Love Is Back

Love Is Back
Lolipop versi Ando


__ADS_3

Semakin hari Ando semakin membuat Olive tidak bisa berkata-kata, pria itu tidak ada celah untuk membuat Olive mengomel. Jika sebelum kehamilan Olive keduanya suka berdebat, lain halnya sekarang Casanova itu tidak lagi suka membantah ucapanya.


Jika sudah Olive sudah tidak ingin mengalah, maka Ando yang memilih untuk diam tanpa mau berdebat.


"Kak sudah nanti kamu lelah."


Tangan Ando bergerak naik turun di kaki Olive saat memijit.


"Aku lelah memang mencari nafkah, tapi kamu lebih lelah membawanya." Ando mengusap perut Olive yang sudah mulai kentara buncit karena akan memasuki bulan ke empat.


"Ish kamu bikin wajahku panas saja." Olive tersipu malu, mendengar ucapan suaminya yang begitu membuat hatinya lumer.


Ando ikut tersenyum. "Meskipun aku bukan pria yang baik dan berlumur dosa, tapi aku akan berusaha menjadi papa yang bisa membanggakan anak-anak kita."


Ando menatap istrinya dengan tatapan penuh, cinta, tatapan hanya untuk Olive seorang. "Aku sudah puas menjelajah gunung dan lembah kesemua penjuru saat aku masih sendiri, dah sekarang aku sudah lelah dengan semua itu, yang aku inginkan sekarang membahagiakan istri dan Calon anakku, dan bagaimana aku bisa menjadi pria lebih baik dari sebelumnya, anggap saja aku sudah tobat."


Pluk


"Dasar pria penjajah wanita kelas kakap." Ucap Olive melirik Ando sinis.


"Dan karena itu, kau tega padaku hingga aku mendapat predikat Casanova karatan."


Hahaha...


Olive langsung tertawa mendengar apa yang Ando katakan.


"Itu sih salah mu yang suka sodok sana sini dan berakhir letoy." Ucap Olive masih dengan tawanya.


Ando mendengus. "Tapi sayang kenapa kata-kata mu dulu begitu mampu membuat Lai tak berkutik, bahkan aku harus menahan malu karena belalaiku tidak bisa menyembur dan hanya membuat mereka yang terpuaskan."


Lagi-lagi Ando mengingat bagaimana dulu dirinya merasa frustasi karena belalainya hanya bisa memuaskan tanpa bisa dipuaskan.


"Lalu, sampai berapa lama kamu seperti itu." tanya Olive dengan penasaran, pasalnya dirinya cukup lamar menghindar dari pria itu.


Ando tampak berpikir dan ketika mengingatnya dia menghela napas.


"Hampir empat bulan, dan selama itu aku tidak bisa produksi aktif."

__ADS_1


Bugh


"Kenapa kamu suka sekali bermain seperti itu? apa tidak takut tertular_"


"Tidak mungkin karena aku bukan pria asal-asalan memilih partner." Potong Ando lebih dulu.


"Lalu wanita mana yang begitu berkesan ketika kamu berhubungan." Tanya Olive lagi dengan menatap intens suaminya.


Ando menelan ludah kasar "Sudahlah jangan bahas seperti itu." Ucapnya yang tahu arah kemana nantinya obrolan mereka.


"Ck, kamu tidak mau menjawab pasti karena kamu begitu menyukai kegiatan itu." Olive membuang wajah dengan wajah masam.


"Sayang bukan begitu tapi_"


"Sudahlah, mereka memang paling berkesan sehingga membuatmu tidak bisa melupakannya." Olive berasa jika wanita yang dulu suaminya pakai sangat berkesan.


"Heh, pikiran macam apa itu." Ando menatap Olive geleng kepala.


"Aku tidak mau menjawab, karena aku tidak ingin membuatmu bersedih, apalagi menyangkut masa lalu yang bisa saja membuat perasaan mu sensitif, kamu istriku, kamu wanita pilihanku, itu berarti kamu diatas segalanya dari mereka."


"Ehh kok malah nangis sih." Ando mengusap wajah istrinya yang tiba-tiba, menjatuhkan air mata.


"Kamu yang bikin aku nangis kak." Olive tidak bisa membendung air matanya, wanita hamil itu sangat perasa, apalagi mendengar ucapan suaminya yang menyentuh hatinya.


"Aku kan ngak ngapa-ngapain sayang." Ando juga panik melihat istirnya tiba-tiba menangis tanpa sebab.


"Sudah ya jangan nangis, cup-cup kasihan dedek bayi." Ando membawa Olive kedalam pelukannya.


Olive mengusap air matanya, dirinya juga tidak tahu kenapa menangis, padahal hanya mendengar ucapan suaminya saja.


"Udah sayang, kalau tidak mau diam nanti aku kasih kamu permen loh." Ucap Ando.


Olive langsung mendongak, mekipun masih didalam dekapan suaminya.


"Permen?" Olive mengerjapkan kedua matanya lucu.


Membuat Ando gemas, dan mengecup bibir Olive sekilas.

__ADS_1


"Ihh, main cium aja." kesal Olive sambil mengerucutkan bibirnya.


Ando terkekeh. "Mau tidak aku kasih permen." Tanya Ando lagi yang belum mendapat jawaban dari Olive.


"Mau, tapi permen hot-hoy pop." Jawab Olive dengan senang.


Ando tampak berpikir. "Tidak aku tidak mau memberikan permen itu."


Olive kembali berpikir "Lalu permen apa?" Tanyanya lagi.


"Lolipop." Ando tersenyum menyeringai.


"Mana." Olive melonggarkan pelukannya dan menatap wajah suaminya serius.


"Geser dulu biar aku ambilkan."


Olive menurut, wanita itu bergeser hingga membuat Ando berdiri di samping sisi ranjang, dan Olive duduk.


"Eh mau apa?" Cegah Olive saat melihat Ando yang akan membuka celana.


"Katanya mau permen Lolipop ya ini."


Jreng


"Kak otakmu konselt." Olive menutup wajahnya saat Ando membuka celananya dan menampilkan belalai Lolipop yang masih lembek.


"Dih kayak gadis perawan saja, pakai tutup wajah, yang ditutup tu mata bukan wajah."


Sialan memang suaminya itu.


.


.


Gaess Mak otor belum bisa up banyak, masih ada kesibukan di RL🙏🙏


Sayang kalian 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2