Love Is Back

Love Is Back
Ngidam


__ADS_3

Tak lama Boby pun datang dan membantu membawakan barang-barang Olive dan bosnya.


Ando berjalan dengan menggandeng tangan Olive menuju mobil yang akan membawa mereka pulang.


"Kak setelah ini apa kita akan pulang ke Jakarta?" Tanya Olive yang sudah duduk dikursi penumpang belakang.


Ando menoleh sambil tersenyum. "Besok kita akan kembali ke Jakarta sayang, aku tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaan ku, Maaf." Tutur Ando yang mungkin membuat perasaan Olive tidak enak.


Olive terseyum, "Tidak apa kak, aku juga rindu Jakarta. Tidak sabar untuk bertemu Ami." Olive menyadarkan kepalanya di bahu Ando.


Boby hanya bisa melirik keduanya yang sedang kasmaran dari kaca depan, apalagi melihat Ando yang mencium pucuk kepala Olive, membuat Boby gemas ingin mencari pacar.


"Kamu tidak keberatan kan, Jika kuliah kamu pindah ke Jakarta?" Tanya Ando sambil mengusap rambut panjang Olive.


"Tidak apa kak, tapi mungkin beasiswa aku akan di cabut." Ucap Olive pelan.


Setelah lulus sekolah dirinya memutuskan untuk mengambil kuliah di Surabaya, berharap bisa menghindari pria Casanova yang sudah menyakitinya.


Tapi kini takdir berkata lain, justru pria itu yang mencarinya, dan sekarang malah sudah menjadi suaminya.


Olive tidak tahu jika jalan takdirnya akan seperti ini, dirinya disatukan dengan ikatan tali pernikahan dengan pria yang memang dia cintai, meskipun dulu dirinya pernah disakiti. Tapi doa orang yang teraniaya pasti dikabulkan dan itu menjadi kenyataan. Kini Ando Sendal jepit mencintainya lebih besar dari pada cintanya, saat dirinya ingin mengikhlaskan tapi takdir berkata lain.


"Apa kau meragukan uang suamimu ini."Ucap Ando dengan wajah tak percaya. "Ayolah sayang, mau kamu kuliah keluar negeri saja aku mampu biayain kamu." Ucap Ando sambil tertawa.


"Ish, sombong." Olive mencebik. "Ya, sayang aja kak, itukan hasil kerja kerasku demi mendapatkan beasiswa, tapi sekarang aku malah menikah dengan pria yang tidak kusangka dan tidak kuduga." Ucap Olive dengan senyum diwajahnya.


Keduanya memang tidak menyangka, perjalanan cinta mereka akan secepat ini menjadi tali pernikahan.


"Sampainya di Jakarta, kita akan urus pesta pernikahan, kamu ingin pesta seperti apa?" Tanya Ando.


Semua wanita pasti menginginkan pernikahan berkesan dan mewah. Dan mungkin Olive memiliki keinginan untuk itu.


"Aku terserah kak Ando saja, yang penting aku masih bisa sekolah." Jawab Olive, yang memang tidak memikirkan pesta.


Padahal saat masih sekolah dirinya begitu ingin memiliki suami kaya, dan mengelar pernikahan yang mewah dan meriah, Olive dulu menginginkan itu, tapi setelah kata sah sudah berkumandang, rasanya sudah cukup.


"Apa jangan-jangan kamu langsung ingin kita bulan madu." Ucapan Ando sontak membuat Olive mendelik.


"Ingat aku masih dalam pemulihan, belum ada jatah untuk belalai gajah mu itu."


Seketika wajah Ando berubah masam.


"Nasib kamu Laii.." Gumam Ando sambil mengelus belalainya yang masih mengkerut.

__ADS_1


Sampainya dikediaman rumah nenek Olive, mereka disambut dengan pelukan oleh Susi dan Faisal, tapi hanya Rasti yang memeluk Olive, sedangkan dengan Ando masih terlihat canggung.


Rasti memang belum mengucapkan apapun kepada Ando, dirinya merasa enggan, entah malu atau masih marah. Yang jelas Rasti belum terbuka jika dirinya sudah menerima Ando sebagai cucu menantu.


"Kak, aku antar aku kekamar." Ucap Olive, yang merasa tubuhnya masih sedikit lemas.


"Iya sayang." Ando sigap mengendong Olive, tidak perduli jika dilihat mertua dan nenek Olive, baginya yang penting sudah halal, tidak akan kena marah ataupun pukul.


"Dasar anak muda sekarang." Ucap Rasti geleng-geleng kepala.


"Meresahkan ya Bu, kalau tidak segera dinikahkan." Ucap Susi menimpali.


"Untung udah sah, mau di bolak balik kayak goreng pisang juga ngak bakalan dosa." Tambah Faisal.


Ketiganya sama-sama mengehela napas.


Dikamar Ando membaringkan tubuh Olive diatas ranjang, menyelimutinya hingga batas perut.


"Mau minum?" Tanya Ando sambil mengelus kepala Olive.


"Mau, tapi aku mau minuman rasa caramel yang ada di depan minimarket xx." Ucap Olive.


Ando hanya diam, menatap wajah Olive yang memelas. "Kak, aku ingin itu sekarang." Ucap Olive lagi sambil merengek.


"Bukan, hanya saja_" Ando nampak berpikir mana mungkinkan kalau Olive minta aneh-aneh itu karena.


"Hanya saja apa?" ucap Olive dengan mata memincing.


"Seingat Ku, kamu belum aku sentuh, tapi kenapa permintaan mu seperti wanita yang sedang ngidam." Ucap Ando dengan wajah bingung.


"Kak Ando.!!" pekik Olive jengkel.


"Gimana mau hamil, kalau aku masih tersegel." Sungut Olive dengan wajah merah karena kesal.


.


.


"Loh nak Ando mau kemana?" tanya Susi yang akan menaiki tangga berpapasan dengan Ando yang akan turun.


"Mau beli minuman, untuk anak Mama yang lagi ngidam." Ucap Ando asal dan kembali melenggang pergi.


Susi terdiam, dengan pikiran yang belum konek. "Ngidam? Kalau ngidam berarti Olive?" Susi menutup mulutnya dengan kedua mata membola.

__ADS_1


Kakinya segara berlari untuk cepat sampai dikamar putrinya.


Brak


Olive yang akan memejamkan matanya kaget, mendengar pintu terbuka kasar.


"Mama kenapa?" Tanya Olive yang bangun untuk duduk.


Susi berjalan mendekati Olive, dengan wajah menelisik, sudah seperti anggota penyidik yang akan mengintrogasi.


"Mah." Olive yang mendapat tatapan mengintimidasi dari Mamanya bergeridik ngeri.


"Sudah berapa bulan?" Tanya Susi dengan tatapan tajam seperti lampu leser.


"A-apanya mah?" Ucap Olive gagap.


Wajahnya mengkerut takut saat Susi semakin mendekat padanya, dengan tatapan yang masih sama.


"Jangan sok polos kamu, kalau tubuh mu saja sudah dipolosin."


Ucapan Susi bagaikan belati yang menikam pas ke jantung Olive. Tubuhnya sedikit gemetar dengan keringat yang mulai bermunculan.


Dibenak Olive, berpikir apakah Mamanya sudah tahu apa yang dia lakukan dengan Ando sebelum menikah, apakah Mamanya tahu jika dirinya juga pernah bermalam dengan Sendal jepit.


Jika iya, maka tamatlah dirinya sekarang.


"Katakan sudah berapa bulan kamu hamil..!!" Pekik Susi dengan wajah menahan marah.


"Hah.." Olive cenggo, dengan wajah bengong.


"Jawab Olive, bukan bengong kayak sapi ompong." Kesal Susi yang tidak sabar.


"Mama pikir aku hamil?" Tanya Olive setelah tersadar.


"Kata suami kamu, kamu menginginkan minuman karena ngidam." Ucap Susi dengan kedua tangan berkacak pinggang. "Jadi selama ini kamu MBA?" Tanya Susi lagi yang tidak percaya.


"Mama ihh, mana ada aku MBA duluan, amit-amit dah." Ucap Olive kesal.


Meskipun dalam hatinya bersyukur karena ternyata Mamanya salah menduga, setidaknya dirinya pernah melakukan hal yang tidak baik bersama Ando, tapi pada akhirnya pria yang menyentuh dan melihatnya pertama kali, kini dia juga yang memilikinya.


"Jadi yang dikatakan suami kamu_"


"Jangan percaya sama Kadal buaya buntung seperti dia..!" Kesal Olive.

__ADS_1


Awas aja kalau pulang, aku hukum belalai gajah mu itu


__ADS_2