
Ando keluar dari gedung pencakar langit Adhitama Grub pukul sembilan malam, kebiasaannya kembali setelah pulang dari Surabaya, hampir dua minggu dirinya selalu pulang larut dan menyelesaikan pekerjaan yang selalu menumpuk. Meskipun begitu Ando mendapatkan apa yang sepantasnya dua dapatkan dari kerja kerasnya sebagai tangan kanan seorang Nathan Adhitama.
Kendaraan sport yang dia miliki membelah jalan kota yang lumayan sepi, Ando yang merasa lelah memilih pulang langsung keaparteman.
"Malam Mas." Sampainya basement Ando bertemu satpam yang menyapanya.
"Malam Dung." Ando tersenyum, dan merogoh sesuatu dari saku celananya. "Buat beli udut." Ucap Ando yang memberikan Dudung selembar uang kertas.
"Wah makasih loh Mas." Dudung merasa senang, meskipun bukan perokok setidaknya dia bisa membeli makanan untuk anak dan isterinya.
"Ya, jaga yang benar." Setelah mengatakan itu, Ando pun pergi untuk menaiki lift menuju flatnya.
Rasa lelah begitu terasa ditubuhnya, Ando menggoyangkan kepalanya kekiri dan kanan, bermaksud untuk mengurangi rasa pegal yang menderanya.
Sampainya didepan pintu apartemen Ando menekan password yang tak lain adalah tanggal lahir Olive. Ando menggunakan tanggal itu setelah Olive pergi meninggalkannya.
Ceklek
Pintu terbuka, Ando langsung masuk setelah menutup pintu dan yakin sudah terkunci dirinya bergegas masuk kedalam kamar.
Namun sebelum sampai kamar kakinya berhenti ketika melewati dapur mini miliknya.
"Kenapa ada bekas gelas susu." Gumam Ando setelah melihat sisa isi digelas kotor itu.
Ando menyusuri flatnya, siapa tahu ada seseorang yang masuk tanpa ijin, tapi bagaimana bisa jika yang tahu password apartemennya hanya dirinya.
Disudut ruangan sudah Ando telusuri, tapi tidak ada siapapun yang dia dapatkan.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan." Ando bergegas masuk kedalam kamarnya, saat pikirnya berkelana.
Brak
Olive yang sedang terlelap terkejut saat mendengar suara pintu dibuka kasar oleh Ando dari luar.
"Kak."
"Ndut." Ando segera mendekati Olive yang sudah duduk diatas ranjangnya dengan wajah terkejut.
"Kamu disini." Ando langsung memeluk Olive dengan erat.
Lelahnya tiba-tiba menghilang begitu saja, dirinya merasa senang melihat Olive yang berada di apartemennya.
"Ini bukan mimpi kan?" Ucap Ando sambil menangkup kedua pipi Olive dan menatapnya lekat.
Ando tersenyum lebar, dan kembali memeluk Olive yang ternyata benar ada didepan matanya.
Olive pun membalas pelukan Ando, bibirnya tersenyum, saat mendengarkan jantung Ando yang berdetak cepat.
Keduanya menikmati momen berpelukan cukup lama, sudah seperti sepasang suami istri yang baru saja bertemu Ando tidak melepaskan pelukannya.
"Kenapa bisa disini? apa terjadi sesuatu?" Tanya Ando yang sudah melerai pelukannya, kini keduanya sedang duduk saling berhadapan.
Olive menuduk dirinya teringat ucapan neneknya. "Minggu depan nenek ingin menikahkan ku dengan Bisma."
"Apa?"
__ADS_1
Olive hanya mengagguk menggapai keterkejutan Ando yang tidak percaya.
"Entah kenapa, sepetinya. nenek menyembunyikan sesuatu agar kami cepat menikah." Ucap Olive lagi menceritakan kegelisahannya.
Olive menatap Ando dengan wajah sendu. "Aku tidak mau kak, Bisma bukan pria baik seperti yang nenek tahu."
Ando menatap lekat wajah Olive, dirinya tahu jika gadis didepanya ini sedang dirundung rasa bersalah dan menyesal.
"Sudahlah tidak apa-apa, cepat atau lambat si bisul pasti akan terkena tulahnya." Ando mengusap pipi Olive lembut.
Olive tersenyum tipis. "Sejak kapan kamu datang? kenapa tidak menghubungiku? dan kenapa kamu bisa masuk?" tanya Ando.
"Sudah cukup lapar menunggu kak Ando pulang, makanya aku tidur lebih dulu."Bukanya menjawab pertanyaan Ando, Olive malah curhat agar Ando peka dengan dirinya yang kelaparan. "Soal masuk itu gampang karena password nya adalah tanggal lahir ku."
Ando terseyum. "Pasan lah makanan yang kamu mau, aku ingin membersihkan diri, gerah." Ando memeberikan ponselnya pada Olive. Dan membuka kancing kemejanya didepan Olive.
"Aku tunggu diluar." Ucap Olive bergegas pergi, sebelum macan bangun dan menggodanya.
"Mau kemana?" Ando lebih dulu mencekal tangan Olive, dengan kancing kemeja yang sudah terbuka semua, dan memperlihatkan otot perutnya yang membuat Olive menuduk.
"K-kak Ando mandi dulu aku_ Emphh."
.
.
Kang sendal 😍
__ADS_1