Love Is Back

Love Is Back
Bertemu Camer


__ADS_3

"Kak ini rumah siapa?" Tanya Olive yang masih duduk di dalam mobil.


Ando tersenyum, dan keluar lebih dulu dari mobil untuk membukakan pintu.


"Ayo.." Ando mengulurkan tangannya untuk menyuruh Olive keluar.


"Ini rumah siapa?" Tanya Olive lagi yang belum mendapat jawaban.


"Rumah calon mertua, yang sebentar lagi menjadi mertua beneran_ aaa sakit Ndut." Ringis Ando yang mendapat cubitan dipinggang oleh Olive.


"Sukurin, nyebelin sih." Kesal Olive dengan bibir cemberut.


Cup


Olive membulatkan kedua matanya, "Jangan teriak kalau tidak mau di dengan si Tarjo." Ucap Ando membuat Olive mendelik.


Ando tersenyum dan merangkul pinggang Olive, untuk berjalan masuk kedalam rumah kedua orang tuanya.


"Kak, aku malu." Cicit Olive.


"Malu kenapa?" Ando memeperhatikan Olive dari atas sampai bawah. "Penampilan kamu cantik."


Olive yang mendengarnya bersemu, "Ish, ngak peka banget sih." Ucap Olive mengalihkan rasa gugupnya.


"Sudahlah, mereka sudah tahu kamu. Hanya saja belum pernah melihat mu."


Olive mengehela napas. "Tapi kak kita kan_"

__ADS_1


"Cepat atau lambat kamu akan menjadi menantu dirumah ini." Potong Ando dengan tegas.


Olive pun akhirnya memilih pasrah, dirinya hanya mengikuti kata hatinya.


"Mah, Pah." Ucap Ando yang melihat kedua orang tuanya berada di halaman belakang, atau lebih tepatnya kebun sayuran.


"Ando.." Mama Ando yang bernama Liart tersenyum lebar, melihat putranya datang. Alat kebunnya langsung Lastri taruh dan mendekati putranya.


"Anak nakal, kau melupakan kami." Ucap Leart yang menjewer telinga Ando, bukanya memeluknya.


Ando yang sudah merentangkan kedua tangannya, menjadi mengaduh, dia pikir akan mendapat pelukan, tapi malah jeweran.


"Aduh mah, sakit. Ando bukan anak kecil lagi." Ucap Ando sambil memegangi telinganya yang masih di jewer.


"Rasain, kamu pantas mendapatkannya." Ucap Leart yang semakin menguatkan jeweranya.


"Mah, sudah malu sama calon mantu." Ucap Bagas Abisatya, papa Ando.


Leart yang baru menyadarinya langsung melepaskan tangannya.


"Eh." senyum Leart semakin mengembang melihat gadis cantik yang berdiri tidak jauh dari putranya.


Olive tersenyum kikuk melihat Mama Ando menatapnya.


"Wahh cantik sekali calon mantu Mama, katanya gendut tapi ini kurus cantik gini." Ucap Leart membuat Olive menatap Ando yang masih kesakitan dengan tatapan tajam.


"Eh, Mah lupakan gendutnya. Sekarang sudah seperti gitar spanyol." Ucap Ando mencoba mengalihkan kata-kata 'gendut' yang membuatnya tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Olive.

__ADS_1


"Apa kabar nak?" Leart memeluk tubuh Olive dan mencium kening Olive.


"Baik Tante." Jawab Olive masih kaku.


"Panggil saja Mama, sebentar lagi bukankah kamu akan menjadi istri Ando" Ucap Leart tersenyum.


Olive membulatkan matanya menatap Ando yang meringis, dengan mengangkat kedua jarinya membentuk V.


"Sayang itu papa." Ucap Ando yang melihat Bagas mendekat, setelah mencuci tangannya yang kotor.


"Om." Olive menyalami papa Ando dan mencium punggung tangan pria paruh baya itu.


"Panggil saja papa, seperti Ando." Bagas ikut tersenyum.


Olive merasa terharu, tidak disangka jika kedua orang tua Ando begitu baik dan menyambutnya dengan hangat.


"I-iya mah, Pah." Ucap Olive kikuk.


Ando tersenyum lebar. "Lihatlah mah, Pah. calon istri Ando jadi malu." Ucap Ando membuat kedua orang tuanya tertawa.


Olive menuduk malu. Dengan orang tua Bisma saja dirinya merasa aneh, karena mereka seperti menjunjung tinggi pamor membuat Olive tidak merasa nyaman.


Sedangkan orang tua Ando, sama seperti kedua orang tuanya, yang menghormati tamunya ketika datang kerumah.


"Mah, Pah, Ando akan mengantar Olive ke Surabaya, do'akan Ando agar tidak ada kendala."


"Kak." Olive menatap Ando tak percaya.

__ADS_1


Dirinya kabur dari rumah neneknya, tapi dengan santainya tanpa persetujuan pria didepanya ini akan membawanya kembali ke Surabaya.


__ADS_2