Love Is Back

Love Is Back
Menemukan semangat itu lagi


__ADS_3

"Mau kemana." Ando merapatkan pelukan ditubuh Olive, pria itu mencari kenyamanan dibalik punggung polos Olive.


Tidak terjadi apa-apa, hanya saja Ando mengulangi kegiatan yang dulu pernah mereka lakukan.


Rindu, tentu saja Ando merindukan aroma tubuh Olive yang seperti magnet baginya, dan Olive pun merasakan hal yang sama.


"Mau pipis Kak." Ucap Olive lirih, sambil menahan pipis yang dia rasakan.


Dengan terpaksa Ando menarik wajahnya menjauh dari punggung Olive. "Baiklah jangan lama-lama." Ucap Ando melepaskan rangkulan diperut Olive.


Sebelum Olive beranjak, Ando mengecup pipi Olive.


"Selimutnya kak." Cicit Olive yang malu dengan keadaanya yang polos, ingin menarik selimut tapi Ando malah menahanya.


"Aku sudah melihat semuanya, lalu untuk apa kau tutupi." Ucapan Ando sontak membuat wajah Olive merona malu.


Ando terseyum, "Kenapa wajahmu menggemakan, rasanya aku ingin memakanmu." Ando gemas sampai mencubit pipi Olive.


"Kak ish." Olive menyingkirkan tangan Ando yang mencubit pipinya.


"Kak Ando tutup mata." Pinta Olive menatap Ando memohon.


Ando tersenyum miring. "Kalau aku tidak mau?" Tantang Ando dengan seringai tipis.


"Nanti aku bisa mengompol disini." Jawab Olive, dengan bibir mengerucut tajam.


"Silahkan saja, jika mau dihukum." Balas Ando santai.


"Kak, ihhh nyebelin."


Ando pun tertawa, menyibak selimut, Ando berdiri dan membopong tubuh Olive yang polos.


"Kak, aku malu!!" Pekik Olive sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada, menutupi kelembutannya yang terekpos, bahkan banyak lukisan tato yang Ando buat disana.


"Malu jika sama orang lain, sekarang hanya ada aku." Ando membawa tubuh Olive masuk kedalam kamar mandi, dan mendudukkan gadis itu diatas closed.

__ADS_1


"Aku mandi dulu, setelah itu aku antar pulang." Ucap Ando sambil mencium sekilas bibir Olive.


Olive hanya diam, dirinya menatap punggung Ando yang sudah berdiri di bawah guyuran air shower, karena kaca bagian membilas transparan membuat Olive menelan ludah kasar saat melihat Ando yang polos di bawah guyuran air shower.


"Tuhan ini salah." Gumam Olive sambil menggelengkan kepalanya.


Dirinya cepat-cepat untuk menyelesaikan hajatnya, Olive tidak tahan melihat pemandangan yang membuat jantungnya tidak sehat.


"Mau kemana?" Ando mencekal tangan Olive, ketika gadis itu melewati dirinya saat akan keluar.


"Kak lepas..!!" Olive menyentak tangan Ando dengan kasar, tapi tetap tidak bisa lepas.


Bugh


Ando menarik tangan Olive kuat, hingga tubuh Olive tertarik, dan membentur dinding.


Napas Olive memburu, tenggorokannya tercekat ketika keduanya sama-sama na*ked di bawah guyuran air shower yang dingin.


Olive hanya menunduk dengan mata berkedip pelan, air yang membasahi kepala sampai kewajahnya sampai tatapan matanya hanya berani menatap dada Ando yang basah.


Tatapan keduanya bertemu, beberapa detik saling tatap dan mendalami perasaan yang semakin membuncah dihati.


"Kau milikku, hanya aku yang boleh melihatmu seperti ini." Ucap Ando yang sudah menahan gelora didalam dirinya.


Posisi intim seperti ini, membuatnya tidak bisa mengendalikan diri, Ando sadari jika miliknya benar-benar hanya bereaksi dengan Olive.


Tatapan Olive terpaku pada pancaran kedua mata Ando yang menatapnya dalam, dirinya melihat jika mata itu ada cinta, dalam hati Olive merasa senang, tapi dirinya tidak yakin jika cintanya akan bersatu.


Ando menyentuh tangan Olive dan dikecup lama, tatapannya tak lepas dari wajah Olive.


Perlahan tangan Ando menuntun tangan Olive untuk melakukan, sesuatu, ketika merasakan benda keras dan hangat ditanganya, Olive tersentak kaget.


"Kak..!!"


"Karena kamu dia telah tidak bisa melakukan tugasnya, dan karena kamu juga dia bereaksi begitu hebat." Ucap Ando dengan napas yang sudah memburu. "Sekarang kamu harus bertanggung jawab."

__ADS_1


"Engh.." Olive mengigit bibirnya, saat Ando menuntun tanganya bergerak naik turun.


"Dia hanya ingin dimanjakan oleh pemiliknya Ough.." Suara Ando terdengar serak dan berat, seperti ada bongkahan batu berton-ton yang membuat perasaanya tak terkendali.


Sendal jepit alias kadal buaya buntung sedang memanjakan belalai gajahnya yang sudah lama tak reproduksi, kini sendal jepit kadal buaya buntung tersa hidup kembali gairahnya.


"Ough, yess sayang lebih cepat." Kepalanya semakin berdenyut sakit rasanya ingin meledak agar terasa plong.


"Kak Emphh.."


Inikah rasanya film yang dia tonton, ternyata lebih ekstrim ketika praktek dari pada hanya melihat saja, dada Olive bergemuruh dengan napas tersengal, tangannya terasa kebas.


"Aku mau sampai sayang, engh lebih cepat." Ando tidak berhenti merancau, sudah lama dirinya tidak merasakan nikmatnya meledak. Dan kini untuk pertama kali, belalaianya menemukan lawan yang tepat hingga membuatnya mampu meledak dengan hebat.


"Olive... Arrghh." Tubuh Ando bergetar hebat, dengan kepala mendongak, urat lehernya menonjol jelas, ini seperti mimpi baginya.


"Hah...hah.." Napas Olive juga tersengal, matanya terpejam dengan posisi yang masih sama.


Ando menyentuh tuas kran air agar menyala, dan seketika Olive mendongakkan wajahnya.


Ando menatap Olive penuh cinta, gadis dibawahnya membuatnya merasa begitu bahagia.


Tangan Ando menyentuh kedua bahu Olive, dan perlahan membuat gadis itu berdiri.


Ando tersenyum lebar, "Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Olive sambil mengusap wajahnya dari guyuran air.


"Aku senang, dan bahagia." Jawab Ando mengusap wajah Olive, "Sejak ucapanmu yang menyumpahi ku, jujur saja belalaiku tidak pernah meledak lagi."


Olive membulatkan kedua matanya, tidak percaya. Terkejut tentu saja, tapi mana mungkin hanya karena ucapanya.


"Tidak percaya? tapi itu kenyataanya." Ucap Ando sambil mengecup bibir Olive yang terbuka karena terkejut. "Tapi rasanya sekarang aku Kembali menemukan semangat gairah itu lagi dengan kamu, dan kamu memang luar biasa."


.


Dah lah, capek aku😪

__ADS_1


__ADS_2