
Siapa yang tidak suka istri manja seperti ini, Ando menyukai Olive yang manja apalagi bergantung padanya. Ando merasa sangat dibutuhkan jika seperti ini.
"Mau nambah lagi?" Tanya Ando sambil menunjuk bebek goreng diatas piring Olive yang hanya tinggal tulang.
Eeegghh
Olive menutup mulutnya saat bersendawa. "Upss sorry." Ucap Olive yang masih menutup mulutnya, dirinya merasa malu dan tidak enak apalagi tidak bisa jaga image didepan suaminya.
Ando malah teekekeh. "Itu tandanya kamu kenyang, jadi tidak boleh makan lagi." Ucap Ando dengan senyum.
Olive hanya menyengir. "Maaf kak, pasti kamu malu punya istri jorok kayak aku." Ucap Olive yang merasa bersalah.
"Kenapa aku harus malu, aku suka kamu apa adanya tidak harus Perfect didepan suamimu ini."
Mendengarnya saja sudah membuat Olive terharu, dia pikir Ando adalah pria yang harus terlihat sempurna.
"Dulu aku sering kesini sama Ayana, setiap dia habis terima gaji pasti kami menghabiskan waktu disini." Olive mengenang masa lalu bersama sahabatnya, dimana masa sulit sahabatnya itu mencari pekerjaan. Tapi siapa sangka sahabatnya itu kini nasibnya berubah. Dari "Pengasuh berhutang menjadi istri kaya" Pembantuku Canduku_
"Hem, aku juga tahu bagaiman perjalanan sahabatmu itu setelah menikahi Nathan." Ando juga mengingat bagaimana Nathan hampir menyia-nyiakan wanita baik yang pantas mendampingi hidupnya. Dan ternyata kini mereka menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia menunggu kelahiran anak mereka yang pertama.
"Aku ingin kita akan seperti mereka, meskipun jalan kita tidak sama, tapi aku berharap cinta kita mampu membuat mahligai rumah tangga kita kuat selamanya." Ucap Ando sambil menggenggam tangan Olive dan mencium punggung tangannya.
"Aamiin.."
Setelah menghabiskan waktu makan diluar, kini keduanya kembali keaparteman setelah merasa perutnya kenyang, bahkan Olive sampai tertidur dimobil ketika jalan pulang.
"Kalau kamu begini terus, aku yakin sampai bulan depan pun kamu akan tetap menjadi istri yang masih perawan." Gumam Ando sedang menatap wajah Olive yang sudah terlelap.
Ando menertawai dirinya sendiri. "Penjajah gunung dan lembah, bisa didaki dan diseberangi, tapi naklukin bini sendiri kok susah, naseb mu Lai." Ucap Ando negenes sambil menatap belalainya didalam sangkar yang tak terlihat.
Olive ingin sekali tertawa mendengar ucapan suaminya yang terkesan menyedihkan tapi juga lucu. Dirinya tadi memang tertidur, tapi setelah Ando merebahkan tubuhnya di ranjang Olive sudah bangun dan enggan membuka mata.
"Sabar, katanya suami sabar akan dapat hadiah." Ucapnya yang dibuat sendiri.
Orang sabar itu pantatnya lebar bukan dapat hadiah, dasar sendal jepit. Umpat reader yang gemas dengan kelakuan bule yang menjelma menjadi sendal jepit kesayangan.
Olive membuka matanya saat terdengar pintu kamar tertutup, matanya melirik kearah pintu dan Ando sudah tidak ada.
"Apa iya malam ini aku harus merelakannya." Ucap Olive sambil mengigit bibir bawahnya.
Takut, Olive hanya takut merasakan sesuatu yang belum pernah dirinya rasakan, meskipun kata orang bercinta adalah surga dunia, tapi melihat sipnosis video yang pernah dia tonton saja sudah membuatnya merinding disko.
__ADS_1
"Tapi jika aku mengulur dan menolaknya, akan mendapat dosa." Ucapnya lagi dengan penuh pertimbangan.
Jika Olive memikirkan malam bercinta alias surga dunia, lain dengan Ando yang kembali berkutat dengan pekerjaannya yang belum selesai.
Besok dirinya sudah masuk kantor dan Ando tidak ingin lembur dan pulang telat lantaran sudah ada Olive yang menunggunya dirumah.
Jika dulu saat Olive pergi dirinya lebih memilin bekerja sampai tidak kenal lelah, kini Ando ingin menikmati kebersamaannya bersama sang Istri yang baru saja ia nikahi.
Pengantin baru ibarat anget-anget tahi ayam, baunya kemana membuatnya selalu mencari.
"Kalau bukan bos aja udah gue gibeng lu Nat." kesal Ando karena selalu diteror dengan pesan Nathan yang selalu mengancamnya.
"Lama-lama lu jadi bos nwgeselin juga." Gerutunya lagi. Bibirnya mengomel tapi otak dan tangannya tetap bekerja.
"Kok nggak balik-balik sih." Kesal Olive yang sudah menunggu lama suaminya tak kunjung masuk kekamar.
Olive yang kesal memilih turun dari atas ranjang, dan meninggalkan ponselnya yang menyala. Menampilkan laman pencarian si situs Mbah Google. Cara melepaskan keperawanan untuk suami.
Jika kalian membacanya pasti akan tertawa, karena hasil yang dicari menampilkan Belanja cara melepaskan keperawanan.
Bikin Otor ngakak si Olive mah..
Ngintip sedikit, Olive bisa melihat jika suaminya sedang fokus pada layar segi empat didepanya.
"Ditungguin lama, ternyata asik dengan benda mati." Gumam Olive sambil tersenyum.
"Aku kerjain ah." Ucapnya yang memiliki ide.
Karena sudah niat dan manatap untuk memberikan hak suaminya malam ini, Olive sudah menyimpan sesuatu yang dia bawa sejak tadi.
"Kak.."
Suara Olive tentu saja membuat Ando mendongak, melihat wanitanya masuk dengan senyum malu-malu.
"Kenapa sayang? kamu sudah bangun?" Pertanyaan Ando membuat jantung Olive tak sehat kenapa rasanya begitu indah.
"Emm, aku terbangun karena tidak ada kamu." Jawab Olive dengan suara dibuat manja.
Ando tersenyum senang mendengar penuturan Olive. "Ingin aku peluk hm?" Ucap Ando sambil menarik tangan Olive, dan membuat Wanita itu jatuh duduk dipangkuannya.
"Hu'um." Olive hanya mengagguk saja, padahal jantungnya sekarang sedang berpacu dengan cepat.
__ADS_1
Ando menyelipkan rambut Olive kebelakang telinga, dan menatap wajah cantik istrinya dengan intens.
Olive yang ditatap seperti itu tidak berani menatap balik, dirinya menuduk malu.
"Kenapa hm." Jari Ando mengangkat dagu Olive agar menatapnya.
Kini tatapan keduanya bertemu, dengan saling terkunci, sama-sama mengagumi paras didepan mereka yang semakin membuat jantung tidak sehat.
Cup
Tanpa lama dan sudah tidak tahan, Ando memilih melumatt bibir Olive lembut penuh perasaan.
Malam ini dirinya akan mencoba untuk membobol goa yang belum pernah dia rasakan, meskipun sudah melihat tapi sama sekali belum tahu rasanya.
"Ahh kak." Olive yang tidak tahan mengeluarkan suara lacnut yang sejak tadi dia tahan.
Kini kepala Ando sudah terbenam di belahan dada Olive yang semakin membuat belalainya semakin dalam tegangan tinggi.
"Emhh..kak jangan digigit." Pekik Olive saat Ando selalu mengigit pucuk kecil yang menggemaskan itu.
"Gemas sayang, tidak akan bosan." Ucapnya yang masih melancarkan aksinya.
"Kak aku ingin Ahhnu." Ucapan Olive terbata apalagi saat Ando menyesap bulatan kecil itu kuat.
"Ingin apa Sayang, katakan."
Olive merem melek dengan tangan menekan kepala Ando agar semakin dalam.
"Sayang apa malam ini aku boleh main sepak bola?" Tanya Ando ambigu, tatapan keduanya sudah terlihat sayu menggebu-gebu untuk melanjutkan aksi panas selanjutnya.
"Emm, tapi aku mau pakai ini dulu kak." Ucap Olive sambil menunjuk botol kecil yang dia bawa.
"Untuk apa minyak kelapa?" Tanya Ando dengan bingung.
"Katanya harus pakai pelumas biar masuknya enak dan tidak seret." Jawab Olive polos.
"Ya salam. Titisan mu Mak Susi."
.
Otor Semangat, Reader juga semangat dong kasih author Semangatnya 🤣🤣
__ADS_1