Love Is Back

Love Is Back
Mobil sugar Daddy


__ADS_3

Pagi ini Ando sudah berangkat kekantor setelah mengantar Olive kampus.


Meskipun jam kuliah dan jam kantor berbeda, tapi Olive tidak keberatan meskipun harus berangkat lebih pagi bersama sang suami.


Dan mungkin nanti dirinya akan mengunakan motor saja saat berangkat ke kampus. Tidak ingin merepotkan suaminya yang memang banyak pekerjaan.


"Tumben kamu Udah nonggol Nat?" Tanya Ando saat masuk kedalam ruangan Nathan.


Pria itu langsung duduk didepan meja Nathan dengan memberikan berkas yang harus Nathan periksa.


"Hotel di kota B mengalami problem, dan harus terjun kesana, kamu tahukan Ayana sedang hamil muda dan aku tidak mungkin meninggalkannya, apalagi terkadang ngidamnya tidak tahu waktu." Tutur Nathan yang mengingat tidak bisa meninggalkan istrinya.


Ando hanya mengaguk saja, meskipun belum pernah merasakan tapi dirinya tahu ada kekhawatiran sendiri saat meninggalkan sang istri.


"Biar aku saja, kau bisa jaga Ayana." Ucap Ando menawarkan diri.


Nathan menatap asistennya itu. "Kau yakin? Tidak rugi meninggalkan Istri baru?" Tanya Nathan dengan tatapan menyelidiki.


"Memangnya aku pernah nikah, pake segala istri baru." Kesal Ando yang mendengar ucapan Nathan. "Lagi pula aku puasa selama dua minggu dan itu sungguh membuatku frustasi, pasti kamu tahu rasanya." Keluhnya lagi.


"Baiklah jika kamu mau meninjau keadaan disana, besok kamu boleh berangkat."


Ando mengangguk menyetujui.


Lebih baik berjauhan sebentar dari Olive, agar dirinya bisa menghindar dari gairahnya yang selalu muncul saat berdekatan dengan Olive. Dan sepetinya Olive memang sengaja memancingnya.


Keduanya kembali bekerja untuk membicarakan masalah yang terjadi diluar kota.


Dan Nathan memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk asistennya itu.


Ando dengan senang hati menerima tugas dari atasanya, paling tidak selama 2 sampai 3hari dirinya terbebas dari godaan sang istri.


"Sayang nanti makan siang aku jemput."


Ando mengirimkan pesan pesan untuk Olive.


Ditempat berbeda, Olive masih berada didalam kelas mengikuti materi yang diberikan dosen didepan.


Ting


bunyi ponselnya yang menunjukan pesan masuk.


Olive terseyum membaca pesan yang suaminya kirim.


"Siap bos." Balasnya sebentar dan kembali fokus kedepan.


Gadis yang duduk disebelah Olive penasaran.


"Heh, lu senyum-senyum sendiri kek orang kesabet tau nggak."

__ADS_1


"Apaan sih Lolipop bringsik."


Loli mendelik mendengar ucapan Olive.


Olive tidak menyangka jika dirinya bertemu Loli, teman satu sekolahnya dulu tapi beda satu tingkat. Teman yang pernah membulinya bersama Nesya, dan mereka kini sudah berubah setelah kejadian yang menimpa Nesya dahulu.


Bagaimana bisa Loli yang kakak kelasnya bisa satu angkatan dengannya saat dikampus, ternyata gadis itu libur satu tahun hanya untuk menghabiskan waktu untuk liburan.


Olive yang mendengar cerita Loli hanya geleng kepala, disaat orang lain ingin sekolah karena tidak ada biaya, Loli malah menghabiskan uang hanya untuk liburan dan bersenang-senang.


"Baiklah jika ada yang tidak mengerti bisa ditanyakan, kelas kita hari ini sampai di sini. Dan untuk tugas_" Dosen pria didepan menatap satu persatu mahasiswa yang hadir. "Ah, ya itu mahasiswi baru boleh mengumpulkan tugas denganya, dan nanti tolong diantar keruangan saya." Dosen itu pun pergi setelah memberi perintah.


"Eh, kok aku." Olive menujuk dirinya sendiri. " Aku kan ngak tahu Dosen tadi namanya siapa?" Gumam Olive yang didengar Loli.


"Namanya pak Gery dia salah satu dosen single di kampus." Jawab Loli sambil tertawa.


"Kamu temenin aku lah, mana aku tahu ruanganya dimana, Makasih ya." Olive menerima pada mahasiswa yang memberikan tugasnya.


"Oke deh, gue seneng punya temen, selama hampir sebulan gue belum dapat teman yang cocok." Loli ikut merapikan tugas teman-temannya.


"Kamu dulu kan musuhan sama aku, kenapa sekarang kamu bilang cocok, aneh." Ucapan Olive membuat Loli meringis.


"Gue sih aslinya baik, tapi karena berteman sama Nesya, jadi gue ketularan." Kilahnya yang tidak mau terlihat buruk.


"Ngeles kaya bajaj." Olive langsung berdiri, dah meninggalkan Loli yang kesal.


Tak lama keduanya sampai didepan pintu ruangan dosen yang mereka tuju.


"Ketuk dulu Loli." Olive memperingatkan Loli yang ingin masuk begitu saja.


"Hehehe Sorry."


Tok...Tok.. tok


Karena membawa buku banyak dan tanyanya tidak bisa mengetuk pintu, Olive menyuruh Loli.


"Masuk."


Suara seruan dari dalam membuat keduanya mengaguk, Loli mendorong ganggang pintu ruangan Gery.


"Siang pak, mau antar tugas." Ucap Loli yang masuk lebih dulu.


Pria yang duduk di kursi kerjanya menatap Loli yang tersenyum.


"Sepertinya kamu salah ruangan, saya tidak menyuruh_"


"Ini tugasnya pak."


Olive baru saja masuk setelah tadi sempat menerima panggilan telepon sebentar, dan karena membawa buku tugas, dirinya menaruh buku-buku yang dia bawa ditaruh dilantai, jadi selidik memakan waktu untuk masuk.

__ADS_1


"Nah ini teman saya yang bapak suruh, saya hanya mengantar." Ucap Loli tanpa diminta penjelasan.


Olive menaruh tugas yang dia bawa diatas meja kerja dosen.


"Nama kamu siapa?" tanya Gery yang pada Olive. "Kami Mahasiswi baru jadi saya belum_"


"Kan udah ada pak di buku absen." Potong Loli.


Dosen itu mendelik pada Loli. "Saya tidak bicara sama kamu, jadi kamu diam saja. kalau tidak keluar sana."


Sekarang gantian Loli yang kesal. "Kenapa bapak malah mengusir saya."


Olive yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum.


"Nama saya Olive Sujita Nareswari pak, biasa dipanggil Olive."


Dosen itu hanya mengangguk saja. "Baiklah kalian boleh kembali, dan satu lagi, mulai besok kamu Olive jadi asisten dosen saya."


Hah


Kedua gadis itu membelalakan kedua matanya terkejut.


"Kenapa kalian berekspresi seperti itu, seperti melihat hantu saja." Ketus dosen Gery.


"Karena kamu memiliki nilai yang bagus dan lulusan siswi berprestasi, jadi kamu saya pilih." Lanjutnya lagi. "Dan ajari temanmu itu biar otaknya encer sedikit."


"Ehh, bapak ngatai saya to*lol?" Loli menatap tak suka.


"Bukan saya, tapi kamu sendiri."


Setelah dibuat kesal keduanya keluar dengan wajah sama-sama masam.


"Sok iyess, pakai asisten dosen segala." Gerutu Loli yang masih kesal dengan sifat dosen tadi.


Olive hanya diam, dirinya memikirkan tugas baru yang dia dapat tanpa persetujuan. Apa yang akan dia katakan pada suaminya nanti jika tahu dirinya menjadi asisten dosen pria single.


"Semoga aja ngak ngereog." Gumam Olive yang ditujukan pada suaminya.


Punya suami posesif antara senang dan sedih, senang karena memiliki rasa takut kehilangan dan cemburu, sedih karena merasa dicurigai terus.


Sepertinya sebentar lagi Olive akan merasakan hal seperti itu.


"Ehh itu mobil siapa? kayaknya tadi ngak ada." Ucap Loli yang baru melihat mobil sport terpakir


Olive menatap arah yang Loli tunjuk.


"Mobil sugar Daddy aku."


Ucapan Olive sukses membuat Loli terperangah.

__ADS_1


__ADS_2