
Velly masih saja belum mau di bujuk justru dia hanya diam seribu kata hal itu membuat Dandi semakin merasa bersalah apalagi dengan keadaan keadaan Velly yang sedang hamil muda sperti ini. Hal ini membuat Dandi semakin merasa khawatir terutama pada janin yang sedang di dalamnya. Entahlah semakin kesini rasa khawatir Dandi semakin menjadi-jadi. Perihal sepele saja Dandi sudah begitu mengkhawatirkan nya. Hingga hal itu membuat Velly heran,
'' Semuanya. Aku ijin pulang dulu ya, spertinya Velly lagi gak mood dia butuh istirahat, '' pamit Dandi dengan sopan kepada seluruh keluarga Ayana
'' Iya Dandi, pulang dulu aja, emang kalo hamil muda harus banyak-banyak bedrest jangan capek-cape. Trimakasih ya atas kehadirannya tante makasih banget. '' jawab Mira
'' Iya tante, sama-sama. Aku pamit Ay, baik-baik ya. '' pamit Dandi lalu menuju mobil sementara Velly sudah masuk lebih dulu. Seakan tidak mau bertanya ataupun membicarakan Velly. Karna mereka sudah sama-sama tahu perubahan mood Velly selama kehamilan ini. Mobil Dandi sudah keluar dari pekarangan kantor p*lisi dan masuklah mobil taxi online yang baru saja terparkir.
Dan dengan buru-burunya si penumpang itu pun turun. Kevin! Semua mata tertuju aka kedatangan Kevin termasuk Ayana.
Kevin segera menuju ke gadis kesayangan nya itu. Begitupun Ayana yang begitu merindukan pelukan ternyaman baginya, tempat di mana dia akan pulang dan berkeluh kesah tempat di mana dia bisa meluapkan segalanya.
Mereka saling menenangkan, sementara yang lain hanya menjadi penonton setia yang tidak mau mengganggu dan hanya memilih melihat yang lain. Ada yang main ponsel ada juga yang pura-pura mengobrol. Namun tidak dengan kedua ibu yang ada di sana Dewi dan juga Mira ikut merasakan kehangatan pelukan itu, dimana begitu terlihat Ayana yang merasakan ketenangan saat kevin memeluk nya memgusap punggung nya lembut dan mengucapkan kata-kata positif di telinganya.
'' Aku takut kak, '' ucapnya dalam pelukan itu.
Kevin kira Ayana baik-baik saja karna sudah banyak orang yang sudah menjaganya dan melindunginya. Namun nyatanya perasaan hati itu tidak bisa di tutupi, Kevin begitu merasa bersalah telah pergi jauh dari Ayana dan gak bisa menemukan dan menyelamatkan nya saat dia terkena musibah tadi. Pasti rasa takut dan trauma itu kembali muncul di benaknya.
'' Maafin kakak, gak akan terulang lagi ya sayang. Ini yang terakhir ya, cukup ini yang terakhir. Kamu tenang, kakak ada di sini, '' balas Kevin pelan dan hanya Ayana yang mendengar nya.
Di rasa mulai sedikit lega Ayana pun melepaskan pelukan itu lalu berganti merangkul pinggang Kevin untuk tidak jauh-jauh dari nya.
'' Dimana laki-laki itu bun? '' Tanya Kevin yang dia maksud adalah Arga
'' Masih di proses sama papa kamu, kita keluar karna lagi nunggu hasilnya, '' jawab Dewi
'' Tapi orang tua anak itu tidak akan memperpanjang masalah ini dia lebih kepasrah dan membiarkan anaknya di tahan untuk pelajaran kedepannya. ''
__ADS_1
'' Baguslah, Kevin masih pingin ketemu sama dia, rasanya belum puas kalo belum ngeliat langsung! '' Ucap Kevin tetap terlihat biasa namun dari nada bicaranya terdengar begitu keras dan sinis
Karna pol*si sedang mengurus semuanya di dalam dan tidak ada yang boleh masuk jika belum selesai makan semuanya pun menunggu di luar. Dan Kevin mengajak Ayana untuk duduk agar tidak berdiri. Dan satu pandangan nya tertuju pada Andini gadis berusia 20 tahunan itu yang sedang duduk dan melihat sudut tembok dengan tatapan melamun seperti ada yang dia pikirkan. Ya dia begitu kepikiran Arga yang ada di dalamnya dan itu berkat kesalahannya dan sekarang dia sedang merutuki dirinya.
Sebenarnya Andini sudah boleh pulang, namun karna dia ingin menunggu hasil dari keputusan pihak keluarga Ayana menjadikan dia masih di sana untuk mendengar langsung keputusan itu.
'' Siapa dia? '' Tanya Kevin pada Randy yang duduk di sebelah nya
'' Komplotan si brengs*k itu! '' Jawab Randy dengan pandangan yang melirik Andini namun anak itu masih aja bengong
'' Kok dia aman! '' Jawab Kevin yang hampir tersulut '' Apa karna perempuan? Atau pihak si brengs*k itu ngelindungin? ''
'' Nggak, dia di sini statusnya saksi bang, karna dia Ayana bisa selamat dari si brengs*k itu. '' jelas Randy
Kevin di tambah pusing lagi dengan ini, gimana maksudnya katanya komplotan tapi kok aman. Dan kok malah menyelamatkan kan gak masuk akal.
Randy pun malas untuk menyimpan lebih lama lagi cerita yang sebenarnya, kan hanya akan membuat Kepala nya semakin penuh saja. Meski keadaan nya tidak enak untuk bercerita namun Randy tidak perduli lah toh dia kan juga masih banyak yang harus di pikirkan kedepannya malas juga kalo menyimpan cerita lama-lama malah jadi beban.
'' Pertanyaan nya, kenapa si gila itu ngelepasin dia dan gak beri pernyataan kalo dia juga termasuk. '' balas Kevin
'' Lah itu! Itu yang aneh kan. Dan tadi sewaktu di interogasi si gila itu cuma bilangnya tersangk* tunggal dan menganggap tu cewe cuma seorang warga yang akan berniat menolongnya. '' jawab Randy lagi
'' Gak papa kak. Sbenarnya dia gadis baik-baik kok, dia cuma lagi butuh uang aja. Makanya dia jahat, tapi sebenarnya dia gak jahat. '' sahut Ayana yang sedari tadi mendengarkan kedua laki-laki itu mengobrol
Kevin pun mengangguk namun pandangan nya masih tertuju pada gadis itu, lebih tepatnya kevin masih belum terima dengan apa keputusan Ayana dan juga Arga yang sama-sama berpikiran untuk tidak menghukum gadis itu.
Tak lama Arya keluar dari dalam kantor. Dengan senyum yang berbinar. Di susul Johan di belakang nya. Yang mana laki-laki itu langsung pamitan kepada seluruh keluarga Ayana.
__ADS_1
'' Pak Arya dan keluarga, saya minta Maaf yang sebesar-besarnya dari saya dan juga anak saya. Saya minta kelegaan dan kerendahan hati kalian untuk memaafkan nya, dan saya tidak akan melarang ataupun melawan apa yang sudah menjadi keputusan kalian terhadap anak saya. Karna memang anak saya bersalah. '' ucap Johan dengan sopan dan santun
'' Iya Pak Johan. InsyaAllah kami memaafkan anak bapak dengan ikhlas. Terimakasih atas kerjasama nya karna bapak begitu mengerti akan keadaan sebenarnya dan anda benar-benar seoarang bapak yang hebat karna mampu menerima keputusan ini di saat anak anda sendiri sedang tidak baik-baik saja di dalam. ''
'' Tidak masalah pak Arya, saya masih bisa menjenguk nya. Masih banyak waktu untuk saya dan juga anak saya. Setidaknya dia mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan itung-itung buat pelajaran dia agar kedepannya lebih hati-hati lagi dalam bertindak. Ya sudah pak saya permisi dulu, trimakasih dan maaf. '' ucap Johan lalu pamit pergi
Dan Andini yang sedari tadi ingin mengetahui keputusan itu pun tidak menemukan jawaban, dia pun semakin penasaran dan ikut pamit juga kepada seluruh keluarga Ayana. Dan mereka pun mengijinkannya tanpa ada pertanyaan dengan tujuan Andini ingin menanyakan langsung perihal hukuman untuk Arga. Karna itu begitu penting baginya.
'' Gadis itu gak masalah tah kalo di biarkan lolos. Bukanya dia masih komplotan nya, harusnya biar saja dia di hukum. Takutnya nanti dia akan menjadi kaki tangannya si brengs*k itu kalo masih berkeliaran di luar. '' ucap Kevin yang begitu tidak suka dengan Andini
'' Gak papa Vin. Papa udah jamin itu, dan papa juga udah minta hukuman yang lumayan. Seenggaknya dia jera lah. Ya udah kita pulang yuk kasihan Ayana dia butuh istirahat. '' Ajak Arya
'' Tunggu pa. Kevin mau masuk dulu sebentar, ada yang mau Kevin omongin sama anak itu, '' ijin Kevin pada mertuanya
'' Ya sudah, tapi jangan lama-lama, '' ucap Arya Kevin pun mengangguk dan masuk kedalam.
Di dalam Kevin meminta ijin pada penjaga lalu penjaga itu pun mengeluarkan Arga dari dalam sel. Dan mereka duduk berdua di sebuah ruang temu yang di sediakan, kali ini Arga sudah resmi menjadi tah*nan dna sudah memakai baju resmi di sana. Arga terus saja menunduk dan tidak mau melihat Kevin. Dia begitu malas dan lebih kepasrah.
'' Masih aja lo gak ngelupain apa yang udah gue peringatin! Kalo udah kaya gini, lo bisa apa! '' Ucao Kevin dengan suara yang tertahan karna amarah karna saat ini dia ingin sekali menghajar Arga sampai gak sadar diri karna begitu geramnya dia
Arga hanya diam tak menjawab.
'' Mau berapa lama lo disini itu tergantung dari gimana nya keluarga gue. Dan lo harus terima itu, aslinya ini belum setimpak dengan apa yang udah lo lakuin sama calon istri gue. Mental dia lagi-lagi lo hancurin cuma karna ambisi dendam cinta lo yang gak kebales! ''
'' Gue tau itu. Dan gue gak mau memperpanjang lagi! Udah cukup dan kali ini gue udah menyesali semuanya. Dan gue gak akan mengulangi lagi. Ini bukan janji tapi lebih ke pengingat diri. Gue minta maaf sama lo, sama Ayana dan sama keluarga besarnya. Gue siap mau seberapa lama gue di sini gue gak masalah. Karna gue tau gue salah dna gue sadar. '' jawab Arga yang membuat Kevin mengangguk kecut
'' Baguslah. Lebih lama lebih baik. Hidup gue lebih tenang! '' balas Kevin lalu beranjak meninggalkan Arga.
__ADS_1
Arga pun hanya mampu melihat punggung laki-laki itu tanpa ingin menahan dan berbicara lebih lanjut lagi Karna di pikiran nya saat ini itu Andini.
_Next☺_like_komen_dong besty ku biar semangat nulisnya 🥰