Love Is Back

Love Is Back
Niko&Loli


__ADS_3

Di kampus Loli benar-benar merasa kesepian sejak sahabatnya itu cuti hamil dari kegiatan kampus. Baru saja dirinya merasa senang mendapat teman, kini harus kembali sendiri tanpa teman dekat seperti Olive.


Meskipun banyak teman sekelas, tapi menurut Loli tidak ada yang tulus dan baik seperti Olive, Loli pernah menjadi jahat saat sekolah dulu, dan melihat teman seperti itu, dirinya seperti bercermin dengan dirinya sendiri.


Duduk termenung di taman kampus yang tidak cukup ramai, Loli membaca buku ditanganya, tapi Otaknya berkenalan entah kemana.


"Loli.."


Pluk


Pria yang baru saja datang langsung merangkul Loli dan duduk disebelahnya.


"Hm." Loli menjawab malas pria yang baru saja duduk disebelahnya.


"Galau heh." Pria tersenyum dan mencubit pipi Loli.


"Ck, apaan sih Ka." Loli mengusap pipinya yang baru saja dicubit pria bernama Saka itu.


"Gemes tau, masa cuma Niko aja yang boleh cubit." Ucap Saka.


Mata Loli memincing. "Lu ngak takut kalau kak Niko nimpuk lu." Ucap Loli mengingatkan Saka.


"Ngapain takut, bila perlu gue minta lu langsung sama dia." Balas Saka menatap Loli intens.


Loli terkekeh. "Buat jadi babu lu." Ucap Loli yang hanya geleng kepala.


"Itu sih mau mereka, kalau lu gue yang mau." Saka menatap lekat wajah Loli yang begitu dekat dengannya.


Loli yang menatap buku yang dia pegang tidak sadar jika sejak tadi Saka memperhatikannya dan semakin mendekatkan wajahnya.


Cup


Loli membuatkan matanya saat tiba-tiba pipinya dicium Saka tiba-tiba.


"Saka..!"


Saka tersenyum tanpa dosa. "Suka kan_"


"Kurang ajar..!!"


Bugh


Bugh


Bugh


"Kak Niko!!" Loli berteriak menutup mulutnya saat melihat Niko memukuli Saka membabi buta, pria itu tidak melepaskan cengkraman tanganya di kerah leher Saka hingga membuat Niko semakin mudah menghantam wajah Saka dengan kepalan tangannya.


Karena mendengar teriakan Loli, beberapa mahasiswa yang tidak jauh dari mereka mendekati perkelahian yang di pimpin Niko, bahkan Saka yang melawan saja tidak bisa membuat Niko berhenti memukuli Saka.


"Kak Niko...!!"

__ADS_1


Loli menarik lengan Niko yang ingin kembali meninju Saka yang sudah terkapar.


"Lepas, gue bunuh bajingann ini yang udah berani menyentuh Lo." Niko seperti pria yang sudah kerasukan setan, Wajah pria itu menegang dengan kedua mata yang memancarkan kemarahannya.


Beberapa orang membantu Saka berdiri, saat Niko melepaskannya dengan Loli yang menjadi temeng agar Niko tidak kembali maju.


"Bunuh saja, bunuh!! setelah itu jangan pernah muncul di depan gue..!!" Teriak Loli yang merasa jika Niko keterlaluan.


Mata Niko membelalak mendengar ucapan tunggangannya itu.


"Kamu belain dia yang jelas-jelas sudah mencium kamu." Niko menatap Loli tajam, begitu juga dengan Loli. "Apa kamu segampang itu menjadi wanita hah.!!"


Plak


Loli yang tidak terima dengan ucapan Niko mendaratkan tangannya dipipi pria yang menjadi tunangannya itu.


"Sial...!!"


Loli pun memilih pergi dengan hati yang tercokol menahan sakit. Dirinya kelepasan dan tidak terima mendengar ucapan Niko. Loli memilih pergi dari pada dirinya semakin gila jika Niko semakin menyalahkannya.


"Loli...!!"


Niko mengejar Loli yang sudah berlari menjauh dari keramaian yang mereka buat.


"Loli..Loli..Mau kemana? aku belum selesai bicara.." Niko mencekal tangan Loli sampainya di parkiran.


Loli berbalik dengan tatapan tajam yang masih dia tunjukan pada Niko.


"Mau mu apa? kamu tahu kita akan menikah tapi lihat yang kamu lakukan dengan pria bajingann itu hah..!!" Niko menunjuk dada Loli, hingga membuat gadis itu sedikit terhuyung.


"Apa ini sifat aslimu yang suka dicicipi pria-pria, atau jangan-jangan kau sudah tidak perawan." Sarkas Niko.


Dada Loli bergemuruh mendengar ucapan Niko yang benar-benar menyakiti hatinya, apa pria itu lupa jika dirinya yang pertama kali melihat dirinya.


Loli terkekeh dengan hati yang begitu terasa nyeri, tapi dirinya mencoba untuk terlihat biasa saja didepan Niko.


"Did you just know that I'm one_" Loli menjeda ucapanya, menyentuh rahang Niko yang mengeras dengan jari telunjuknya. "Mau mencobanya." Bisik Loli sensual disamping telinga Niko.


Bukan hanya dada Loli saja yang bergemuruh, Niko juga sama setelah mendengar ucapan Loli barusan.


Tatapan Niko berubah dingin, dirinya tidak percaya jika selama ini pikiranya salah. Tanpa bicara lagi Niko menarik tangan Loli untuk masuk ke dalam mobilnya.


Pikiranya sudah tidak bisa lagi Niko kendalikan, hanya ada amarah dan kekecewaan yang dia rasakan. Sedangkan Loli hanya diam dengan hati yang sudah tersakiti oleh perkataan Niko yang merendahkannya.


Apakah semua wanita sama?


Loli yang sejujurnya sudah lelah dengan perlakuan Niko yang selalu membuatnya terkekang, kini dirinya ingin bebas dengan membuat Niko melakukan kesalahan. Setelah ini Loli tidak akan muncul depan pria yang mengatasnamakan cinta tapi bagi Loli, cinta Niko membuatnya terpenjara.


Brak


Niko keluar dan menarik tangan Loli kuat. Pria itu tidak perduli jika yang dia lakukan akan menyakiti wanita yang memang sudah mengisi hatinya, karena tertutup oleh rasa kecewa dan amarah Niko tidak sadar jika apa yang dia lakukan akan membuat wanita itu pergi tanpa mau menoleh kebelakang lagi.

__ADS_1


Bruk


Niko menarik tangan Loli dan menghempaskan tubuh gadis itu disofa ruang tamu. Niko membawa Loli keaparteman gadis itu.


Loli yang melihat Niko diliputi rasa amarah membuatnya menciut, tapi sebisa mungkin dirinya biasa saja, dan malah menantang pria yang sudah diliputi amarah itu.


"Sepertinya kamu tidak sabaran kak." Loli tersenyum miring.


"Katakan jika yang kamu ucapkan tidak benar?!" Tanya Niko berharap apa yang dia dengar tadi hanyalah bualan Loli semata.


Loli mengangkat alisnya sebelah, "Jadi kamu tidak percaya?" Tanya Loli dengan wajah tanpa dosa, meskipun jantungnya berdebar kencang.


Niko membuang wajah dengan perasaan sesak. "Aku salah menilai mu Loli, aku salah menganggap mu berbeda dengan kebanyakan wanita diluar sana." Niko tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya lewat pancaran kedua matanya.


Loli bisa melihat itu, tapi dirinya tidak bisa terus-terusan terperangkap dalam genggaman pria itu. Biarkan saja dirinya memberi pelajaran untuk Niko yang mungkin akan menyakitinya, atas nama cinta yang tersakiti Loli akan membuat pria itu menyesal dengan ucapanya sendiri.


Loli berdiri dan menatap Niko dengan senyum menggoda. "Baju bagus, belum tentu pemakainya juga bagus, So jangan pernah melihat hanya dari pemikiran mu saja."


Niko berdecih sinis, pria itu maju dan langsung menyerang bibir Loli kasar.


Keduanya berperang dengan hati dan logika. Niko melupakan amarahnya lewat ciuman yang dia berikan, dan Loli merasakan tubuhnya lemas ketika merasakan ciuman Niko yang penuh kemarahan.


"Sekarang aku tidak akan berhenti lagi."


Napas Niko memburu, dengan gairah yang bercampur amarah menguasai dirinya, tidak perduli dengan apa yang akan dia lakukan menyakiti seseorang yang benar-benar akan membuatnya menyesal.


"Ahh.. kak." Loli Jatuh terlentang di atas sofa dengan Niko yang sudah melancarkan aksinya, pria itu sudah membuat Loli tanpa mengunakan apapun ditubuhnya.


Hawa panas mulai membuat tubuh keduanya sama-sama terbakar gairah. Niko sudah tidak bisa menahan hasrat yang begitu menggelora didalam tubuhnya, dirinya benar-benar akan membuat gadis dibawahnya menjerit memanggil namanya.


Berpikir jika Loli benar wanita yang sudah terpakai, Niko dengan tidak sabaran langsung menerobos lembah Loli yang masih tersegel.


"Arrghh kak Niko sakit..!!" Loli benar-benar menjerit memanggil namanya.


Dan bagaikan tersayat hatinya, Niko menatap wajah Loli yang sudah mengeluarkan air matanya tanpa mau melihat wajahnya.


"Kenapa Loli? kenapa?" Suara Niko bergetar dengan rasa penyesalan yang mendalam, pria itu begitu mencintai gadis yang berada dibawah, tapi kenapa tega memberinya rasa penyesalan dan rasa bersalah begitu mendalam.


Tatapan Niko beralih kebagian bawah, yang menyatu, hatinya terasa sesak seperti ada batu yang menghimpitnya kuat. Bercak berwarna merah dan basah mengalir disela miliknya yang masih menyatu.


Niko menatap wajah Loli yang memejamkan matanya tanpa mau melihat wajahnya.


"Sayang, maafkan aku.." Niko mengecup kelopak mata Loli yang terpejam erat. "Maaf." Hanya kata itu yang terus Niko ucapkan.


Meskipun mereka melakukan penyatuan dengan hati yang saling mencintai, tapi bagi Loli dirinya hanya merasakan sakit hati.


Sedangkan Niko menikamati bercampur dengan rasa penyesalan dan rasa bersalah yang menggelayutinya.


Terkadang sesuatu yang akan menuju halal, banyak sekali ujian yang datang menggoda. Mereka mendapat ujian yang begitu berat hingga tanpa sadar mereka malakukan kesalahan atas kemarahan dan keegoisan keduanya.


.

__ADS_1


Next masih lanjut.. jangan lupa like'_komen kalian 💋


__ADS_2