
Ting
Bunyi pesan masuk diponsel Ando, Olive yang sedang duduk di kursi meja rias melihat pesan dari nomor baru yang tidak disimpan oleh suami.
"Sat, ayo kita ketemuan. Mumpung anak-anak sedang kumpul."
Tulisan itu sempat Olive baca, ponsel Ando memang tidak mengunakan sandi tapi Olive memang tidak pernah membuka ataupun memeriksa ponsel sang suami.
Ceklek
Ando baru saja selesai membersihkan diri, pria itu baru saja sampai di apartemen setelah dari kantor.
"Kak ponselmu berbunyi." Ucap Olive yang melihat Ando keluar dari kamar mandi.
Entah kenapa Olive menjadi penasaran dengan nomor yang memanggil suaminya 'Sat'.
"Siapa sayang." Ando berjalan mendekati Olive.
"Ngak tau." Olive mengangkat kedua bahunya tidak tahu, padahal dirinya penasaran.
Ando membaca pesan yang masuk, meskipun tidak ada namanya Ando sudah tahu siapa yang mengirim pesan. Siapa lagi jika bukan Fiona yang memanggilnya dengan panggilan 'Sat'.
"Kamu bersiap ya, malam ini teman masa sekolahku akan berkumpul." Ucap Ando pada Olive yang menatapnya.
__ADS_1
"Teman sekolah?"
Ando mengaguk. "Beberapa hari lalu aku bertemu salah satu dari mereka yang ternyata klien Nathan adalah teman sekolah dulu." Tutur Ando. "Sekarang mereka sudah berkumpul, dan kami sudah lama tidak bertemu." Ando begitu antusias menceritakan sahabatnya semasa sekolah dulu.
Olive pun hanya mengikuti ucapan suaminya, dirinya berdandan seperti biasa, karena Olive memang tidak suka berpenampilan terlalu mencolok make up.
"Bagaimana penampilan aku kak, pantas tidak kamu bawa." Ucap Olive sambil tersenyum malu.
"Kamu selalu cantik sayang, hanya aku yang boleh melihatmu." Ando tersenyum dan merangkul pinggang Olive.
"Gombal, nanti kalau aku jelek. Aku bikin malu kamu didepan para sahabatmu."
Ando malah tertawa, "Aku malah yakin jika mereka akan iri padaku memiliki wanita cantik seperti dirimu."
Olive yang di gandeng merasa terharu, suaminya benar-benar menjaganya.
"Nah itu mereka." Ando menujuk sebuah meja yang berisikan lima orang, empat laki-laki dan satu wanita.
Olive sempat tertegun melihat ada seorang wanita di meja itu, tapi seketika pikirnya dia tepis jauh-jauh.
Feeling istri memanglah kuat, hingga saat keduanya berdiri didepan mereka wanita itu tampak terkejut melihat Olive.
"Hay man, long time no see." Ucap Ando yang lebih dulu menyapa mereka.
__ADS_1
Meskipun Ando menyapa dengan memeluk dan memberikan tos ala pria, tangan kiri Ando tidak lepas menggenggam tangan Olive.
Setelah menyapa satu persatu Ando ikut duduk, tapi sebelum itu dirinya menggeser kursi untuk Olive lebih dulu.
"Terima kasih Kak." Ucap Olive yang mendapat perlakuan manis dari suaminya didepan para sahabatnya.
Sedangkan sejak tadi Fiona seperti tidak nyaman melihat sifat manis Ando.
Ando hanya tersenyum menanggapi ucapan Olive, dan Ando ikut duduk di samping istrinya.
"Kenalin man, bini gue ibu dari anak-anaknya gue."
Deg
Jantung Fiona terasa diremas, Meskipun dirinya bisa melihat cara melakukan wanita itu dengan manis, apalagi tangan Ando tidak lepas dari genggamannya, dan ternyata adalah istri pria yang dia cintai dalam diam sejak sekolah.
"Waahh ternyata lu udah Merid, selamat bro." Mereka kembali mengucapkan selamat dengan senang hati, tapi lain dengan Fiona yang sudah ditampar dengan kenyataan sebelum Ando tahu persangkaannya.
"Thanks man, dan sebentar lagi kita akan memiliki buah hati." Ando mengusap perut buncit Olive didepan para sahabatnya.
Dan Fiona bisa melihat betapa Ando begitu bahagia dan mencintai istrinya itu. Dirinya sudah kalah sebelum maju, dan Fiona sudah kalah sejak dulu.
"Doakan agar persalinan saya lancar ya." Ucap Olive yang mengembangkan senyum.
__ADS_1
Ando menatap Olive penuh cinta, bukan ingin pamer, tapi memang kenyataannya seperti itu. Dan para sahabatnya juga ikut bahagia melihat Ando yang sudah menemukan kebahagiaannya.