Love Is Back

Love Is Back
belalang kupu-kupu


__ADS_3

Sibuk dengan ponselnya Ando tersenyum menyeringai, "Wanita mana yang akan menolak surga makanan." Ucap Ando dengan percaya diri.


"Sayang sedang apa?" Ucap Ando yang tiba-tiba memeluk Olive dari belakang.


Olive hanya melirik sekilas dan kembali menatap layar televisi yang hidup.


Melihat ekpresi Istrinya Ando seperti mendengar bunyi alarm diatas kepalanya, itu tandanya dia harus waspada.


"Sayang, ikut aku yukk." Ucap Ando dengan senyum yang dipaksakan mengambang sempurna seperti adonan yang dikasih fernipan.


"Kemana?" Tanya Olive yang masih dalam mood jendes, eeh salah judes maksudnya.


"Jangan sipek gitu dong mukanya, bikin aku pengen nyubit tau ngak."


Ando yang gemas mencubit kedua sisi pipi Olive.


"Ihh kak, sakit tau." Kesal Olive yang semakin memanyunkan bibirnya.


"Sekarang mau kemana aku temenin, mau makan, nonton, jalan-jalan atau_"

__ADS_1


"Kita ke mall." Potong Olive cepat.


"Baiklah, untuk istriku hari ini akan aku turuti." Ando mengusap kepala Olive lembut.


"Jadi besok-besok tidak lagi." Ucap Olive dengan mata memincing curiga.


"Hm, besok." Ando menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Besok aku sudah bekerja sayang, mungkin waktuku tidak banyak, tapi saat weekend aku janji kita akan menghabiskan waktu berdua." Tutur Ando membicarakan kemungkinan yang terjadi. Dirinya tidak mungkin menjanjikan hal yang gampang dan mudah tapi belum tentu dirinya bisa mengabulkan.


"Hm, besok aku akan melihat kampus saja." Ucap Olive. "Apa aku boleh pergi sendiri?" Tanya Olive sekaligus meminta ijin.


"Boleh, asalkan tidak untuk bertemu dengan pria lain." Tukas Ando dengan tegas. Dia ingin Olive menempatkan dirinya yang tidak seperti dulu lagi saat masih gadis, meskipun begitu Ando yakin jika paras cantik istrinya banyak yang menggilai.


"Cih, memangnya aku kamu, yang suka buka-bukaan sana sini." Ketua Olive yang lagi-lagi membuat Ando mengehela napas.


"Jejak digital pasti ada dan bisa dihapus saat tersebar dan aku yakin kamu bisa melakukan itu, Tapi tidak dengan mata dan otak ku yang merekam kuat bagaimana kamu mengh_"


"Sttt sudah jangan dibahas." Ando menatap wajah Olive dengan penuh rasa bersalah.


"Lebih baik sekarang kamu siap-siap gih,, katanya ingin ke Mall." Ando mengalihkan pembicaraan mereka. Dirinya merasa bersalah dan terlalu bodoh saat dulu, belum menyadari perasaannya.

__ADS_1


Dulu memang dirinya bodoh, hingga hampir kehilangan' wanita yang berarti dihidupinya, tapi sekarang kini wanita itu tidak akan pergi darinya. Karena ikatan yang mereka jalin kuat.


Akhirnya Olive menurut, memilih berganti pakaian dan pergi kemanapun dia mau.


Ando juga pasrah saat sang istri yang memintanya ini dan itu, bahkan tujuan utama Olive meminta ke Mall sudah berubah haluan saat melihat pasar malam yang tidak jauh dari rumah kedua orang tuanya.


Tentu saja Olive tahu karena melihat story tetangganya yang sedang memposting berada dipasar malam.


"Kak aku ingin masuk kerumah hantu." Ucap Oliva menujuk permainan rumah hantu di area pasar malam itu.


"Sayang yang lain saj yaa, tidak baik untuk jantung jika kita masuk kesana." Ucap Ando mencoba untuk bernegosiasi.


"Ck, kesehatan jantung apa sih. Yang ada adu agrenali." Ucap Olive yang kekeh. "Atau jangan-jangan, kamu takut masuk kedalam sana?" Tanya Olive menelisik curiga menatap wajah Ando yang sudah kelimpungan.


"Mana mungkin aku takut sayang, yang ada mereka yang takut sama aku." Ucap Ando dengan penuh keyakinan.


"Cih sombong, awas aja kalau sampai kencing di celana, aku sunat dua kali biar nyahok."


Glek

__ADS_1


Mendengar kata sunat, Ando reflek menutupi asetnya dengan kedua tangannya.


"Jangan sayang, kalau kamu sunat lagi tidak akan menjadi belalai gajah lagi, tapi belalang kupu-kupu."


__ADS_2