
Ando berdecih sinis, dengan tatapan meremehkan. Dirinya mengusap punggungnya yang memang terasa sakit.
"Sial..!!" Bisma mengumpat saat dirinya sudah terkepung, bahkan keempat orang suruhan sudah diringkus polisi.
Bisma yang ketukan ingin berbalik dan kabur, tapi langkah kakinya berhenti saat melihat dua orang dibelakangnya berjalan mendekatinya. Bisma ketakutan dan berjalan mundur untuk menghindari dua orang yang berjalan mendekatinya.
"Mau kemana bisul." Ucap Joe sambil tersenyum menyeringai, apalagi Jack yang memegang pistol ditanganya.
"Mau apa kalian?" Tanya Bisma ketakutan. Bisma hanya bermodal dendam dan tidak memiliki persiapan apapun, bela diri pun Bisma tidak bisa sehingga dirinya memilih untuk membayar seseorang yang bisa dia andalkan untuk menghabisi Android tapi ternyata orang yang dia suruh tetap saja kalah oleh pria yang sudah menghancurkan hidupnya itu, dan sekarang Bisma terkepung di antara mereka semua.
"Hahaha.." Joe dan Jack hanya tertawa menanggapi ucapan Bisma yang ketakutan titik wajah Bisma sudah pucat dan bahkan kakinya sudah bergetar berjalan mundur.
"Mengembalikan dirimu ketempat yang sesungguhnya." Jawab Joe dengan tawa menggelegar.
Selain latah Joe juga bisa menyeramkan jika mood jahatnya keluar.
Bisma semakin ketakutan, Ando yang melihat Bisma yang ketakutan geleng kepala.
"Mental krupuk." Ledek Ando pelan.
Punggungnya terasa nyeri, hingga membuat perutnya terasa mual.
"Apa gue bawa sekarang tuh buronan." Ucap seseorang dari arah belakang Ando.
Ando menoleh sambil mengusap pangkal lehernya. "Ditya, kamu urus saja si bisul sampai membusuk dipenjara." Ucap Ando sambil tersenyum meringis merasakan sakit.
Ditya hanya mengangguk saja, menantu Adhitama yang tak lain adalah suami Aileen adik Nathan Adhitama. Dan Ditya adalah putra dari pasangan Riko Herlambang dan Rere.
"Oke gue sendiri yang akan tangani kasus ini."
Ando berterima kasih pada Ditya dan rekannya. Joe dan Jack ikut pamit untuk memastikan hukuman berat untuk Bisma.
Ando kembali masuk kedalam mobil dengan langkah lunglai, melihat istrinya yang tidak terganggu membuat Ando tersenyum.
"Bumil kalau udah merem kayak kebo." Ucap Ando pelan, takut didengar Olive.
Untung saja bantuan datang tepat waktu, jika saja dirinya menghadapi sendiri, entah apa yang akan terjadi, mengingat dirinya hanya seorang diri.
Ando kembali melajukan mobilnya menuju apartemen, dia akan memastikan hukuman Bisma sendiri besok. Tidak akan Ando buat mudah Bisma untuk keluar jika bisa Bisma akan busuk dipenjara.
__ADS_1
.
.
Bugh
"Ah kak. kamu tidak sabaran." Ucap Loli yang baru saja dijatuhkan di atas ranjang.
Niko mulai melucuti pakaian yang dia kenakan, kini dirinya akan menghukum Istrinya yang sudah berani memamerkan belahan dadanya yang hanya untuk dirinya.
"Kamu harus diberi hukuman." Ucap Niko yang benar-benar kesal dengan penampilan Istrinya tadi.
Mekipun Loli sangat cantik, tapi tetap saja Niko tidak menyukai kebaya yang Loli kenakan, kalau saja dirinya tahu saat fitting baju pasti Niko akan melarang keras Loli memakai kebaya itu.
Niko sudah melepaskan pakaian yang dia kenakan, hanya menyisakan boxer hitam pendek yang menutupi asetnya.
Loli hanya pasrah, dirinya sudah satu jam Lalu mengganti pakaian yang dia gunakan untuk akad tadi, dan kini wanita yang sudah berstatus menjadi istri Niko Abrahan itu memakai lingerie seksi yang semakin membuat Niko kepanasan menahan gairah.
Jika sudah begini hukuman yang Niko lakukan tidak jauh-jauh dari hukuman ranjang, Loli akan menerima hukuman dari suamimu yang memiliki gairah cinta yang tinggi itu.
"Aku menanti hukumanmu sayang." Bisik Loli sensual, saat wajah mereka saling menatap.
Sejak masuk kamar Niko sudah tergoda dengan penampilan Loli, ditambah bayangan saat Loli mengunakan kebaya tadi, membuat fantasi liar Niko semakin menjadi.
"Apa? melakukan apa,, emph.." Loli meleguh dan kura-kura tidak tahu apa yang Niko katakan.
"Ini.." Niko meremat buah dada Loli dari balik lingerie yang Loli kenakan.
"Engh.."
"Hanya milikku, dan hanya aku yang bisa melihat dan menikmatinya.
"Ahh kakkk." Tanpa Loli sadari, Niko sudah membebaskan buah kelembutannya di luar kain tipis yang transparan, dan kini Niko sedang mempermainkan pucuk kelembutan Loli menggunakan jarinya untuk di pilin.
Loli sangat mudah terangsang jika jari jemari Niko sudah mulai mempermainkannya, apalagi Niko juga menekan intinya yang semakin membuat Loli kian kepanasan.
"Enak hm." Niko menatap wajah Loli yang terlihat sayu dan seksi, Niko tahu jika istrinya sudah begitu bergairah, tapi tidak akan mudah untuk malam ini. Niko ingin menghukum Loli mekipun dirinya sendiri menahan setengah mati gairah yang membara.
"Kakkk emmph."
__ADS_1
Tubuhnya menggeliat seperti cacing, Loli kepalanya merasa frustasi, saat Niko hanya bermain mengunakan kedua jarinya, Loli ingin melakukan penyatuan yang akan membuatnya terbang sempurna kelangit tujuh.
Niko tidak berhenti memainkan area sensitif Loli, pria itu tahu titik kelemahan istrinya yang akan membuat Loli datang lebih cepat.
Bagaimana Loli tidak terus mendesahh dan merintih saat area sensitif milikinya dipermainkan Niko, jari pria itu tidak berhenti keluar masuk, bibir pria itu tidak berhenti untuk menyesap kelembutannya dengan kuat, Loli merasakan sensasi tersiksa yang membuatnya tidak karuan.
"Kak aku tidak tahan lagi." Suara parau bercampur desahann dari bibir Loli, membuat wanita itu sudah tidak berdaya di bawah tubuh Niko.
"Argh kak..!"
Loli memekik saat sebentar lagi gejolak dalam dirinya meledak, tapi dengan paksa Niko melepaskan apa yang sejak tadi dia kerjakan.
Pria itu bangkit berdiri dengan senyum meneyringai melihat wajah Loli yang merah padam karena kesal. Napas Loli memburu dengan dada naik turun, bahkan kakinya masih terbuka lebar memperlihatkan miliknya yang kembang kempis didepan Niko.
"Kak kau jahat.." Rengek Loli yang frustasi, rasanya tidak enak dan begitu menyebalkan karena gagal mendapat pelepasan.
"Hukuman untuk wanita pembangkang seperti mu." ucap Niko yang terlihat santai, padahal pria itu begitu berat menahan gejolak dalam dirinya. Apalagi adik kecilnya sudah turn on dan minta dipuaskan.
"Hah kamu menyebalkan kak, Sangat."
Loli langsung bangun dan menubruk tubuh Niko.
Brugh
Karena tidak siap, tubuh Niko terhuyung kebelakang dan keduanya jatuh diatas ranjang dengan Niko yang berada dibawah, dan Loli mengambil alih kendali.
Loli melumatt bibir Niko rakus, dia tahu jika. Niko sudah sangat bergairah, tapi sepertinya pria itu memang hanya ingin dirinya menderita, saat kenikmatan yang diujung tanduk tidak dapat dia lepaskan.
"Emmh sayang." Niko meleguh saat Loli memainkan adik kecilnya dari balik celana pendek yang dia pakai.
"Aku juga bisa sayang, jadi jangan kau goda aku." Loli berbisik didepan bibir Niko, bahkan saat Loli bicara bibir keduanya saling bersentuhan.
"Ohh sayang." Niko tak lagi bisa menahan gejolak dalam dirinya, kedua insan pengantin baru itu mulai terbawa suasa panas yang mereka ciptakan.
"Ough kakkk.."
.
.
__ADS_1
Mendung gaess, enaknya ngopi panas 🤣🤣