Kisah Tentang Kita

Kisah Tentang Kita
Seno oh Seno


__ADS_3

Sampai di klinik Seno disarankan untuk melakukan tes darah, Parto dan Beni manggut-manggut aja mendengar saran petugas klinik.


"Ini jam berapa Ben?" Parto menyenderkan tubuhnya di kursi tunggu.


"Jam 22.10, kenapa?" Beni menguap. Ngantuk mulai menyerangnya.


"Ya udah kasih kabar orang tua Seno besok aja, kamu kalau ngantuk tidur dulu sana. Nanti gantian jaga Seno," Parto mengusulkan.


Dan tanpa diperintah kedua kali, Beni segera memejamkan matanya. Tapi, baru mau menuju alam mimpi.. Beni dikagetkan oleh tepukan tangan Parto ke pundaknya.


"Hmm opo To? Jare kon turu, asli lho aku ngantuk pol iki.." (Hmm apa To? Katanya disuruh tidur, asli lho aku ngantuk banget ini..) Beni berucap tanpa membuka mata.


"Ngantuk ya ngantuk, enggak ada yang larang kamu tidur. Tapi ya lihat-lihat tempat juga, kamu mau tidur pakai kursi roda gitu? Lha dikira petugas sini kamu salah satu pasien stroke yang mau kabur Ben!" Parto menahan geli melihat Beni langsung beranjak dari tempat duduknya,


"Lho aku kok enggak nyadar kalau yang tak pakai duduk itu kursi roda! Njiiir tenan!" Beni mencari lagi tempat yang bisa dia pakai untuk merebahkan diri.


"To.. Itu cewek kenapa kok nangis di pojokan malem-malem gini?!" Beni menatap ke arah yang dimaksud.

__ADS_1


"Cewek apa? Mana?" Parto ikut melihat ke arah yang Beni tunjuk dengan dagunya.


"Itu To.. Apa mungkin keluarga ada yang meninggal ya To, kasihan banget." Beni masih melihat ke arah yang dia maksud.


"Ya udah dihibur sana! Ati-ati siapa tahu itu wewe gombel lagi nangis nyari anaknya yang kabur karena mau dikasih ne_nen!" Parto cuek.


"Aku ikhlas jadi anaknya si gombel To.. ikhlas Lillahi ta'ala!" Beni nyengir. Emang dudulnya enggak ada obat ini orang satu!


Kembali ke kondisi Seno, dokter mengatakan Seno dehidrasi, juga tifus, dan maag yang kambuh membuat pria itu tumbang. Parahnya Seno juga nekat mengkonsumsi obat paracetamol dengan asal dan dosis melebihi aturan yang ditentukan. Dengan kata lain, Seno juga keracunan paracetamol. Keracunan paracetamol disebut juga dengan keracunan asetaminofen yaitu keracunan yang disebabkan oleh penggunaan obat paracetamol (asetaminofen) yang berlebihan. Kebanyakan orang hanya memiliki sedikit gejala atau gejala tak spesifik pada 24 jam pertama setelah overdosis. Gejala ini dapat berupa rasa lelah, sakit perut, atau mual. Setelah beberapa hari tanpa gejala, biasanya muncul kulit kekuningan, masalah pembekuan darah, dan kebingungan sebagai akibat dari gagal hati.


Untungnya kedua teman Seno cepat dan tanggap membawa Seno ke klinik. Sehingga dia mendapat pertolongan sesegera mungkin.


"Ben.. Kita enggak tahu apa yang dia rasakan, jujur aja aku kasihan sama Seno. Kalau aku yang di posisinya, belum tentu otakku masih bisa mikir waras." Parto mengutarakan pendapatnya.


"Iya To iya.. Aku tahu ini enggak mudah, tapi seenggaknya jangan konyol lah! Dia laki lho, harusnya pikirannya jalan duluan sebelum perasaannya! Dia minum pamol banyak-banyak buat apa cuba? Aku nyuruh dia minum obat bukan nyemil obat! Gila, putus cinta emang bikin kewarasannya hilang!" Masih ngamuk-ngamuk.


"Dokter bilang kan keracunan paracetamol ketahuan setelah dua tiga hari Ben, artinya enggak hari ini aja dia minum obat itu! Ya udah lah Ben, kita jangan bikin dia makin frustasi dengan siraman qolbu mu, dia butuh dukungan buat lewati massa kayak gini," Parto mencoba menenangkan Beni yang masih kesal karena Seno dianggap seenggaknya sendiri.

__ADS_1


"Hmmm..." Jawab Beni singkat.


"Udah tidur sana! Tadi katanya ngantuk," Perintah Parto.


"Wes ora nafsu turu To!" (Udah enggak nafsu tidur To!)


"Heem jalukmu turoni wong yo?" (Heem pengenmu nidurin orang ya?) Kata Parto asal.


"Lambemu To! Mentang-mentang kamu udah pernah rasain nidurin orang mau sok pamer hmm? Mok kiro aku iri ngono? Ancen!" (Kamu pikir aku iri gitu? Emang!)


Parto tersenyum. Dia enggak mau melanjutkan pembicaraan tentang tidur meniduri tadi, pantang baginya membuka rahasia ranjangnya. Dia suka berbagi tapi bukan berbagai cerita tentang kisah pernganuan yang dia lakukan dengan Shela.


Akhirnya malam itu mereka lewati dengan begadang, benar-benar ngobrol enggak jelas nyampe tak terasa adzan subuh membuat mereka tersadar kalau sudah hampir pagi.


"To.. Kamu pulang aja, sekalian kabarin mamaknya Seno. Kamu udah punya istri yang nungguin kamu di rumah, jangan sampai dia merasa enggak diperhatikan karena kamu semalaman ada di sini!" Beni sok bijak gaess!


"Iya Ben, nanti tak ke sini lagi. Baik-baik jaga anak kingkong itu, aku pulang dulu ya," Parto berpamitan kepada Beni, tanpa berpelukan atau cipika-cipiki tentunya!

__ADS_1


Ditinggal Parto membuat Beni mengantuk, wajar lah sudah tiga hari ini dia kurang tidur. Sebisa mungkin nemenin Seno yang lagi broken heart, tapi tetep aja dia kayak kecolongan saat tahu Seno nekat minum paracetamol melebihi dosis!


Sen.. Sen.. Tampang aja jago tapi, mentalmu loyo! Miris aku lihat kamu..


__ADS_2