. Dan dengan bodohnya dia mau-mau saja melakukan ke absurdtan itu.


Shela.. kamu cewek judes tapi unik. Sikapmu yang selalu jutek dan cuek setiap kita ketemu bikin aku penasaran sama kamu.


Parto menghidupkan hpnya. Sesaat setelah itu beberapa pesan masuk, dari provider yang memberi tahu kalau nomernya sedang berada dalam masa tenggang. Ada juga pesan dari nomer yang tidak tercantum di daftar kontaknya, menyebutkan bahwa dirinya memenangkan undian berupa uang tunai puluhan juta rupiah. Muncul ke isengan pada diri Parto karena pesan tersebut membuat dia agak kesal.


+6281808212001: Pelanggan YTH. Selamat, nomer anda resmi mendapatkan hadiah 75jt. Berkat isi ulang pulsa dari PinterPren. No. pin: 24R212o. Untuk informasi lebih lanjut klik: www.hadiahPinterPren2022.com


Begitulah isi pesan yang terkirim di hp Parto. Ini yang ngirim pesan sengaja ngajak ribut Parto keknya, udah tahu nomernya lagi masa tenggang kok bisa-bisanya kirim pesan yang mengatakan Parto dapat hadiah dari isi ulang pulsa. Kan ngenye (menghina) banget namanya.


Parto: Alamat webnya tidak bisa di buka! Tolong ajari cara yang lain agar saya bisa mencairkan dana tersebut secepatnya. Nanti kalau sudah cair uangnya kita bagi dua, saya 74jt yang 1jt mau saya pakai buat isi pulsa. Anda? mendekam saja di penjara!


Parto menekan tanda send dan pesanpun gagal terkirim. Ya gimana mau terkirim orang nomer dia saja lagi masa tenggang. Makin kesal karena keusilannya enggak membuahkan hasil.. Parto berjalan menuju ruang tamu.


"Ndah minta pulsa Ndah..!" Ucap Parto yang langsung mengambil hp adiknya yang ada di atas meja. Indah yang sedang menikmati brownies buatan ibunda Shela hanya diam tanpa berkomentar apapun dengan tindakan bar-bar kakaknya.


"Ndah ini kok pakai kode-kode to hpmu ini, piye bukae iki Ndah?" Parto bingung sendiri karena dia tidak bisa membuka kunci layar hp adiknya karena hp Indah diberi password.

__ADS_1


"Makanya jangan slunang-slunung nyomot apa yang bukan milikmu Mas, bingung to jadinya hahaha.. sini hpnya tak bukain!" Indah mengambil hpnya yang di lempar asal oleh Parto ke arah adiknya, untung aja jatuhnya di paha enggak di kepala Indah. Indah sempat manyun oleh ulah kakaknya itu. Indah mengarahkan mukanya ke arah kamera depan hpnya dan tersenyum seimut mungkin, dan taraa kunci layar hp Indah pun terbuka. Ternyata dia memakai fitur face unlock untuk mengunci layar hpnya. Aah ada-ada aja Indah ini.


"Jabang bayi.. opo kuwi kodene kok raimu dewe (jabang bayi.. apa itu kodenya kok mukamu sendiri)"


"Mas To.. iku dudu kode tapi face unlock!" Tutur Indah menjelaskan.


"Halah podo wae," Ucap Parto ngotot.


"Halah ngenyelan!" Indah juga enggak mau ngalah.


"Halah kandani bantah!"


"Halah tuo ra mudengan (tua enggak ngertian)"


"Heh sembarang nek ngomong!"


"Menengo kowe cah cilik bantahan! (diem kamu anak kecil bantah terus!)" Parto mulai emosi ladenin keusilan adiknya. Niatnya pengen ngusilin nomer yang sudah ngece dirinya tadi malah berakhir adu bantah dengan Indah. Indah hanya cekikikan karena bisa bikin kesal kakaknya.


"Mas To.. kue brownies tadi ini enak banget! Besok beli lagi ya Mas," Pinta Indah yang menunjukkan muka memelas kepadanya.


"Lha emang roti sing mau ntek? gragas men kowe (Lha emang roti yang tadi habis? rakus banget kamu)" Parto mengira adiknya yang kecil telah menghabiskan satu loyang brownies, tanpa memberi bagian untuk kedua orangtuanya.


"Heh ya enggak lah.. Itu di kulkas masih ada Mas, Aku tadi ambilin dulu buat emak sama bapak! enggak mungkin aku makan semuanya. Mok kira aku kuda nil sekali mangap mulutnya kebuka lebar banget. Ya Mas, besok beli lagi ya.. " Indah mengulang permintaannya.


Parto terdiam sesaat, perhatiannya tertuju pada kardus kecil wadah brownies itu. Dia mengambil kardus brownies yang terdapat nomer telepon yang bisa dihubungi ketika ingin memesan kue atau yang lainnya. Yang lainnya maksud Parto adalah untuk menghubungi gadis jutek itu tentunya. Dia tersenyum dan melakukan apa yang harus dia lakukan. Yaitu menyimpan nomer telepon yang tertera pada kardus brownies tadi.


.


.

__ADS_1


.


Beni mengarahkan motornya melaju menuju mini market yang terletak cukup jauh dari desanya. Dia diminta tolong ibunya untuk membeli madu, padahal ibunda Beni menyuruh besok pagi saja membeli madunya karena malam semakin larut. Tetapi Beni tidak suka menunda apa yang dia bisa kerjakan sekarang meskipun sebenarnya dia juga sudah merasa badannya capek akibat kurang istirahat. Karena dia yakin di warung-warung kecil dekat rumahnya tidak ada yang menjual madu dia putuskan saja langsung gasspol menuju tempat yang dia pernah lihat menjual madu di situ. Madu? untuk apa? Nanti tanya sendiri saja kepada ibunda Beni.


Setelah menembus pekatnya malam bersama motornya yang dia gass dengan kecepatan 80km/jam, akhirnya Beni sampai juga di mini market yang dia tuju. Beni yang akan langsung masuk ke dalam mini market itu di kejutkan dengan sosok perempuan yang duduk di lantai sambil memeluk lututnya sendiri (bayangin aja kek gimana itu). Dia duduk di pojokan mini market dekat gerobak ayam goreng yang sudah ditinggalkan penjualnya karena memang sudah habis dagangannya.


Beni acuh, dia langsung masuk dan membeli apa yang dia ingin beli tadi.


"Mbak.. mau tanya, itu cewek yang duduk di pojokan itu kenapa ya?" tanya Beni kepada kasir yang selesai menghitung belanjaannya.


"Tadi dia abis bertengkar Mas.. ribut sama cowoknya. Ketauan selingkuh cowoknya, tadi rame banget Mas. Mungkin karena malu cowoknya pergi aja ninggalin mbak itu di sini sendiri.. aduh aku kok malah ghibah orang sih," Ucap kasir itu menjelaskan kepada Beni.


"Lho kok enggak pulang aja, ini udah malem gini.. Mbak kenal enggak sama dia?" Kesian, itu hal pertama yang ada dalam pikiran Beni saat ini. Dia juga baru saja mengalami yang namanya dikhianati. Sebuah perselingkuhan mantan pacarnya yang kini sudah menjadi istri orang lain.


"Ya enggak kenal to Mas, orang aku juga baru kerja di sini.."


"Oowh yawes Mbak, suwun yo.." Beni berucap sambil nyelonong pergi.


Beni keluar dari mini market dengan membawa belanjaan dan juga rasa penasaran untuk perempuan yang saat ini masih duduk di pojokan mini market sambil menundukan kepala itu. Rasa simpati membuat Beni berjalan mendekati perempuan itu.


"Mbak.. sampeyan ogak opo-opo?"


Perempuan tadi menoleh ke arah Beni yang sekarang jongkok di dekatnya. Beni terkejut karena ternyata dia mengenal siapa gadis yang sekarang memandangnya dengan sisa air mata di pipinya itu.


Wanda.. ini beneran kamu,



Eaaa eaaa eaaa.. sopo kui sopo? yok main tebak-tebakan yok😆

__ADS_1


__ADS_2