Love Is Back

Love Is Back
Kalau sudah pergi baru terasa


__ADS_3

"Maksud kamu apa sayang." Sofi menatap Ando dengan jantung berdebar. "Apa aku punya salah, apa aku melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai, tolong jangan_"


"Karena aku tidak mencintaimu." Tukas Ando tegas memotong ucapan Sofi.


Kepala Sofi menggeleng kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Tapi kenapa? aku mencintaimu dan selama sebulan ini kita sudah menghabiskan banyak waktu dan_"


"Sudahlah, tidak perlu membahas sesuatu yang tidak penting." Potong Ando dengan menatap Sofi kesal. Wanita didepanya tidak mengerti jika selama sebulan ini dirinya tidak bisa menyalurkan sesuatu yang begitu dirinya sukai, dan Ando menyadari jika semua wanita tidak bisa membuatnya terpuaskan termasuk Sofi kekasihnya yang awalnya hubungan mereka baik, tapi setelah kata-kata yang pernah terlontar dari bibir Olive membuat Ando frustrasi.


"Sayang," Sofi menyentuh lengan Ando, wanita itu menatap Ando dengan tatapan sendu. "Sejak pertama kita bertemu, aku sudah jatuh hati padamu, dan saat aku mengenalmu lebih jauh maka hatiku semakin dalam mencintaimu." Sofi menjatuhkan air matanya. "Meskipun aku bukan wanita yang baik dan pertama bagimu, tapi kebaikanmu membuatku tidak bisa menolak perasaan yang semakin dalam untuk mencintaimu."


Ando sama sekali tidak menatap wajah Sofi yang sudah basah dengan air mata, hatinya sama sekali tidak tergerak untuk membalas perasaan yang Sofi utarakan.

__ADS_1


"Carilah pria yang mencintaimu, jangan kau buang-buang waktumu hanya karena menunggu pria yang sama sekali tidak menginginkanmu."


Deg


Hati Sofi mencolos, pertama kali dirinya jatuh cinta, dan ternyata cintanya tidak terbalas kan. Beginikah rasanya sakit hati karena cintanya ditolak. Perih dan sakit, Sofi merasakannya secara bersamaan.


Wanita itu menangis dengan menutup wajahnya menggunakan tangan, Sofi tergugu disofa setelah Ando pergi meninggalkannya sendiri didalam ruanganya.


"Ya Tuhan apakah karena aku wanita kotor." Ucap Sofi yang menyalahkan kehidupannya yang bermula dari menjual diri, wanita itu juga tidak ingin melakukan pekerjaan kotor itu jika tidak butuh uang banyak.


Untuk Sofi dirinya memang tidak memiliki perasaan apapun, dan selama mereka bersama sebagai sepasang kekasih hanya untuk bersenang-senang, dan Ando tidak ingin terjebak kedalam hubungan tanpa cinta kembali seperti dirinya dan Mita dahulu.


"Ternyata memang ada, Jika sudah pergi baru terasa." Gumam Ando dengan wajah sendu.

__ADS_1


Pria Casanova itu baru merasakan arti sebuah lirik lagu yang kenyataannya memang ada, dirinya merasakan kehilangan gadis yang tidak penting baginya, dan kini dirinya malah merasa dicampakkan.


Ah, entahlah.


Mobil sportnya berhenti di depan rumah Olive, Ando menatap rumah Olive yang memang terlihat sepi, pria itu berdiri di luar dengan bersandar pada body mobilnya.


"Kenapa harus kamu Ndut, kenapa harus kamu yang aku rindukan." Ucapnya dengan perasaan rindu dan juga rasa bersalah yang masih bersemayam di hatinya.


Ando merogoh ponsel di saku celananya, dia melihat nomor Olive diroom chat, dan nomornya sudah lama tidak aktif.


"Bahkan kamu sampai memblokir nomorku." Gumam Ando dengan perasaan sesak.


Jika bisa diulang, dirinya tidak akan menyakiti perasaan gadis itu, jika ternyata hatinya mengingkan gadis itu untuk tinggal, Ando merutuki kebodohannya yang tidak bisa merasakan jika hatinya sudah terpaut pada Olive, dan saat gadis itu pergi dirinya sudah terlambat mengatakannya.

__ADS_1


"Olive maafkan aku."


__ADS_2