
'' Kamu nyariin ini? '' ucap Arga denagn memutarkan kunci mobil Ayana.
Ayana masih terdiam di samping pintu mobilnya dengan menatap kearah kunci dan ponsel yang di genggam oleh Arga.
'' Kenapa? Bingung, kenapa kamu bisa ada di sini? '' ucapnya lagi
'' Kembalikan! Masih belum puas kamu buat aku setrauma kemarin ha! Apa lagi yang mau kamu lakukan! '' ucap Ayana sedikit berteriak berharap ada yang mendengar suaranya. Di balik itu juga Ayana berharap gadis yang dia tolong tadi akan muncul untuk membantunya dengan lirikan mata yang berkali-kali dia mainkan untuk mencari keamanan namun nyatanya tidak juga dia temukan. Spertinya tempat itu sepi tanpa siapapun dan hanya ada dia dan juga Arga laki-laki yang sudah di cap brengsek di hati Ayana.
'' Uluh-uluh, kenapa teriak-teriak sayang, berharap ada yang bantuin ya? He'em. Sayang nya gak akan ada! Karna kamu di sini cuma sama aku aja. Kita cuma berdua! Faham? '' ucap Arga yang sudah mendekat dna jarak mereka kini hanya setengah meter
Ayana sudah mulai mengeluarkan keringat dinginnya, rasa takutnya sudah muncul sejak dia pertama kali mentaap Arga. Dan kenangan waktu itu kembali teringat di memorinya yang kini membuatnya semakin tidak nyaman.
Tangan Arga berkali-kali menoel-noel wajah Ayana dan juga lengan nya, yang membuat Ayana langsung menepis itu. Karna dia merasa begitu tidak nyaman dengan sikap Arga.
'' Udah, gak usah munafik dan menolak. Kamu belum ngerasain aja, makanya kaya gini. Ikut aku masuk yuk? '' ajak Arga lembut dengan mengulurkan tangannya
Bukanya menerima namun Ayana malah meludahinya dan dengan keberanian yang masih tersisa Ayana pun mencoba melawan. '' Demi apapun, aku gak sudi! '' jawab Ayana dengan lantangnya dan mundur untuk menjauhi Arga
Arga yang mendapatkan perlakuan yang tidak di sukainya itu pun merasa geram. Wajahnya sudah memerah spertinya ingin menerkam mangsanya. Tangan nya yang terkena air liur itu pun terus saja dia tatap dengan pandangan tak terbaca. Dan sesaat kemudian Arga pun kembali menatap Ayana dengan tatapan memangsa.
Ayana yang merasa terancam pun ingin mencoba lari namun secepat kilat Arga menahannya dengan cengkraman yang begitu kuat, dan itu membuat Ayana langsung mengerang kesakitan dan menangis begitu saja. Rasa takut itu pecah dia sudah tidak bisa melakukan apapun karna yang kini dia hadapai bukan lagi laki-laki yang dulu mencintai nya tapi laki-laki yang dengan nafsu ingin menguasainya.
***
Acara kampus sudah selesai Roy baru saja keluar dari kelasnya dna tujuan utamanya adalah ke kelas Ayana untuk mengecek keberadaan gadis itu, di mana sekarang menjaga nya sudah jadi tanggung jawab barunya, apalagi sekarang dia sudah di percaya dna sudah mendapatkan bayaran akan itu.
Namun kelas yang kini dia tuju sudah tak berpenghuni kelas itu sudah sepi dan tidak ada mahasiswa di dalam nya. Roy pun lanjut pergi kekantin dimana biasanya Ayana akan kesana untuk makan dan minum saat istirahat namun sesampainya di sana Ayana pun tidak ada. Roy sudah mulai bingung namun dia mencoba bertanya pada salah satu mahasiswa yang masih ada di kampus untuk menanyakan di mana keberadaan Ayana namun semuanya menjawab jika sudah keluar dari satu jam yang lalu.
Seperti tersambar petir Roy pun segera menghubungi Kevin dan dalam hitungan menit Kevin baru lah mengangkatnya.
'' Bang, lo ada trima telpon dari cewe lo nggak? '' tanya Roy sedikit gugup dan begitu gelisah
Orang yang begitu tanggung jawab dengan pekerjaan tentulah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan pekerjaannya, bahkan dia takut untuk mngecewakan, semaksimal mungkin dia berusaha untuk jadi yang terbaik. Tapi terkadang kesialan pun suka menghampiri sehingga membuat si pekerja itu pun merasa kurang baik dalam melakukan pekerjaan nya.
__ADS_1
Perasaan Roy tidak karuan apalagi Kevin begitu baik dengan nya masa hanya menjaga satu orang saja dia tidak bisa kan, itu lah yang kini ada di pikiran nya, namun rasa tanggung jawabnya tidak di urungkan. Dia mengakui kesalahannya karna memang dia tidak tahu keberadaan Ayana yang sebenarnya.
'' Nggak! Gue gak trima telpon sama sekali, ada apa sih? Coba jelasin. '' jawab Kevin yang langsung merasa khawatir di balik pertanyaan nya Kevin pun membuka room chat nya dengan Ayana dan di sana terlihat aktif dari 1 jam yang lalu.
'' Jadi gini bang, tadi kan gue ada kelas cewe lo juga ada. Dan biasanya kelasnya itu lebih lama dari gue, dan ini ternyata malah lebih cepat dari gue. Jadi waktu gue udah selesai cewe lo udah gak ada, gue udah cari seisi kampus tapi tetep aja gak ada. Yang gue takutin cuma satu. Karna si brengsek itu juga gak ada di sini. '' jelas Roy
Kevin pun meremas tangannya sendiri dia ingin sekali marah kali ini namun percuma juga dia harus tenang, apalagi keadaannya dia sedang tidak di rumah dan sudah berada di luar kota, sangat sulit untuk kembali dalam hitungan menit. Kevin mencoba menenangkan dirinya dan menjernihkan isi Kepala nya.
'' Bang, gue minta maaf. Gue yang salah tolong bantu gue mikir, biar gue yang kerja lo di sana aja gak papa bang. Gue bakalan tanggung jawab atas keteledoran gue. '' Ucap Roy dengan rasa bersalah. Memang terkadang manusia jika sedang panik susah untuk berpikir jangankan mencari jalan keluar mencari minum yang ada di hadapan nya saja dia kebingungan.
'' Lo lacak GPS di ponselnya, gue udah pesen sama dia untuk standby ngidupin GPS, nanti gue cari bantuan lain buat bantu lo. Gue mau tanya sama keluarga gue dulu siapa tau aja dia udah pulang. ''
'' Iya bang, gue tunggu kabar dari lo. Terus kabarin gue ya bang. Gak enak hati banget gue sama lo. ''
'' Udah tenang. Gak usah terlalu panik, biar lo bisa mikir tenangin dulu isi Kepala lo. '' Ucap Kevin setelah nya mematikan panggilan itu
Kevin masih berdiri di ujung ruang di mana kantor baru untuk cabang nya yang sudah selesai di bangun dan akan peresmian hari ini. Namun ada saja problem yang menghampiri nya.
'' Maaf Pak. Anda sudah di tunggu sama bapak burhan, '' ucap salah satu perempuan yang mana dia adalah salah satu staf yang bekerja di kantor itu
'' Baik Pak. '' jawab staf itu lalu pergi
Kevin sibuk dengan ponselnya, dia menghubungi calon mertuanya itu dengan berbagai alasan agar tidak khawatir, dan juga menghubungi ayah bunda nya namun juga tidak ada, dan kedua saudara dari Ayana itu juga tidak ada. Dan tidak ada pilihan lain selain menghubungi Randy untuk meminta bantuan.
Tidak lama Randy pun tersambung.
'' Gimana bang? Apa kabar lo? '' Sapa laki-laki itu dengan renyahnya
'' Gue mau minta bantuan lo, bisa? '' jawab Kevin dengan nada yang dia coba tenang kan
Randy pun langsung sigap karna dari suaranya saja spertinya penting banget
'' Gue standby buat lo. Apa yang lo mau bang, gue siap bantu. '' jawab Randy spontan dengan wajah yang serius.
__ADS_1
'' Ayana ilang. Dan gue yakin dia di culik sama Arga. Karna kata mata-mata gue di kampus mereka ilang gak lama setelah Ayana keluar kampus, dan gue juga udah kabarin seluruh orang rumah tapi pada gak tau di mana. Cuma gue pesen satu cuma kita aja yang tau dulu ya, biar gak buat orang lain khawatir dulu. Gue minta tolong sama lo, nanti kalo kerjaan gue udah selesai gue langsung balik kesana. ''
'' Siap bang! Lo serahin aja sama gue, lo kerja aja biar ini gue yang selesai kan. ''
'' Nanti gue kirim kontak orang yang gue suruh ngawasin Ayana. ''
'' Siap! '' jawab Randy panggilan itu pun terputus
Kalang kabut pun di rasakan oleh Roy dna juga Randy, Roy yang sedang sibuk dengan laptopnya dan juga Randy yang sedang sibuk mencari jalan atas petunjuk Roy, kini mereka sudah berada dalam satu mobil. Sejak kontak mereka sama-sama di bagikan oleh keduanya mereka segera mengatur pertemuan dan Randy juga tidak lupa membawa geng nya untuk membawa motor agar jika di butuhkan dia tidak bingung. Yang di takutkan biasanya penculikan itu di deket hutan dan jalur ekstrem makanya Randy sudah siap siaga. Ya meskipun itu belum ketahuan kebenarannya tapi sedia payung sebelum hujan kan perlu.
'' Dari sini lurus, terus belok kanan. '' ucap Roy Randy pun mengangguk. Randy pun membawa mobilnya dengan kecepatan penuh.
***
'' Lepasin! Sakit Arga! Apa sih yang kamu mau! Apa! '' teriak Ayana
Posisinya Ayana sedang di tarik oleh Arga untuk masuk kedalam ruangan yang mana sudah dia siapkan sebelumnya namun Ayana terus saja menolak dan memberontak. Membuat Arga semakin geram dan membantinh badan Ayana ke pintu yang akan dia buka membuat si pemilik badan itu meringis kesakitan.
'' Gue udah coba sabar ya, tapi lo terus aja ngekuras sabarnya gue. Bisa nggak lo diem terus nurut! '' ucap Arga lalu menggenggam tangan itu lagi.
Sambil meringis Ayana mengikuti Arga dengan rasa sakit di badanya.
'' Lepasin aku brengsek! '' ucap Ayana lagi yang kini sudah masuk dalam sebuah kamar yang tidak begitu bersih namun terdapat ranjang di sana.
Pandangan Ayana tertuju pada sekeliling dan ranjang yang ada di hadapan nya, pikiran nya pun sudah tidak bisa normal lagi. Ayana pun mencoba kabur lagi dari sana. Dia menggedor-gedor pintu dari dalam namun pintu itu sudah terkunci dari luar entah siapa yang menguncinya Ayana tidak tahu.
Tinggalah mereka berdua di dalam sana.
'' Mau lari kemana pun, lo udah gak bisa! '' Ucap Arga yang kini sudah mendekat kearah Ayana dan mencengkram kepalanya
'' Mau gak mau lo harus mau sayang. '' Ucap Arga lagi degan mendaratkan satu kecupan di pipi Ayana yang mana Ayana tidak bisa menghindari karna dia merasakan sakit di bagian rambutnya sebab sedikit di jambak oleh Arga
'' Heem, ini yang gue mau. Lo tau kenapa gue sampe segila ini sama lo! '' ucap Arga yang membuat Ayana semakin takut dan luruhlah air mata itu tanpa suara.
__ADS_1
'' Itu karna lo terlalu munafik! Terus-terusan nolak gue! Gue gak masalah lo mau mutusin gue! Seenggaknya lo jangan nolak gue! Gue benci penolakan! '' ucap Arga dia pun langsung melemparkan badan Ayana kekasur, Ayana terus saja menangis dan berteriak meminta tolong.