Love Is Back

Love Is Back
episode 184 Mengandung


__ADS_3

Menunggu sang suami sampai hingga membuat Velly merasa resah dan gelisah Lagi-lagi dan berkali-kali melihat kearah jendela untuk memastikan suaminya pulang atau belum. Meskipun sudah mendapatkan pesan jika akan pulang telat. Namun yang namanya perempuan walaupun sudah di berikan pesan tetap saja akan khawatir.


Tidak lama kemudian setelah lumayan lama menunggu akhirnya Dandi sampai juga di depan pintu apartemen nya. Karna terdengar bunyi bel dari dalam. Velly pun buru-buru membukakan pintu.


Dan ternyata benar jika itu suaminya. Wajahnya begitu lesu dan kusam sambil menenteng satu plastik berisikan boba pesanannya. Beruntung boba itu masih terasa dingin karna pedagang tadi cukup banyak memberikan es di dalam nya.


'' Mas mau mandi dulu ya, '' Ucap Dandi sambil memberikan boba pesenan Velly lalu masuk kedalam.


'' Iya. '' Jawab Velly. Tiba-tiba saja Velly merasa iba saat melihat raut wajah suaminya yang begitu lesu. Mungkin karna ulahnya yang begitu banyak maunya. Tidak banyak sih sebenernya cuman susah aja di carinya.


Velly masuk juga kekamar untuk menyiapkan baju ganti buat suaminya. Sambil menunggu suaminya keluar Velly pun menikmati boba yang di pesanya tadi. Tidak lama suaminya pun sudah selesai mandi dan memakai baju yang sudah di siapkan oleh Velly. Kini Dandi sudah terlihat lebih segar dari tadi yang baru pulang. Velly pun buru-buru memeluk sang suami yang masih merapikan rambutnya di depan cermin.


'' Jangan keras-keras sayang kasihan debay nya. '' Ucap Dandi pada Velly yang langsung tubruk aja.


'' Aku rindu sama Mas. '' Kini mereka sudah saling berhadapan. Karna Dandi memutar badannya untuk menghadap Velly


'' Hmmm. Sebanyak apa? '' Tanya Dandi


'' Tak terhitung dan tak terhingga. '' Jawab Velly lalu melepaskan pelukan itu lalu mencuri kec*pan di bibir sang suami


Dandi pun tersenyum di buatnya.


'' Kita lanjut nanti lagi ya, Mas laper. Katanya tadi kamu masak? '' Tanya Dandi


Velly pun mengangguk.

__ADS_1


'' Iya. Ayok, Mas harus icipin gimana rasanya masakan aku ya. Dan jika gak enak Mas harus bilang enak. Dan harus di habiskan juga. Janji! '' Ucap Velly pada suaminya sedikit memaksa.


Dandi pun berfikir sejenak. '' Kok maksa sih? Lidah kan gak bisa bohong sayang? ''


'' Tapi Mas kan bisa bohong. Hehe'' eyel Velly


'' Oh... Jadi kamu ngajarin Mas buat bohong nih, ceritanya. '' Balas Dandi


'' Dih! Ya nggak lah! Awas aja kalo Mas coba-coba buat bohongin aku ya, '' Ucap Velly memperingati dengan memicingkan matanya.


Dandi pun tergelak dengan kerasnya.


Di meja makan.


Velly mengambilkan nasi dan juga lauk pauk yang tadi dia masak. Dandi lun segera melahap nya. Namun Velly masih belum ikut memakannya dia masih penasaran dengan koreksi rasa yang akan di ucapkan oleh Dandi. Namun Dandi terlihat begitu menikmati masakan yang di buat oleh Velly. Hingga makanan itu tinggal setengah namun Dandi tak kunjung memberikan penilaian untuk Velly hingga berkali-kali Velly menelan ludahnya karna melihat Dandi begitu lahapnya. Antara kelaperan atau emang enak.


'' Enak! Mantap. '' Jawab Dandi sambil mengacungkan jempolnya.


'' Kamu gak ikut makan, atau emang udah makan duluan? '' Tanya Dandi yang mengambil lagi nasi dan lauknya.


Ini beneran enak? Kok sampek nambah lagi. Pikir Velly sambil memperhatikan Dandi. Velly pun ikut mengambil nasi dan juga lauk yang tadi di masaknya. Tanpa menjawab pertanyaan Dandi.


Segera mengoreksi rasanya terlebih dulu. Enak! Lumayan lah. Pantes aja suaminya lahap makanya.


'' Gimana? Enak kan? '' Tanya Dandi. Velly pun mengangguk. '' Mas gak mau kasih penilaian. Karna apapun yang kamu sajikan itu akan terasa nikmat. Bukan dari rasanya tapi dari cara kamu dan perjuangan kamu. Itu udah buat Mas merasa suka dan bangga punya kamu. Jadi jangan pernah overthinking dengan apa dan gimana yang kamu buat. Karna semua itu tidak ada yang sempurna jika ada kekurangan nya itu hal yang wajar kok. '' Ucap Dandi

__ADS_1


Begitu bahagia nya Velly mendapati seorang suami yang begitu paham dan pengertian dengan dirinya. Dan dia tahu gimana memperlakukan dan memahami suasana hati istrinya.


Velly pun tiba-tiba saja meneteskan air matanya. Karna begitu terharu dengan ucapan suaminya. Dandi pun bangkit saat melihat istrinya meneteskan air mata. Dia tahu jika istrinya begitu tersentuh dengan ucapannya tadi. Dandi pun memeluk istrinya.


'' Makasih ya Mas. Kamu emang selalu paham dengan isi hati dan kondisi ku. Maafkan aku ya jika masih banyak kurang ku. ''


'' Iya sayang. Kita belajar sama-sama ya. ''


Terkadang pujian itu perlu di utarakan untuk sesuatu yang sudah di lakukan sebagai bentuk apresiasi agar terkesan menghargai dan membuat si pembuat itu merasa bangga dan bahagia akan dirinya sendiri. Dengan tujuan agar lebih semangat lagi. Sepele sih tapi itu penting.


****


Pertemuan antara Adam dan orang tua Olivia pun sudah berlangsung sejak sorw tadi di mana Adam menceritakan semua apa yang di keluhkan oleh Olivia hingga memberi tahu tentang isi rekaman yang di rekan oleh Adam saat mengobrol tadi.


Namun bukanya, merespon ingin menjemput Olivia dan memperbaiki diri sebagai orang tua. Malah menyuruh Adam untuk mengurus Olivia terlebih dulu. Dan membiarkan nya bersama. Adam pun tak bisa menolak nya karna orang tua Olivia langsung mengirimkan nya sejumlah uang yang di hitung begitu fantastis di otak Adam.


Dengan alasan. '' Nasehati lah Olivia, spertinya dia butuh teman cerita. Dan untuk saat ini, biarkan dia bersama kamu dulu. Sampai saya siap dan bisa merubah pemikiran saya. '' Ucap ayah Olivia pada Adam


Adam puj hingga saat ini masih begitu kepikiran dengan ucapan orang tua Olivia. Yang di pikirkan Adam akan sampai kapan? Jika menunggu orang tuanya siap pastikan butuh waktu dan itu pasti tidak sebentar. Sedangkan Adam masih banyak pekerjaan dan pelajaran yang harus dia kerjakan. Rasanya masuk ke dunia sperti ini begitu di sesalkan. Jika akhirnya harus menjadi beby siter bayi besar.


Setelah perjalanan cukup lama. Adam pun memilih berhenti di salah satu warung sate untuk mengganjal perutnya. Tiba-tiba saja dia teringat Olivia. Lalu Adam pun memesankan satu porsi untuk di bungkus.


***


Kenyataan pahit pun kini menimpa Andini. Setelah mendengar saran dari Arga, Andini pun segera pergi kedokter untuk mengecek isi dari kandungan nya. apa benar jika dia itu hamil. Dan kenyataan itu memang benar adanya. Sekarang dia benar-benar sedang mengandung dan di yakini itu adalah anak Arga yang mana memang mereka sudah berkali-kali melakukan hal itu Dan Andini pun merasa tidak pernah melakukan nya dengan pria lain selain Arga.

__ADS_1


Kini Andini sedang meratapi nasibnya itu di pinggir jendela dengan pandangan terus menatap keluar sedangkan isi pikiran nya sedang kacau ke mana-mana dengan tetesan air mata yang tidak berhenti menetes.



__ADS_2