
Seperti yang dikatakan Ando, pria itu mengantar Olive pulang kerumah neneknya, waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, dan Ando cukup lama mengajak Olive pergi.
Meskipun begitu, Ando tidak bodoh. Dirinya sudah meminta ijin membawa anak gadis orang sekaligus tunangan orang, tapi Ando tidak perduli yang jelas Susi sudah memberikannya ijin untuk membawa Olive pergi.
Ya, Ando diam-diam menghubungi Susi untuk meminta ijin, dan untuk mendapatkan nomor Mama Olive sangat mudah untuk Ando lakukan.
"Kenapa masih diam saja, sudah sampai." Ucap Ando yang baru saja membuka sealbead nya.
Olive menoleh pada Ando, pria itu juga sedang menatapnya. "Kenapa?" Tanya Ando lagi yang tidak mendapat jawaban dari Olive.
"Lebih baik kak Ando tidak usah mwnemuiku lagi, karena_"
"Cih, mulut dan hatimu itu tidak sama." Sinis Ando yang kesal mendengar ucapan Olive.
Olive menunduk. "Apa kau pikir aku akan menyerah melihat kau sudah memiliki tunangan?" Ucap Ando dengan nada penuh penekanan. "Kau hanya akan menjadi milikku, cepat atau lambat pasti akan terjadi, dan satu yang harus kau ingat, aku Orlando Jaka Abisatya tidak akan melepaskan mu sampai saatnya kau akan tahu, jika aku tidak main-main dengan ucapanku." Ando menatap Olive dengan penuh keseriusan.
Mereka tidak tahu saja apa yang sudah Ando persiapkan untuk orang-orang yang sudah memaksa Olive untuk menerima lamaran Bisma. Dan tinggal menunggu saatnya pasti dirinya yang akan menang.
"Kamu dari mana!" suara tegas dari dalam membuat Olive menatap pria itu malas.
"Hey, kau tidak menjawab pertanyaan ku!" Bisma mencekal tangan Olive ketika dirinya akan melewati Bisma begitu saja.
__ADS_1
"Aku capek Bis, mau istirahat." Olive menatap Bisma kesal.
Bisma menatap Olive tajam. "Kata nenek sejak sore kamu pergi? pergi kemana hah." Tanya Bisma dengan nada meninggi.
Olive menutup mata mendengar suara Bisma yang mengeras. "Aku memang tunanganmu, dan bukan tawanan mu." Sarkas Olive kasar.
Bisma menatap Olive tidak percaya, tidak habis pikir, Olive bisa bicara seperti itu.
"Kau..!"
"Ada apa ini?" Susi yang mendengar keributan di teras pun muncul. "Kalian kenapa teriak-teriak diluar, kayak dihutan saja." Ucap Susi menatap Olive dan Bisma bergantian.
Susi mengerutkan keningnya. "Bisulan? Bisma nama kamu sudah ganti." Ucap Susi menatap Bisma yang menahan kesal.
"Enak saja, nama bagus Bisma diganti Bisulan." Ucap Bisma kesal.
"Lebih baik kamu pulang, meskipun sudah ada ikatan tidak baik berduaan terus, nanti yang ketiganya setan." Susi berlalu masuk meninggalkan Bisma yang mengumpat kesal.
"Sial, enak saja dia mengataiku." Kesal Bisma yang merasa harga dirinya rendah apa murah 🤔
Ando kembali ke hotel dan bertemu orang suruhannya dilobby yang sudah menunggunya.
__ADS_1
"Malam bos." pria berpakaian serba itu menunduk hormat.
"Ya, bagaimana? kalian sudah melakukan apa yang aku suruh." Ucap Ando pada orang suruhannya itu.
"Baru ini yang kami bisa berikan, selebihnya masih dalam penyelidikan." Jawab pria itu dengan memeberikan berkas yang berisikan laporan Yang Ando inginkan.
Ando menerimanya, dan membuka lembaran kertas yang berisikan tentang asal usul Bisma Aminoto.
"Yang benar saja ini." Ando menatap pria didepanya dengan wajah tak percaya.
"Kami mendapatkan laporan itu dari sumber yang bisa dipercaya bos." Jawab pria itu mantap tanpa keraguan.
Ando tersenyum menyeringai, tenyata Bisma tak lain adalah pria brengsekk yang tidak punya harga diri.
"Baiklah, selebihnya saya tunggu kabar selanjutnya."
Pria itupun menunduk dan berlalu pergi. Sedangkan Ando tersenyum bahagia.
"Enak saja mau mendapatkan barang bagus milikku. Ohh hoo tidak bisa."
Ando terseyum menyeringai, dirinya memiliki hadiah untuk si Bisma sialan itu.
__ADS_1