Love Is Back

Love Is Back
Kedatangan Andien


__ADS_3

Sampainya di kantor Adhitama Grub Ando lebih dulu sampai dari pada Nathan. Pria itu memasuki lift khusus presedir dengan kartu vip yang hanya dimiliki oleh petinggi di kantor.


Sinta sekertaris Nathan yang juga baru sampai tersenyum meledek melihat wajah Ando yang masam.


"Eh, pak Ando mukanya kenapa? kayak kurang skincare." Ucap Sinta dengan suara menggoda.


"Diamlah Sin, jangan buat mood gue buruk dikantor." Ketus Ando kesal.


"Kenapa apa karena sudah tidak bisa ehem lagi jadi kusut." Ledek Sinta lagi yang memang tahu jika Ando seorang Casanova, bahkan Sinta sendiri pernah bermain dengan Ando dan itu pun sebatas have fun, setelah itu keduanya biasa saja.


Ando memang terkenal Casanova tapi dirinya juga tidak sembarang memakai jasa.


Memasuki ruangannya Ando menghela napas, pekerjanya begitu menumpuk di atas meja, dan ini semua karena kerjaan istrinya yang solehot sudah menggodanya dengan pakaian haram.


"Ck, tau gitu tadi isi vitamin dulu." Gerutunya sambil menghempas tubuhnya di kursi kerja.


Jika saja kemarin dirinya jadi lembur, pasti tumpukan kertas didepannya tidak sebanyak ini, dan jika sudah seperti ini, Ando lebih baik mematikan ponselnya dan tidak mau diganggu.


Bukan hanya Ando Nathan yang juga baru tiba sudah dibuat pusing hanya melihatnya saja.


Kedua pria yang ruanganya hanya berdampingan itu sama-sama merasa lelah lebih dulu sebelum bekerja.


Tapi demi kelurga mereka kembali bersemangat, apalagi tujuan hidup mereka masih panjang yang harus dicapai.


.

__ADS_1


.


Tet...tet...


Olive yang baru saja selesai bersiap untuk melihat dan mencari kampus baru, keluar kamar saat mendengar bel pintu apartemen bunyi.


"Tumben ada tamu." Gumamnya sambil membuka pintu.


Ceklek


"Maaf mau cari siapa?" Tanya Olive yang melihat gadis muda dengan masih berseragam SMA.


Andien menatap Olive dari atas sampai bawah, menilai penampilan kakak iparnya yang ternyata memang masih muda.


"Kenalin aku Andien, apa kak Ando ada?" Tanya Andien setelah mengenalkan diri.


Olive mengernyit, untuk apa anak sekolah memacari suaminya, atau jangan-jangan?


"Ada urusan apa? suamiku tidak ada." Jawab Olive sedikit sipek.


Dirinya meneliti penampilan gadis SMA yang cantik didepanya, wajahnya putih seperti kebulean seperti suaminya.


Mendengar jawaban sipek Olive, Andien tersenyum dalam hati, otaknya berfikir untuk mengerjai kakak iparnya ini.


"Lagian ini jam sekolah, kenapa kamu malah datang kesini bukannya belajar." Ucap Olive dengan sindiran.

__ADS_1


"Aku mau cari kak Ando, dia harus tanggung jawab_"


"Tanggung jawab apa?" Potong Olive lebih dulu. "Aku tahu kamu cuma pura-pura, dan memanfaatkan suamiku, mau uang berapa hah?"


Skak, Andien tercengang mendengar ucapan kakak iparnya yang pedas, dia pikir kakak iparnya tidak akan bicara seperti ini.


"Ayo katakan, berapa yang kamu inginkan? gadis seperti kamu pasti hanya mencari uang saja untuk beli skincare."


Glek


Andien semakin membuatkan matanya, apa wajahnya terlihat seperti memakai dempul skincare, apa kakak iparnya ini tidak bisa membedakan yang alami dan pakai formalin.


"Kenapa diam, jika sudah tidak ada lagi sana pergi." Usir Olive yang hanya melihat Andien diam saja.


"Ehhh tunggu, kak Olive galak banget sih kayak kak Ando." Andien mengerucutkan bibirnya saat Olive menutup pintu.


"Heh, dari mana kamu tahu namaku, kamu cenayang yaa." Olive menatap wajah Andien intens.


"Aku pikir selera kak Ando berkelas, taunya malah bar-bar." Gumam Andien dengan tertawa cekikikan, membayangkan kakaknya Ando yang pasti dibantai kena beban mental.


.


.


Jangan k

__ADS_1


__ADS_2