Love Is Back

Love Is Back
Produksi kecebong


__ADS_3

"Jadi bagaimana?" Tanya Ando yang sudah menyelesaikan makanya.


Olive mengernyit bingung. "Bagaimana apanya?" Tanyanya balik.


"Kamu siap punya anak?" tanya Ando dengan serius.


Olive diam sejenak, berpikir keras untuk memantapkan hati dan juga mentalnya, karena mengandung dan menjadi seorang ibu juga butuh kesiapan.


"He'um, aku siap. Mumpung kamu masih_"


"Sttt, tidak usah bahas umur." Potong Ando lebih dulu dengan wajah masam.


Olive mengulum senyum. "Sudahlah terima saja jika memang umur kamu itu sudah tua." Ucap Olive meledek suaminya.


Ando semakin kesal. "Kamu mau buktiin tidak?" Tanya Ando dengan pikiran licik.


"Buktiin apalagi? perjaka udah enggak tapi_" Olive mengantungkan ucapanya dan menatap suaminya dengan mengigit bibir bawahnya.


Ando yang melihat reaksi Istrinya menjadi kesal sendiri, kesal karena ekpresi Olive bisa membangunkan belalainya yang tertidur lelap kini sedikit memberontak.


Srek


Ando langsung mendorong kursi dengan kuat, membuat Olive kaget sekaligus terkejut karena Ando langsung menggendongnya.


"Lak mau ngapain? turunin aku." Olive meronta di atas gendongan Ando.


"Mau buktiin kalau suami yang kamu bilang tua ini masih gagah perkasa tiada tandingannya." Ucap Ando dengan bangga.


Olive bergeridik negeri sendiri mendengarnya. "Ish, aku percaya gitu aja kamu baper."


bugh


aaahh.


Olive menjerit pelan saat Ando melemparkannya diatas ranjang.


Ando segera mengungkung tubuh istrinya agar tidak bisa kabur.


"Kak ish.." Olive menghukum senyum saat kedua tatapan mata mereka bertemu, kedua sikunya menahan dada Ando agar tidak menindihnya.


Keduanya saling menatap dalam kemanik mata masing-masing, menyelami perasaan yang semakin menggebu dengan getaran didalam dadanya.


"Mungkin jika tidak ada kamu aku bisa jadi perjaka_ ralat bujang karatan."


Cup

__ADS_1


Ando mengecup pipi Olive. "Bagaimana aku bisa bermain serong kekiri dan kanan dengan wanita lain, sementara si Lai saja hanya patuh dengan kamu." Ucapnya lagi.


"Lai siapa? jangan buat reader penasaran dengan Lai mu itu." Ucap Olive yang juga bingung.


"Dengerin dan baca, Lai itu Belalai? kamu tahu tempatnya di mana." Ando membawa tangan Olive untuk menyentuh miliknya. "Di sini_ enghh."


Olive sengaja meremat pelan belalai suaminya saat tangannya menyentuh dibalik kain.


"Sayang.." Ando menatap wajah Olive dengan tatapan sayu, gairahnya langsung naik saat sentuhan lembut di area pangkal pahanya.


"Lemah cuma di gituin aja udah napesu." Ucap Olive sambil tertawa mengejek.


Ando tersenyum miring. "Baiklah kita taruhan, jika aku kalah kamu mau apapun aku berikan, tapi jika sebaliknya, kamu harus turuti permintaanku." Ucap Ando dengan senyum menyeringai.


Olive menaikkan satu alisnya, "Caranya.."


"Seperti ini.."


"Ahh kak." Olive langsung meleguh saat kedua tangan Ando langsung bekerja untuk memanjakan kelembutan Olive langsung.


Kebiasaan Olive, jika malam memang tidak pernah memakai kacamata dalam, hingga membuat Ando mendapat keberuntungan yang tidak akan susah-susah untuk menyingkirkan penghalang.


"Bagaimana enak." Tanya Ando dengan tatapan tajam penuh gairah, tangannya tidak diam dibalik pakaian longgar yang Olive pakai.


"Enghh.." Olive tak bisa menjawab, tubuhnya seakan panas saat bersentuhan dengan kulit suaminya langsung.


"Emph.."


Ando melumatt dan menyesap benda kenyal itu secara bergantian, dirinya mengekplor rongga mulut Olive menggunakan lidahnya saat mendapat kesempatan.


Ando selalu lebih dominan saat melakukan penyatuan, tapi dirinya juga memberikan kesempatan untuk Olive agar mengekplor keliaranya di atas ranjang.


Ranjang saksi bisu dimana keduanya melakukan penyatuan sore pertama dengan penuh kebahagiaan, bahagia karena Ando menjadi orang pertama yang memiliki Olive.


"Kak Ough." Kepala Olive mendongak, saat kedua tangan Ando bermain di kedua kelembutannya, bibirnya juga tidak berhenti memanjakan pucuk dadanya yang mencuat keras.


Keduanya saling memberi rangsangan, untuk meningkatkan gairah yang semakin membara, hingga suara desahann dan erangan keduanya saling bersahutan untuk mendapatkan kenikmatan yang tiada tara.


Tubuh Olive sudah bercucuran keringat, matanya terbuka dan terpejam bersamaan dengan tubuhnya yang naik turun.


Untuk pertama kali dirinya memimpin permainan ranjang yang begitu melenakan, bahkan dirinya melihat begitu jelas bagaimana suaminya merancau dengan suara yang begitu menggema di ruangan ber-AC tapi terasa begitu panas.


"Ohh Olive ini nikmat."


"Yaa, faster sayang ahh."

__ADS_1


"Tidak tahan sayang, ini terlalu menjepit argh."


Suara lucnut suaminya terus saja menggema, hingga membuat Olive semakin bersemangat untuk mengoyak milik suaminya agar lebih dulu menyerah.


"Sayang aku sudah tidak tahan lagi."


Olive seakan menulikan pendengarannya. Dirinya tidak perduli jika wajah Ando sudah merah padam dengan urat leher yang menonjol.


Bugh


"Ahhh Kak."


Ando bergantian mengambil alih, tangannya menarik pinggang Olive dan membuat wanitanya dalam posisi menungging membelakanginya.


"Aku tidak akan kalah darimu honey." Bisik Ando sebelum mengentakkan miliknya kuat hingga membuat Olive berteriak.


Penyatuan yang begitu panas, membuat Ando tidak ingin berhenti cepat, pria itu bekerja keras untuk membuat Olive berteriak dan merintih secara bersamaan.


Gaya_DG yang membuat Ando menyukainya, dirinya bisa merasakan sensasi yang luar biasa untuk belalainya yang keluar masuk dengan cepat. Tidak hanya itu dirinya juga akan puas jika bisa membuat istrinya juga puas.


"Kak akuhh tidak arrghh." Olive sudah mengalah, dirinya tidak bisa membendung gejolak yang mendesak untuk keluar lebih cepat.


Tak lama dirinya juga akan mencapai pelepasan, Ando menghentakkan miliknya sebanyak tiga kali begitu dalam hingga menyentuh bagian terdalam yang membuat Olive tidak bisa berhenti mencegah miliknya untuk pelepasan.


"Ough sayaaaggg..."


Keduanya sama-sama terkulai lemas, tubuh Keduanya bermandikan keringat aroma penyantuan.


"Terima kasih sayang, malam ini malam yang begitu memuaskan." Ucap Ando sambil bergulir kesamping setelah miliknya benar-benar menumpahkan kecebong kedalam ladangnya. Meskipun tidak akan tumbuh, tapi Ando begitu terpuaskan.


Napas Olive tersengal, kakinya masih terasa gemetar meskipun sudah beberapa menit berlalu.


Baru kali ini mereka bermain gila dan sangat panas.


"Selanjutnya terima hukuman karena kamu kalah."


Ando menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, dirinya ingin memberi jeda istirahat untuk Istrinya, karena jika esok dirinya pergi kerumah sakit, otomatis kegiatan mereka akan libur sementara.


"Emmph." Olive hanya bergumam, dirinya sudah tidak sanggup meskipun hanya bicara.


Ando yang melihat itu tentu saja bahagia dan bangga, karena pria tua yang Olive katakan bisa membuat wanita itu tepar tak bertenaga.


"Jangan bilang aku pria tua sayang, karena jika sudah beraksi maka kamu tidak akan bisa bangun." Ucapanya dengan bangga.


Menarik Olive kedalam pelukannya, Ando mencium pucuk kepala dan kening Olive sebelum ikut terlelap.

__ADS_1


Semoga setelah ini hubungan rumah tangga mereka akan selalu bahagia, apalagi jika ada malaikat kecil yang menghaisai tempat tinggal mereka, dan Ando berharap Olive melahirkan bayi kembar.


__ADS_2