Love Is Back

Love Is Back
Mengantar Andien


__ADS_3

Keesokan harinya..


perkataan Ando tidak bisa diganggu gugat, kini pria itu mengantarkan adiknya ke bandara untuk diantarkan ke kota S, tidak membiarkan Andien pergi sendiri Ando pun menyuruh mamanya untuk menemani Andien agar sampai tujuan karena dirinya banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan hingga Ando tidak bisa mengantarkan Andien ke kota S langsung. Di sana Andien akan tinggal bersama adik dari sang ayah yang sudah Ando beri kabar jika mama dan adiknya akan berkunjung ke sana dan Andien akan melanjutkan sekolahnya di kota S.


Drt..Drt.. Drt..


Saat ingin mengantar Andin dan Mamanya masuk ke boarding pass ponselnya berdering dan Anda memilih untuk menyingkir lebih dulu karena Nathan yang menelponnya.


Setelah selesai berbicara lewat telepon dengan Nathan Ando kembali mendekati mama dan adiknya. "Mah Ando tidak bisa menemani kalian sampai berangkat Nathan bilang ada pekerjaan yang penting dan Anda harus segera balik ke kantor." ucap Ando menatap mamanya dan Adien secara bergantian.


"Ya sudah, kamu kembali ke kantor saja mama tidak apa-apa ditinggal dengan Andien sebentar lagi pesawat juga akan berangkat." Ucap Leard.


"Maaf mah." Ando memeluk mamanya bergantian dengan Andien.


"Kakak sayang sama kamu, maka dari itu kakak melakukan ini untuk kebaikan kamu." ucapkan kepada Adin dan memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang. "maafkan kakak Andien kakak terpaksa melakukan ini, dan kamu baik-baik di sana jaga diri jangan pernah membuat kakak kecewa." Ucap Ando sambil mengusap kepala Andien lembut.


"Iya kak, maafkan Andien juga." Jujur Andien merasa bersalah dengan kakaknya, karena selama ini baginya kakaknya adalah kakak yang paling baik dan pengertian, tapi Andien tidak bisa berbuat apa-apa jika kakaknya sudah memutuskan seperti ini, karena ini juga adalah kesalahannya yang tidak bisa Andien selesaikan dengan baik.


"Hm, jaga dirimu baik-baik kalau ada apa-apa telepon kakak sampai ketemu lagi semoga kamu betah tinggal di sana." anda kembali memeluk adiknya dengan penuh rasa sedih, jujur dirinya juga tidak bisa melepaskan Andien begitu saja apalagi jauh dari pengawasannya titik tapi anda yakin jika ini adalah yang terbaik untuk Andien menjauhkan pria itu dari adiknya yang memang harus dijauhkan.


Ando pamit dan meninggalkan mama dan adiknya di bandara, pria itu langsung masuk mobil menuju kantor bertemu dengan Nathan.


"Ayo kita menunggu di sana." Ucap Leard mengajak Andien untuk duduk di kursi tunggu karena masih ada 10 menit lagi untuk melakukan pemeriksaan tiket pesawat.


Andien hanya menurut dan pasrah, menuruti ucapan mamanya keduanya duduk di kursi tunggu dan sedetik kemudian Andien terkejut saat melihat seseorang yang berjalan menuju ke arahnya.


"Mah Andien ke toilet sebentar ya Andien kebelet." Ucap Andien sambil meringis menahan perutnya yang pura-pura kebelet.


"Buruan Sayang sebentar lagi pesawat akan berangkat."


"Iya mah Andien cuman sebentar kok."


Dan Andien langsung bergegas pergi untuk menuju toilet alasannya, menoleh ke belakang saat mamanya tidak melihat ke arahnya Andien pun menarik seseorang yang baru saja ingin menyapanya.


membawa pria itu bersembunyi di balik tembok Andien menatap lagi ke belakang dan Mamanya masih sibuk dengan ponselnya Andien mengalihkan tatapannya pada seseorang yang berada di depannya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Puas anda melakukan ini pada saya hah..!!" Andien berkata penuh dengan emosi, gadis itu menatap tajam pria yang berdiri di depannya dengan kekecewaan. "Anda sudah menjauhkan saya dari kedua orang tua saya dan Anda lihat sekarang saya dikirim ke luar kota dengan kakak saya, Anda puas tuan..!" Andien mendorong dada pria itu dengan kedua tangannya dan Andien ingin pergi tapi tangannya dicekal kembali hingga tubuhnya tertarik menghantam tembok di belakangnya.


"Kau hanya pergi, dan Aku pastikan kau akan kembali kepadaku."


Andien tidak bisa lagi berkata-kata, gadis itu langsung berlari meninggalkan pria yang menatap nyata jam dengan kedua tangan mengepal.


"****..!" Pria itu mengumpat dengan dada yang bergemuruh, melihat punggung Andien semakin menjauh dan meninggalkan dirinya. Utuk masuk ke dalam karena pesawat yang akan ditumpanginya segera berangkat.


Pria itu menunggu Andien menoleh ke belakang, tapi saat Andien melewati pintu pemeriksaan sama sekali tidak melihat ke belakang, sungguh dadanya terasa nyeri merasakan sesak yang baru dia rasakan. Entah apa yang dia rasakan kepada Andien dirinya tidak tahu, yang jelas dirinya tidak mau kehilangan Andien setelah ini.


.


.


.


Ando kembali ke kantor dan bertemu dengan Nathan, pria itu kembali berkutat dengan pekerjaannya karena ada pekerjaan penting yang memang harus mereka selesaikan.


"Lu yakin Nat, kita harus kerja sama dengan perusahaan ini?" tanya Ando yang masih mengecek isi berkas yang dia pegang.


"Tidak apa-apa." Jawab Ando yang memang tidak apa-apa, hanya saja dirinya yang merasa ada apa-apa melihat profil perusahaan yang akan bekerja sama dengan Nathan.


Ando memang tidak memiliki wewenang di perusahaan Nathan, jadi pria itu cukup bekerja dengan profesional untuk membuat perusahaan Nathan lebih maju. Jika saja dirinya yang menjadi bos di perusahaan, pasti anda akan menolak mentah-mentah berkas yang ada di tangannya ini.


"Ya sudah kalau begitu kamu atur jadwal dengan pemilik perusahaan properti yang baru saja mengirim berkas profil mereka."


"Hah, Kenapa harus aku nak?" Tanya Ando dengan nada kesal.


Nathan memicingkan matanya. "memang harus siapa lagi, kamu kan tahu jadwalku hari ini bersamaan dengan pertemuan dengan Mr. William." Ucap Nathan.


"Ck, sialan kau Nat." Ando pun pasrah, dan memilih pergi dari ruangan Nathan untuk mempelajari berkas yang dia pegang.


"Kenapa dia itu, aneh sekali." Gumam Nathan masa bodoh.


Di apartemen Olive sedang melakukan kegiatan yang tidak penting, sejak tadi wanita itu membuka aplikasi belanja online untuk membeli kado pernikahan Loli.

__ADS_1


"Mii kira-kira bagus mana." Olive mengetik pesan untuk dia kirimkan ke Ami, selain pesan Olive juga menyematkan foto yang dia screenshot lewat aplikasi belanja online.


Ting


Pesan yang Olive kirim langsung dibalas oleh Ami sahabatnya.


"apa tidak ada pilihan lain selain perabotan rumah tangga?" tanya Ami lewat pesan yang dia kirim balik.


Olive meringis melihat pesan yang kami kirim, sejak tadi dirinya bingung ingin membeli apa untuk Loli hanya saja terlintas perabotan dapur yang mungkin bisa berguna untuk Loli.


"Aku tidak tahu harus membeli apa, siapa tahu peralatan dapur itu bisa berguna untuk Loli setelah menikah..hehe." pesan Olive untuk Ami ditambah emot tertawa.


Di seberang sana Ami tampak gemas membaca pesan dari Olive, Kenapa gadis itu tidak bisa memilih kado yang lebih bermanfaat untuk mereka pasangan yang baru menikah, heran Ami sungguh heran.


Ting


Lagi-lagi ponselnya menerima pesan masuk tentu saja dari sahabatnya itu.


"Kau tahu mana bisa Loli memasak hah, goreng telur aja dia bisa gosong apalagi masak yang lain. lebih baik kamu pilihkan baju dinas untuk pengantin baru yang lebih hot dan panas seperti yang aku belikan dulu untukmu." isi pesan Ami membuat Olive membulatkan kedua matanya.


"Astaga Kenapa aku tidak berpikiran ke sana." ucapnya pada diri sendiri.


"Baiklah, aku akan membelikan Apa yang kamu katakan, bila perlu aku akan menambah sesuatu yang bisa membuat mereka tidak bisa tidur semalaman..hihihi." isi pesan Olive kembali yang ditambah emot tertawa cekikikan.


"Terserah padamu." isi pesan balasan Ami.


Olive tersenyum lebar, tidak pusing lagi memikirkan apa yang harus dia kasih untuk Loli hadiah pernikahan pengantin baru itu.


"Aku jamin Kak Niko nggak bakalan keluar dari kamar 7 hari 7 malam." Olive tertawa cekikikan sendiri di dalam kamar, membayangkan bagaimana malam panas mereka.


.


.


Next kembang kopi semangat sayang 😍

__ADS_1


__ADS_2