Love Is Back

Love Is Back
Episode 199 Sayang.


__ADS_3

Sejak mendengar kelahiran buah hati Velly, Ayana sama sekali belum menjenguk nya bukan tanpa alasan tapi memang Velly memakluminya karna keadaan Ayana yang sedang berduka.


Dan kali ini Ayana meminta izin pada Kevin untuk berkunjung kekediaman Velly, namun kevin memintanya untuk ikut. Tidak enak juga jika membiarkan Ayana pergi sendiri, apalagi kemarin saat Ayah nya tidak ada Dandi saja menyempatkan untuk hadir.


'' Kakak ikut ya, '' Ucap Kevin pada Ayana yang sedang merias wajahnya


'' Beneran kakak mau ikut? '' Jawab Ayana antusias Kevin pun mengangguk.


'' Yey, seneng banget aku. Ya udah ayok. '' Ajak Ayana


'' Tapi kamu yakin udah enakan perutnya? '' tanya Kevin memastikan pasalnya Ayana sejak bangun hingga selesai sarapan tidak berhenti mual.


'' Udah kok. Anehnya ya cuma itu aja loh kak. Kalo habis makan aja, langsung mual kalo nggak ya nggak. '' Jawab Ayana,


'' Tapi gak lemes kan? Atau ada yang sakit? '' Tanya Kevin lagi


'' Nggak kok. Nggak ada, aman. '' Jawab Ayana


'' Ya udah, kalo gitu kita berangkat sekarang. '' Ajak Kevin


'' Yuk. '' Ayana pun mengikutinya dari belakang.


Di perjalanan Kevin pun mengajak Ayana berbelanja sesuatu untuk di bawa kerumah Velly. Ayana pun menyusuri isi supermarket itu dia mencari kebutuhan bayi dan juga asupan untuk ibu menyusui. Sedikit-sedikit Ayana sudah tahu apa saja yang di butuhkan ibu menyusui dan juga keperluan bayi. Apalagi sekarang sejak dia tau sedang mengandung Ayana sering kali mencari tahu perihal parenting ibu hamil melahirkan dan menyusui.


Belajar sejak dini itu kan penting. Tapi lucunya dia sendiri tidak tahu ciri-ciri awal kehamilan. Nyatanya dia tidak mengetahui jika dia sedang hamil. Untungnya kepekaan mama nya begitu perhatian.


'' Ini Udah semua kak.'' Ucap Ayana menghampiri Kevin


'' Udah? Ya udah ayok. '' Ajak Kevin lalu mereka pun menuju kediaman Velly


Sengaja Ayana tidak memberitahu Velly jika akan kesana dia ingin memberikan kejutan pada sahabatnya itu.


Sampai di unit apartment yang di huni Velly dan suami. Ayana masuk kedalam dan menuju pintu apartemen Velly sedangkan Kevin membawa barang yang akan dia berikan. Tiba di depan pintu. Bel pun Ayana tekan tak berselang lama pintu itu terbuka.


'' Selamat pagi, '' Sapa Ayana.


'' Pagi, eh kalian. Sini masuk Velly nya sedang mandi. '' Ucap Dandi yang sedang menggendong anaknya.


Ayana pun masuk bersama Kevin, Ayana melihat sekeliling ruangan itu terlihat rapi dan bersih. Padahal tidak ada art di sana, hebat sekali Velly dan suaminya. Pikir Ayana.


Velly pun terlihat keluar dari dalam kamarnya dengan rambut yang basah tertutup handuk. Dia belum tahu jika Ayana akan menghampiri nya,


'' Astaga! Ay! Ini lo! Seriusan lo kesini? Mimpi apa gue semalem. '' Ucap Velly lalu memeluk sahabat nya itu


'' Ya ampun, kangen banget gue Ay. Apa kabarnya lo, maaf ya gue gak bisa hadir kemarin. Harap maklum ya, '' Ucap Velly mensedu


'' Iya Velly, gak apa-apa. Aku juga minta maaf ya gak bisa nemenin kamu lahiran. Baru bisa kesini sekarang. Gimana keadaan kamu pasca melahirkan? Sehat dan baik kan? '' tanya Ayana

__ADS_1


Velly mengangguk, '' Iya sehat dan baikan kok. Yang gak baik cuma 1 . '' Ucap Velly sambil menunjukan jari telunjuk nya


'' Apa? '' Tanya Ayana penasaran


Velly pun berbisik. '' Gak bisa ***-***, harus nunggu satu sampai dua bulanan. '' Ucapnya


Sontak Ayana pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


'' Kamu ini, aku pikir apaan. '' Jawab Ayana bersemu malu.


Tiba-tiba saja Ganes menangis mungkin dia haus. Sedangkan dua Laki-laki itu sedang sibuk mengobral.


'' Sayang, ini Ganes nangis nih. Mungkin dia haus, '' Ucap Dandi dan menghampiri Velly untuk memberikan Ganes padanya


'' Uluh-uluh anak mami haus ya, iya ya? '' Ucap Velly namun Ganes tambah kenceng nangisnya


ayana yang melihat itu membuatnya merasa begitu hangat dan bahagia.


'' Lo tau nggak Ay, Ganes itu gak mau di bilang anak Mami, maunya di bilang anak dady ya, he'em. Ganes anak dady, iya? '' Ucap Velly lagi. Ganes pun seketika diam dan mengamuti bibir bawahnya.


'' Eh, iya loh. Lucu sekali? Gemes deh aku. '' ucap Ayana


'' Makanya buruan punya yang kaya gini, bisa jadi hiburan tau Ay, apalagi di saat kita capek ya. Terus lihat dia nangis dan senyum itu bisa nguatin kita. '' Ucap Velly sambil netein anak nya.


'' Kamu asi ekslusif Vel? Gak geli? Sakit nggak? '' Alih-alih ngomongin Ayana, eh malah Ayana fokus sama ****** yang sedang di mut sama Ganes.


'' Nggak lah, jelas beda tau. Di mut sama bapaknya, sama di mut bayi itu beda rasanya. '' Jawab Velly.


'' Beda ya, Ganes. Ini tante udah belum mimimnya tante mau gendong loh, '' Ucap Ayana namun Ganes malah menunjukkan wajah yang mengantuk dan tiba-tiba saja dia merem sambil masih menyusu.


'' Kalo masih bayi emang gini Ay, bentar-bentar tidur, bentar-bentar nyusu. Ya udah gini aja, jadi dia bangun untuk minum terus minum untuk tidur. Makanya buruan onenon. Biar cepet punya, '' Ucap Velly lagi


'' Udah kok. Do'a kan sehat-sehat sampai persalinan ya, '' Ucap Ayana


'' Seriusly? Lo beneran udah hamil? '' Tanya Velly


Ayana pun mengangguk, Velly pun memeluk sahabat nya lagi.


'' Alhamdulillah, selamat ya sayang. Akhirnya penantian lo, kabul juga. Seneg banget gue. Semoga anak lo jagoan ya? Biar kita bisa besanan. '' Ucap Velly


'' Bujang ataupun gadis yang penting sehat. '' Ucap Ayana


'' Aamiin, Gue nidurin Ganes dulu ya. '' Pamit Velly.


Ayana pun beranjak untuk menhampiri para laki-laki itu yang sedang asik mengobrol.


***

__ADS_1


Andini memasak makanan yang beda dari biasanya, dia merasa ingin makan ketoprak buatannya sendiri. Karna dia keinget dengan Arga, Andini pun berniat membawakan nya kesana.


Semenjak Arga menitipkan Andini pada johan papi nya. Andini tidak pernah telat keuangan ataupun fasilitas yang di butuhkan. Kandungan nya kini sudah menginjak 8 bulan tinggal menunggu hari hpl saja. Namun Andini tidak pernah mengeluh ataupun takut akan melahirkan sendirian. Justru ketakutan terbesarnya adalah di tinggal Arga pindah tempat. Dia akan jarang sekali melihat Arga, ayah dari anaknya itu.


Kini Andini sudah bersiap menuju bui. Sperti biasa Andini memilih menggunakan taksi agar lebih mudah dan nyaman.


Sampai di kantor p*l*s* Andini turun dan menuju ruang besuk sperti biasanya.


Setelah masuk dan meminta ijin Arga pun keluar. Rambutnya sudah tumbuh bagus lagi, tidak sperti tempo dulu dia menjenguk.


'' Ganteng sekali, '' Puji Andini


Arga pun tersenyum, '' Biasa aja. Kamu masak apa? '' Tanya Arga


'' Ketoprak, aku Tiba-tiba pingin makan itu tapi buat sendiri terus makanya sama kamu. '' Jawab Andini


Lalu Arga pun membuka wadah makanan itu, dia pun mulai memakannya, dan menyuapi Andini. Rasa di hatinya begitu nelangsa melihat perempuan di hadapan nya. Jika bukan karna ulahnya mungkin Andini tak akan bernasip sperti ini.


'' Jadi kapan kakak akan di pindahkan? '' Tanya Andini


Arga pun menghela nafasnya,


'' Masih pendataan sayang, kamu gak papa ya? '' jawab Arga


Andini pun meneteskan air matanya.


'' Jangan nangis plis, jangan nangis ya. Kakak gak kuat liatnya. '' Ucap Arga yang langsung menghapus air mata itu


'' Coba ulangi sekali lagi, aku mau denger. '' Ucap Andini


'' Apanya?'' Tanya Arga yang bingung dengan apa yang di maksud Andini.


'' Tadi loh kakak panggil aku apa? '' Ucap Andini lagi.


'' Sayang, '' Ucap Arga ragu


Andini pun mengangguk, lalu dia kembali meneteskan air matanya dan mengusapnya. Perasaan nya begitu bahagia mendengar panggilan itu. Panggilan yang terdengar begitu hangat dan lembut di telinganya.


Arga pun memalingkan wajahnya, dia begitu kacau. Bahkan hanya kata sayang saja sudah membuat nya sebahagia itu, hingga meneteskan air matanya.


'Bego lo Ga. Bego! Bisa-bisanya lo sia-siakan perempuan kaya gini demi cewek yang gak pernah suka sama lo. ' Batin Arga


'' Ya udah kak. Besok aku balik lagi, soalnya jam besuk udah mau abis. '' Ucap Andini yang sedang merapikan kotak makanan itu


Arga pun mengangguk, dan melihat seluruh wajah dan badan Andini yang kini semakin berisi dan perut yang semakin membesar.


'' Sehat-sehat ya, jaga anak kita sampai persalinan nanti. Jangan terlalu mikirin aku. '' Ucap Arga

__ADS_1


Andini pun mengangguk.



__ADS_2