
"Lebih baik kamu pikirkan itu, aku yakin jika kamu mau hamil pasti kak Ando tidak akan macam-macam diluar sana, yaa meskipun tidak menutupi kalau track record suami kamu itu si Casanova." Ucap Ayana dengan santai.
Olive melebarkan matanya mendengar ucapan sahabatnya yang memang seratus persen bentul sih.
"Setelah menikah, sepertinya kamu semakin posesif dengan suami kamu." Cibir Olive pada Ayana.
Karena tidak sering wajah sahabatnya itu diliput oleh media, tapi sekalinya diliput Ayana begitu terlihat begitu posesif.
"Selain berperan sebagai istri, aku juga berperan sebagai Intel buat suamiku, gerak gerik dia selalu aku pantau. Kemanapun dia selalu aku intai, berteman disosmed dengan wanita lain aku cemburu'in. Maklumlah semakin lama menikah semakin besar rasa cintaku kesuamiku, jadi wajar rasa cemburu dan takut kehilangan itu ada." Tutur Ayana yang menjelaskan dirinya.
Olive tersenyum, dirinya salut dengan sahabatnya yang memiliki pemikiran seperti itu. "Jika kamu saja seperti itu wajar karena suami kamu pria kaya dan tampan, banyak wanita yang mendekati jadi_"
"Jagan salah, suami kamu juga bisa seperti itu, jangan kamu pikir suami kamu tidak akan berpaling jika kamu selalu menolak keinginannya."
Skak, Olive tidak bisa lagi menjawab perkataan Ayana.
"Percayalah kak Ando pasti akan bahagiain kamu, karena dia udah bucin sama kamu."
Olive kembali berpikir, apa yang dikatakan sahabatnya benar, dia saha saja yang bisa memiliki segalanya, merelakan sekolahannya demi kebahagiaan pernikahannya.
"Atau jangan-jangan kamu dan kak Ando belum pernah bikin anak." Ucap Ayana spontan.
__ADS_1
Plak
"Ish, kamu ngomong apa sih Mii." kesal Olive yang mendengar ucapan Ayana.
"Rasa sakitnya saja masih terasa, bagaimana bisa kamu ngomong kaya gitu." Ucap Olive keceplosan.
"Serius..!! jadi tadi malam kalian_" Ayana menusuk-nusukan jaru telunjuknya ke tangan satunya yang membentuk lingkaran.
"Ish, Ami.. ngak usah mesum deh." Kesal Olive dengan wajah memerah menahan malu.
Dirinya malu yang kelepasan bicara pada sahabatnya itu tentang olah-raga ranjangnya tadi malam.
Drt...Drt .Drt .
ponselnya berdering, membuat obrolan mereka berhenti sejenak.
"Cie..cie.. yang udah di cariin pak suami." Ledek Ayana sambil menaik turunkan alisnya.
"Iss, apaan sih." Olive Tersenyum malu.
"Halo kak.." Ucap Olive pada seseorang diseberang sana.
__ADS_1
Tak lama ponsel Ayana juga berbunyi, membuat keduanya sama-sama menerima panggilan.
"Yaudah deh iya.." Jawab Olive dengan malas, dan menutup sambungan teleponnya.
"Hemm, terserah kamu deh by." Ucap Ayana yang juga mematikan sambungan telepon.
Keduanya saling pandang, dan Ayana yang lebih dulu tersenyum menyeringai.
"Mau tau gimana caranya biar mereka cepat pulang." Ucap Ayana menatap Olive serius.
"Bagaimana? kak Ando bilang banyak kerjaan dengan suamimu, tidak enak jika menganggu mereka." Ucap Olive yang mengingat ucapan Ando tadi.
"Ck, sudah ikut aku saja." Ayana menarik tangan Olive untuk mengajaknya pergi, dan sebelum itu mereka membayar pesanan dan memanggil Niko yang sejak tadi juga menerima telepon
"Kak anterin kita ke Mall." Ucap Ayana semangat. "Hari ini kita akan buat para suami tidak akan betah lama di kantor." Ayana terseyum menyeringai, ketika ide gila muncul dikepalanya, dia yakin jika rencananya akan membuat suaminya kelimpungan dan pulang sendiri tanpa dia minta.
Sebenarnya rencana gila' apa yang akan Olive dan Ami lakukan???
.
Next kembang kopi gassslah🤣🤣🤣
__ADS_1