
Setelah melakukan perjalanan selama lebih dari satu jam. Akhirnya mereka sampai juga di Jakarta.
Rasti senang karena bisa berkunjung ke Jakarta rumah Faisal yang memang tidak pernah Rasti datangi.
Rasti memilih menunggu anak-anak nya datang menemuinya ke Surabaya dan alhasil dirinya tidak pernah melihat tempat tinggal putranya di Jakarta.
"Nak Ando menginap disini dulu kan?" Tanya Susi yang datang mengambilkan minum untuk suami dan menantinya, Rasti sudah masuk kamar karena mengeluh pegal dan capek. Wajar saja umur Rasti sudah tua dan tidak biasa perjalanan jauh.
"Bagaimana mau Olive saja mah, lagian besok aku juga sudah kembali bekerja." Jawab Ando sambil melirik Olive yang juga meliriknya.
"Loh, memangnya tangan kamu sudah sembuh, kok udah mau kerja aja?" Tanya Faisal yang mendengar ucapan Ando.
"Sudah Pah, pekerjaan Ando dikantor banyak pasti Nathan sudah stress aku cuti lama-lama."
Tidak menutup kemungkinan Nathan tidak akan stres dan ngamuk, pria itu tidak pernah mengijinkan Ando untuk cuti lama. Tapi saat ini Ando sudah hampir tiga Minggu tidak masuk kerja, padahal cutinya tidak sampai lama seperti ini.
"Lalu kalian akan pulang kemana?" Tanya Susi yang penasaran.
"Saya akan bawa Olive keaparteman mah, sementara kami akan tinggal di sana lebih dulu."
Jika mereka punya anak, Ando sudah menyiapkan tempat tinggal mereka, tapi mengingat dirinya masih pengantin baru dan butuh berduaan, Ando memboyong Olive keapartemannya.
"Lagi pula, Olive juga akan kembali mendaftar dikampus baru."
__ADS_1
"Tapi nak, apa Olive masih bisa mendapatkan beasiswa?" Tanya Faisal yang penasaran.
Ando terseyum. "Tidak Pah, beasiswa Olive dicabut. Lagi pula sekarang Olive tanggung jawab saya, jadi apapun yang Olive inginkan akan saya berikan dan mendukungnya.
Faisal dan Susi bernapas lega. "Syukurlah, kami pikir Olive akan berhenti kuliah, dan itu sangat disayangkan."
Ando mengaguk, dan menatap wajah istrinya dengan senyum lembut.
"Sayang, kamu pilih saja kampus yang kamu inginkan, sisanya biar aku urus."
Olive tersenyum senang, "Baiklah, tidak masalah."
Setelah berbincang Ando pamit dan membawa Olive, kali ini dirinya benar-benar bahagia dan bebas, apalagi status mereka sudah sah itu berarti dirinya tidak akan kena denda karena membawa anak gadis orang.
Olive yang tadi menatap pemandangan, kini menatap Ando yang sesekali menatapnya dan kembali fokus menyetir.
"Terserah kak Ando saja." Jawab Olive, yang tidak memikirkan pesta mewah dan megah seperti impiannya.
"Kenapa terserah aku? katakan saja pesta apa yang kamu inginkan, aku akan mengabulkannya."
"Sekarang aku belum memikirkan itu kak, jadi aku ikut saja."
"Sayang, setiap wanita memiliki impian untuk menjadi ratu sehari, dan pasti para wanita menginginkan pesta yang mewah dan megah didalam pernikahannya untuk satu kali seumur hidup, dan aku tahu jika kamu juga memiliki keinginan." Ucap Ando panjang lebar.
__ADS_1
Jika Olive yang bilang terserah, maka sebagai seorang pria tentu saja beban berat untuknya, karena kata terserah itu adalah kata keramat diatas segalanya.
Terserah adalah kata keramat yang paling paten.
"Nanti saja kak, untuk urusan pesta. Yang penting kita sudah sah saja aku sudah senang." Ucap Olive jujur.
Ando tersenyum senang, "Terima kasih." Tangannya meraih tangan Olive untuk dicium.
"Untuk apa?" Tanya Olive.
"Untuk semua, terutama untukmu yang sudah menerimaku." Ucap Ando dengan tulus.
Kening Olive mengkerut. "Kamu baik-baik saja?" Tanya Olive sambil menempelkan punggung tangannya di kening Ando.
"Memangnya aku kenapa?" Tanya Ando yang bingung.
"Aku pikir kamu sakit, soalnya omongan kamu tumben rada bersih, ngak ngeres."
.
SAJEN wehhh otor lelah dari pulkam, tapi ingat kalian 😍😍 Alhamdulillah bisa up🥰
Mampir dong di Paijo ada author juga disana 😍
__ADS_1