Love Is Back

Love Is Back
episode 172 harapan Andini


__ADS_3

Andini berlarian menghampiri johan yang akan masuk kedalam mobilnya karna dia akan kembali kekantor.


'' pak! Tunggu pak! '' teriak Andini dia pun berlari cukup cepat.


Johan menoleh dia melihat gadis itu dan berhenti lalu menutup kembali pintu mobilnya. Andini terlihat terengah-engah karna berlarian.


'' Ada apa ya? '' Tanya Johan penasaran dengan apa yang akan di tanyakan gadis ini


'' Maaf Pak, bapak ini ayah dari kak Arga ya? '' Tanya Andini sopan


'' Iya, kenapa ya? Kamu siapa? '' tanya Johan kembali dia juga penasaran kenapa kok gadis ini kenal dengan putranya.


'' Maaf sebelumnya, nama saya Andini. Saya temann dari anak bapak. Saya hanya ingin menanyakan perihal hukuman dari kak Arga pak. '' ucap Andini sopan.


Andini, Johan langsung teringat obrolan nya dengan Arga sewaktu di dalam sel tadi.


Flashback.


Johan menhampiri Arga yang sedang terduduk di pinggiran tembok dengan tatapan ke lantai,


'' Arga. '' Panggil Johan Arga pun menoleh dan menghampiri papi nya.


'' Papi, '' jawab Arga dengan tenang meskipun dia begitu kepikiran dengan nasibnya


'' Papi gak bisa nyelamatin kamu nak. Semua orang yang ada di sini adalah kolega bisnis papi. Dan jika papi melawan ini bisa merusak semua usaha dan perjuangan papi menghidupkan usaha papi, papi harap kamu paham nak. '' Ucap Johan dengan perasaan bersalah karna tidak bisa menolong anaknya. Johan sudah mengetahui semua permasalahan Arga dari seorang pol*si yang tadi menghubungi nya.


Arga terdiam dan tertunduk. Dia pun tidak bisa memaksa papi nya karna dia pun merasa bersalah di sini dan ini pun kesalahan yang dia sengaja buat. Setelah berfikir sejenak Arga pun mengangkat kembali Kepala nya dia sedikit menarik nafas lalu menghembuskan nya.

__ADS_1


'' Gak papa, papi gak bisa bantu Arga buat keluar dari sini. Arga juga tahu ini semua salah dan udah sebaiknya memang Arga di hukum. Tapi Arga punya satu permintaan sama papi. Dan papi gak boleh nolak itu, apapun yang terjadi papi harus mau bantu Arga. '' ucap Arga


'' Apa itu nak? '' tanya Johan yang penasaran dengan permintaan anaknya.


'' Di luar ada satu gadis, dia bernama Andini. Dia anak yatim piatu, ibunya baru saja meninggal seminggu yang lalu. Arga minta papi urus dan rawat dia, kasih dia fasilitas yang terbaik kasih dia pekerjaan yang nyaman dan terus awasi dia. Anggap dia sebagai anak papi sepeninggal aku. Tolong jangan sakiti dia, dia begitu baik dan polos. Udah itu aja Arga gak minta banyak, cuma itu aja. Biar gak papa Arga di sini sampai hukuman itu selesai, tapi Arga minta papa sering-sering kesini buat jenguk Arga. Biar Arga gak ngerasa sendiri, '' ucap Arga yang begitu tulus


Johan tidak menyangka kejadian ini membuat anaknya menjadi sadar dan bisa berbicara lembut padanya tidak sperti biasanya yang selalu teriak-teriak dan tidak sopan. Johan pun mengiyakan semua permintaan anaknya.


'' Iya, papi akan lakukan apa yang kamu minta, papi akan kabarkan kepadamu jika papi datang menjenguk mu. '' ucap Johan dengan titipan air mata terharu yang dia rasakan atas perubahan putranya.


Rasa sayang Arga sudah muncul untuk Andini gadis yang dia temui dan dia renggut kesuciannya dengan sama-sama sadarnya dna dia berkali-kali mendengar pengakuan jika Andini memiliki rasa sayang yang berlebih untuk Arga bahkan dia rela menahan rasa sakit karna cintanya yang tak terbalas asal Arga bahagia dengan gadis pilihannya. Namun kenyataan berbalik justru Arga begitu terluka dengan pilihan nya itu yang mengakibatkan dia berada di dalam sel sperti sekarang ini.


obrolan itu berakhir dengan saling memeluk satu sama lain, dan baru kali ini terjadi setelah bertahun-tahun lamanya. Johan tambah tersedu-sedu di buatnya dia begitu merindukan pelukan itu. Dan Arga pun menitihkan air matanya dia merasa jika papinya itu begitu merindukan nya. Dan Arga pun membalas itu dengan penuh kasih sayang. Meski sbenarnya Arga itu tipikal penyayang namun dendam di hati yang membuat nya berubah total menjadi pembangkang dan nakal.


Flashback off.


'' Pak, kok diam saja. Saya salah bicara kah? '' Ucap Andini sopan


'' Kamu Andini ya, '' tanya Johan Andini pun mengangguk. '' Masuk mobil saya saja, nanti saya ceritakan di dalam '' pinta Johan


Andini pun mengangguk lalu masuk kedalam dia duduk di kursi belakang sementara Johan di depan dengan supir


'' Kamu sudah lama kenal dengan anak saya? '' tanya Johan sambil melihat kesepion belakang


'' Belum lama pak, baru hitungan bulan. '' Jawab Andini


'' Arga lumayan lama di hukumnya, karna pihak orang tua gadis itu tidak terima. Dan saya gak bisa berbuat apa-apa. Karna orang tua dari gadis itu dna seluruh kerabatnya adalah kolega bisnis saya mereka semua sangat berjasa dalam perusahaan saya. Jadi saya gak bisa berbuat banyak. Dan saya juga sudah memberikan pengertian untuk Arga. Dan yang saya lakukan juga untuk masa depan Arga nantinya. '' Ucap Johan menjelaskan

__ADS_1


Andini terlihat begitu kecewa dengan jawaban itu, dia mulai merasa bersalah dan sangat bersalah. Andai saja tadi dia biarkan pasti tidak sperti ini. Dan andai aja dia ikut melakukan kesalahan pasti mereka akan di hukum bersama, mungkin itu lebih adil.


'' Tapi Arga menitipkan pesan untuk kamu, '' lanjut Johan


'' Pesan apa pak? Saya ingin tahu. '' antusias Andini hingga membuat Johan sdikit kaget '' Maaf Pak, saya begitu antusias, '' Andini pun menyadari jika Johan sedikit tersentak dengan nada suaranya


'' Gak papa, saya paham kok. Jadi kalo kamu kerja sama saya gimana mau nggak? '' Johan tidak melanjutkan isi pesan dari Arga namun langsung menawarkan pekerjaan untuk nya


'' Kerja apa pak? Saya gak ada ijazah dan saya juga cuma lulusan SMP, mana bisa kerja di kantoran. '' jawab Andini dengan polosnya


Johan pun tersenyum, benar yang di katakan putranya jika Andini ini masih sangat polos. '' Gak usah di kantor, karna karyawan saya juga sudah banyak. Kamu cukup bersih-bersih apartemen yang di tempati oleh Arga dan tempat itu gak boleh kotor. Setelahnya kamu cukup memasak masakan yang enak untuk kamu kirim ke kantor dan jenguk Arga, nanti jika ada pekerjaan yang lain saya akan kabari kamu. Dan saya rasa pekerjaan itu tidak membutuhkan ijazah. '' ucap Johan


Andini puj bernafas lega, ternyata pekerjaan nya itu masih berhubungan dengan Arga laki-laki yang dia sukai dna itu tidak akan menjadi masalah sama sekali baginya. Andini justru suka.


'' Baik Pak, saya setuju dengan pekerjaan ini. Dan jika tidak di gaji pun saya tidak masalah, yang penting saya di kasih makan aja. '' Jawab Andini


Johan dan supir itu pun ikut tertawa, lucu sekali di suruh kerja kok gak di gaji gak papa. Aneh bukan.


'' Neng ini aneh deh, kerja kok gak mau di gaji. Yang namanya kerja itu ya nyari gaji neng, bukan cuma makan. Kalo masalah makan itu bonus, '' sahut supir itu yah mendengar kan obrolan keduanya


'' Iya ya mang, aneh banget. Bisa utuh duit saya mang, kalo semua karyawan saya kaya dia. Haha '' Johan pun kembali tertawa


'' Tapi beneran pak. Saya gak papa, saya ikhlas lahir batin. Di kasih makan sama tempat untuk tinggal saja saya sudah bersyukur, '' sahut Andini lagi yang mana dia tidak memperdulikan respon dari supir tadi


Johan pun menggeleng kan Kepala nya. Dari mana anak nya itu bisa kenal dengan gadis sepolos ini.


'' Ya sudah kamu kerja aja dulu, masalah gaji gampang bisa di atur. ''

__ADS_1


'' Baik Pak. '' jawab Andini lalu dia menatap kearah jendela dengan seutas senyum dan harapan di hatinya. Setidaknya dia sedikit leha dan bisa menebus semua kesalahan nya pada Arga.


~~ Yuhuuu☺. Para ayang-ayang ku, jangan lupa like dan komentar nya ya. ~~~😘😘


__ADS_2