Love Is Back

Love Is Back
Sumpah Olive


__ADS_3

Sejak terakhir bertemu dengan Ando malam itu, keduanya kembali dekat dengan Ando yang selalu menjemput Olive dan mengajaknya pergi atau berkunjung keaparteman.


Meskipun hubungan keduanya tidak ada kejelasan tapi Olive yang memang menyukai Ando dan menaruh hati pada pria itu memilih untuk mengiyakan. Olive tahu Ando adalah pria Casanova, tapi rasa nyaman yang Olive rasakan dan pribadi Ando yang Olive sukai membuatnya tidak tega untuk membuat pria itu kecewa.


Olive memesan minuman yang menurutnya sangat cocok untuk melegakan tenggorokannya, gadis itu duduk dipinggir kaca kafe yang bisa melihat ke luar.


Untuk sesaat dirinya tertegun melihat dua orang yang salah satunya dia kenal turun dari mobil.


Bahkan Olive melihat Ando yang begitu perhatian dengan wanita itu.


Tidak ingin berpikir macam-macam tapi ini terlihat didepan matanya dan sangat jelas, dan untuk kedua kali Olive melihat wanita yang sama saat pertama kali dia lihat.


"Kak Ando." Gumam Olive melihat Ando dan Sofi baru masuk ke cafe, Ando yang belum menyadari keberadaan Olive biasa saja dengan merangkul pinggang Sofi yang memang menjadi kekasihnya.


"Sayang aku kita duduk disana." Tunjuk Sofi pada meja kosong yang tidak terlalu jauh dari Olive duduk.


Dan suara Sofi cukup terdengar oleh Olive.


Ando menurut pria itu masih merangkul pinggang Sofi dengan mesra, bahkan Ando terseyum ketika menatap Sofi.


Jelas melihat itu hati Olive mencolos sakit, sungguh pemandangan ini membuatnya sesak.


"Kak Ando!" Ucap Olive berdiri, ketika Ando dan Sofi akan melintasi tempatnya duduk.


Ando berhenti dan menoleh pada gadis yang sangat dia kenal. "Ndut kamu disini?" Tanya Ando dengan raut wajah biasa saja.

__ADS_1


"Siapa dia kak?" Tanya Olive yang dimaksud adalah Sofi.


Ando menatap Sofi yang juga ingin tahu siapa gadis gendut yang memakai seragam sekolah ini.


"Dia kekasihku Sofi." Jawab Ando tanpa ragu.


Olive memejamkan matanya, sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Maksud kak Ando apa?" Tanya Olive sekali lagi.


Meskipun tahu Ando seorang Casanova Olive tidak berpikir jika Ando menjalin hubungan dengan wanita dan mengakui hubungan itu didepanya.


"Sayang, siapa dia?" Tanya Sofi yang melihat raut wajah Olive seperti kecewa.


"Dia, bukan siapa-siapa sayang."


Seperti ada ribuan jarum yang menusuk hatinya, Olive disadarkan oleh kenyataan.


"Oh, aku pikir gadis yang suka kamu pakai juga." Ucap Sofi.


Ando melirik Olive, tatapan matanya menatap mata Olive yang sudah berkaca-kaca.


"Kak apakah aku tidak penting untukmu?" Tanya Olive dengan perasaan yang sudah hancur, meskipun sudah tahu jawabannya. Tapi Olive ingin mendengar langsung apa yang akan dikatakan Ando.


Ando menatap Olive dari atas sampai kepala, dari segi tubuh Olive memang tidak menarik bagi dirinya, tapi menatap wajah Olive Ando meraskan sesuatu desiran kecil dalam hatinya tapi Ando tetap tidak bisa merasakan hal itu.

__ADS_1


"Kau." Ando lagi-lagi memeperhatikan penampilan Olive. "Mana mungkin gadis sepertimu penting bagiku."


Jederr


Lagi-lagi Olive tersadar dari kenyataan.


"Ayolah Ndut, mana mungkin kamu seleraku." Ando terseyum remeh. "Lihat dia." Menujuk pada Sofi. "Wanita tipeku seperti dia bukan yang memiliki tubuh seperti kamu."


Air mata Olive tak kuasa tertahan, tangannya mengusap air matanya Olive menatap Ando dengan dalam.


Olive pergi dengan membawa sakit hatinya.


"Sayang mau kemana?" Sofi mencekal tangan Ando yang ingin pergi.


"Kamu tunggu sebentar."


Ando mengejar Olive yang sudah keluar dari restoran, entah mengapa hatinya terasa ada yang mengganjal tapi Ando tetap egois untuk tidak perduli dengan hatinya.


"Liv, tunggu dulu." Ando mencekal tangan Olive ketika gadis itu ingin masuk kedalam taksi.


"Lepas..!" Olive menyentak tangan Ando yang mencekal nya.


"Dengerin gue dulu, lu jangan marah-marah kayak anak kecil." Ucap Ando yang sudah kesal. "Lu bukan siapa-siapa gue jadi lu gak berhak marah-marah sama gue." ucap Ando dengan tegas. "Lagian lu itu masih sekolah dan lu_" Ando mejeda ucapanya, dan melirik tubuh Olive dari atas sampai bawah. "Lu taulah selera pria kayak gue gimana." Ando terkekeh remeh, membuat Olive mengepalkan kedua tangannya kuat, dengan tatapan mata yang penuh rasa kecewa mendengar ucapan Ando yang terakhir membuat hatinya terluka kembali.


"Aku sumpahin kamu tidak akan bergairah dengan wanita manapun kecuali aku." Setelah mengatakan itu Olive masuk kedalam mobil dan membanting pintu taksi dengan keras.

__ADS_1


Jederr


Ando berdiri mematung, tiba-tiba suara petir menggelegar.


__ADS_2