
"Siapa lagi besok yang datang." Ucap Olive sambil membersihkan wajahnya menggunakan kapas.
Olive bisa melihat Ando yang baru masuk ke kamar, penampilan pria itu sangat berantakan, bahkan wajahnya terlihat kusut.
Ando berhenti melangkah sebentar mendengar ucapan istrinya yang terkesan ketus. Kakinya berjalan mendekati Olive yang duduk didepan kaca hias yang tidak terlalu besar itu.
"Siapa? tidak ada yang pernah datang kemari." Jawab Ando sambil duduk dipinggir ranjang dengan menatap Istrinya yang masih sibuk dengan kegiatannya.
""Pernah bilang tidak ada wanita lain selain aku yang masuk sini, tapi nyatanya." Olive melirik Ando dengan ekor matanya.
Ando menghela napas, niatnya ingin bermanja-manja dengan sang istri tapi tidak jadi karena tatapan sinis dan ucapan ketus Olive seketika membuat moodnya semakin buruk.
Srett
Ando menarik dasi yang dipakainya kasar dan berdiri untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Hari ini dirinya benar-benar lelah membuatnya seakan tidak ada tenaga untuk berdebat. Tapi jika tenaga untuk bergelut diatas ranjang sampai pagi pun dia semanagat 45.
Olive mengigit bibirnya saat melihat suaminya tanpa mau membalas ucapannya tadi, bahkan pria itu seperti tidak sanggup untuk berjalan lagi.
Terdengar suara gemercik air yang mengalir, Olive tahu jika suaminya sedang mandi.
Setelah membersihkan wajahnya, Olive keluar dari kamar dan menuju dapur mini diaparteman.
Sebelumnya dia menyiapkan pakaian Ando lebih dulu.
Dirinya mengambil paper bag yang dia bawa dari rumah mertuanya.
Mengeluarkan isinya, Olive melihat makanan yang sengaja dia bawa untuk suaminya dirumah.
Tapi, ketika datang melihat ulat bulu, Olive menjadi lupa segalanya, yang ada dirinya kesal.
Ando sudah keluar dari dalam kamar mandi, dan tidak melihat Olive ada di sana, tapi dirinya melihat pakaian yang sudah disiapkan.
Tanpa menunggu lama, Ando segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar mencari Istrinya.
Meskipun diketusin dirinya tetap mencari sang Istri tercinta.
__ADS_1
"Lagi apa sayang." Ando memeluk Olive dari belakang, pria itu menaruh kepalanya di bahu Olive, membuat dirinya sedikit menunduk agar bisa sejajar.
"Aku tadi nungguin kamu dirumah Mama, nomor kamu juga ditelepon tidak bisa, apa hari ini kamu sibuk." Tanya Olive yang mencoba untuk membuat suaminya lebih nyaman.
Tadi memang kesal karena melihat wanita di apartemen mereka, tapi melihat suaminya yang berantakan, Olive juga tidak tega.
"Hm, aku sibuk makanya ponselnya aku matiin. Banyak pekerjaan yang mengumpul sejak aku tinggal beberapa Minggu lalu. Jadi aku dan Nathan menyelesaikan dengan cepat agar besok-besok tidak ada lembur lagi, karena kami ingin memilki waktu untuk Istri dirumah." Ando semakin mengeratkan pelukannya.
Rambut Olive yang disanggul keatas membuatnya lebih leluasa untuk menciumi leher istrinya.
Olive merasa bersalah karena sudah ketus dan sipek pada suaminya tadi, tapi itu kan bentuk protesnya karena tidak suka.
"Makan dulu, tadi aku bawain makanan dari rumah Mama." Olive sedikit mengelak dari bibir Ando yang tidak mau diam. Suaminya itu selalu agresif jika dekat dengannya.
"Emm, aku cuma pengen kamu manja sayang." Rengek Ando dengan wajah masam.
Olive berjalan menuju meja makan dan menaruh hidangan yang sudah dia pindahkan di piring.
"Makan dulu, nanti bisa kan manja-manjanya." Ucap Olive sambil menatap suaminya yang menpilkan wajah masam.
"Kenapa kamu tidak bilang jika punya adik, aku pikir gadis seragam SMA yang datang termasuk sugar baby mu."
Uhuk... uhuk...
Ando sampai tersedak mendengar ucapan Istrinya, dadanya terasa sesak, karena makanan yang belum ingin dia telan harus tertelan paksa.
"Pelan-pelan kak." Olive memberikannya air.
"Kamu pikir aku sugar Daddy." Ucap Ando dengan menatap Olive intens.
"Aku tidak bilang kalau kamu sugar Daddy, aku hanya tidak tahu jika Andien adik kamu." Balas Olive santai.
Ando mendengus kesal. Gila saja jika dirinya punya sugar baby, ehh tapi kenapa dulu dia tidak berfikir menjadikan Olive sugar baby nya ya."
"Sudahlah, aku sudah tahu adik iparku jadi aku tidak akan menuduhnya macam-macam." Ucap Olive lagi sambil memperhatikan Ando makan lagi.
"Ya, buang saja pransangka bururukmu itu." Balas Ando.
__ADS_1
Olive memincingkan matanya. "Kalau kak Ando bukan mantan Casanova yang suka celup-celup teh Sosro pasti aku tidak akan memiliki pikiran negatif setiap saat ada wanita yang bertanya tentang mu."
Glek
Ando tak lagi berkata, jika diteruskan nasibnya sebentar lagi akan diujung tanduk.
"Sabar Ndo, orang sabar dadanya lebar." Gumamnya dalam hati.
"Oya, katanya mau kerumah sakit? sebenarnya kamu sakit apa kak?" Tanya Olive penasaran, dirinya kepikiran.
"Tidak apa, hanya ingin melakukan operasi kecil." Jawab Ando jujur.
"Operasi?" Tanya Olive terkejut.
"Kamu tahu kata Vasektomi? " Tanya Ando membuat Olive menggeleng.
"Vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi atau bisa disebut juga pengendalian kelahiran permanen pada pria, yang dilakukan dengan cara memutus penyaluran ****** ke air ma*ni. Alhasil, air ma*ni tidak lagi mengandung ******, sehingga tidak dapat menghasilkan pembuahan." Tutur Ando.
Olive menelan ludah, jadi selama ini suaminya melakukan KB permanen.
"Aku melakukan ini hanya untuk berjaga-jaga, karena kamu tahu aku seorang Casanova jadi aku tidak ingin dimanfaatkan oleh mereka para wanita yang melayaniku."
Meskipun mungkin terdengar sakit untuk Olive, tapi memang itulah kenyataannya dimasa lalu.
"Jadi apakah aku bisa hamil?" Hanya itu yang menjadi pertanyaan Olive.
Ando tersenyum. "Maka dari itu aku ingin bertemu dokter untuk mengembalikannya lagi."
"Emang bisa?" Tanya Olive penasaran.
"Bisa sayang, asal melakukanya dengan sesuai prosedur dan ditangani oleh ahlinya."
Pembicara keduanya mengalir hangat dimeja makan, hingga melupakan bagaimana mereka tadi.
.
Kembang kopi Bestie Joo lali semanagat 😍
__ADS_1