Love Is Back

Love Is Back
Milikku


__ADS_3

Sedangkan di tempat berbeda seorang gadis baru saja membuka matanya saat matahari masuk membuat tidurnya terganggu.


Loli yang sejak siang kemarin baru membuka matanya setelah pagi menyingsing.


gadis itu mengerjap bingung melihat sekeliling bukanlah kamarnya. Loli langsung bangun terduduk dengan wajah bingung dan ketakutan.


"Di mana gue?"


belum selesai menguasai keterkejutannya tiba-tiba pintu kamar terbuka dari luar.


"Sudah bangun putri tidur?" tanya Niko dengan sinis.


"Kenapa gue bisa di sini? dan lo lo ngapain di sini?" Loli menatap Niko tajam.


Niko memancingkan matanya mendengar ucapan Loli. "Seharusnya Lo berterima kasih sama gue, karena gue udah nyelamatin lo dari dosen ca*bul itu." ketus Niko dengan tatapan meremehkan.


Niko hanya berdiri bersandar di pintu dengan kedua tangan terlipat di dada, pria itu menatap Loli dengan wajah datarnya kesal dan juga dongkol karena sejak kemarin siang wanita itu tidak bangun-bangun dan baru pagi ini membuka matanya malah membuatnya bertambah kesal dengan ucapan gadis itu.


"Sudahlah tidak usah pasang wajah syok seperti itu, lebih baik kamu segera keluar dari apartemenku. Gara-gara kamu aku sampai tidur di sofa bukan diranjang ku sendiri." Niko bicara ketus pada Loli yang masih diam dengan menatapnya tidak percaya.


"Cih, jadi cowok kok cerewet." dumeloli sambil turun dari atas ranjang.


Niko yang mendengarnya mendelik tajam pria itu merubah posisinya dan berjalan menuju Loli yang baru saja turun dari ranjang.


"lo bilang apa!" Niko menatap Loli dengan intens.


"lo jadi cowok kok cerewet, lebih baik jadi cewek saja." ucap Loli berani menatap Niko.


Rahang Niko mengeras, tidak terima dengan ucapan Loli yang terkesan menghinanya.


"Nyesel gue nolongin Lu lebih baik lo dipe*rk*osa sama dosen gila itu biar lo ngerasain_"


Plak


Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi Niko sampai-sampai pria itu menoleh karena tamparan Loli yang memang begitu kuat.

__ADS_1


"Kau_"


Niko menjeda ucapannya saat melihat wajah Loli yang merah padam dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


"Gue nggak nyuruh lo nyelametin gue, gue nggak butuh lo tolongin!! lu sama aja sama dosen gila itu, loh sama-sama me*sum lu sama-sama brengsekkk." Loli menumpahkan kekesalannya kepada Niko.


Wanita itu merasa sakit hati dengan ucapan Niko yang seolah-olah mendoakan buruk tentang dirinya.


Niko yang melihat kemarahan di wajah Loli hanya bisa dia mematung bahkan kedua mata Loli sudah menjatuhkan buliran bening yang membasahi pipinya.


"Gue nggak minta Lu tolongin gue, gua nggak butuh belas kasihan lo dan gue tidak perlu terima kasih karena karena lu udah nyelametin gue!!" Loli menunjuk-nunjuk dada Niko hingga membuat pria itu sedikit terhuyung ke belakang.


Niko mencekal tangan Loli yang masih menunjuk-nunjuk dadanya, pria itu mengeraskan rahangnya hingga mendorong Loli sampai kembali jatuh ke ranjang.


Ah


Loli semakin menangis gadis itu menatap Niko dengan penuh rasa benci sedangkan Niko hanya bisa menatap Loli tajam bisa-bisanya wanita yang dia tolong malah menghinanya dan merendahkannya sungguh Niko merasa harga dirinya diinjak-injak oleh Loli.


Dengan perasaan marah yang menyelimutinya Niko tanpa ragu menempelkan bibirnya ke bibir Loli, memaksa gadis itu menerima ciuman kasarnya hingga membuat Loli berontak.


Emph


Niko yang kesal mendapat penolakan menggigit bibir bagian bawah Loli, hingga membuat gadis itu memekik dan membuka mulutnya paksa.


"Ahh."


Lidah Niko menerobos masuk saat Loli membuka bibirnya, ciuman yang awalnya kasar kini semakin lama semakin lembut membuat Loli berhenti memberontak dan perlahan membalas cumbuan yang Niko lalukan.


Emph..


Lidah keduanya saling membelit meskipun Loli belum sepenuhnya lihai berciuman, tapi setidaknya dirinya pernah melakukan ciuman bibir. tapi kali ini ada rasa yang berbeda di dalam hatinya, Loli merasakan rasa hangat yang tiba-tiba menjalar di tubuhnya rasa yang belum pernah Loli rasakan sebelum-sebelumnya bahkan aliran darahnya terasa berhenti ketika merasakan kelembutan yang Niko lakukan dengan bibirnya.


Pangutan yang mereka lakukan cukup lama hingga Niko melepaskan ciumannya saat tangan Loli memukul dadanya karena kehabisan nafas.


Nafas Loli memburu dengan dada naik turun tak beda jauh dengan Niko, tapi pria itu masih bisa mengontrol nafasnya tidak seperti Loli yang tersengal-sengal menghirup oksigen banyak-banyak.

__ADS_1


"Brengsekkk, pria bajing_ Emph.."


Niko kembali membungkam bibir Loli dengan bibirnya kembali kali ini dengan kasar dan tergesa-gesa Niko melakukannya.


Rasa manis yang baru dia rasakan di saat bibirnya menyentuh bibir Loli terasa lembut dan membuatnya tidak ingin berhenti. entah apa yang dirasakan oleh Niko tapi dirinya hanya mengikuti kata hati yang ingin kembali mengulangi mencium bibir Loli. katakanlah dirinya pria brengsek tapi rasa yang mendorong dalam dirinya tidak kuasa Niko untuk mengelak.


"Enghh.." lagi lagi leguhan Loli membuat Niko semakin bersemangat, bahkan bibir pria itu sudah menyusuri leher Loli hingga menyesapnya dan meninggalkan bekas di leher putih mulus Loli.


Niko seperti seorang pria yang kehausan akan sentuhan, pria itu tidak mendengarkan perkataan Loli yang menyuruhnya untuk berhenti, telinganya terasa tuli hingga membuatnya tidak ingin berhenti menyusuri leher hingga bagian dada Loli yang terbuka.


Loli hanya bisa menangis dan penggelengkan kepalanya, tenaganya tidak sepadan dengan tenaga Niko yang terus mencoba untuk membuatnya lemah.


Otaknya sudah tidak bisa berpikir dengan jernih, ketika sentuhan-sentuhan yang dilakukan Niko membuat sekujur tubuhnya terasa kaku dan tidak bisa bergerak, hanya saja bibirnya yang tidak bisa diam hingga mengeluarkan suara-suara laknat yang Loly sendiri tidak habis pikir.


"Ahh kak jangan digigit." Tanpa sadar mulut Loli kelepasan bicara.


Niko tersenyum menyeringai disela-sela kegiatanya yang sedang memberi tanda kepemilikan di area dada Loli, bahkan bibir Niko sudah menyentuh bagian danging kenyal meskipun masih tertutup dengan b*ra.


"S-sudah kak, aku tidak mau. Tolong."


Suara Loli yang memohon membuat Niko menghentikan aktifitasnya. Meskipun miliknya dibawah sana sudah memberontak, tapi Niko tidak akan sampai merusak anak gadis orang, kecuali ada setan yang menjelma menjadi dirinya.


Niko menatap Loli dengan tatapan yang susah diartikan, merasakan gestur tubuh loli yang sempat menegang saat pertama kali tanyanya menyentuh pusat Intinya, membuat Niko percaya jika Loli gadis baik yang masih bisa menjaga harta paling berharga miliknya.


Niko menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh Loli yang hanya diam terlentang, bahkan dada bagian atas Loli terekpos memperlihatkan hasil tato yang Niko buat.


Loli hanya diam dengan air mata yang sudah mengering, Tatapannya terlihat sayu dengan pikiran yang entah kemana. Apa yang baru saja dirinya lakukan, apakah semua hanya mimpi.


Loli tidak menyangka jika dirinya tidak berdaya saat tumbuhnya dijamah oleh Niko. Padahal dulu dengan kekasihnya saja, Loli bisa menahan hasrat matan kekasihnya agar tidak kebablasan seperti ini. tapi dengan Niko tubuhnya tidak kuasa untuk menolak seperti ada sengatan listrik yang membuat sekujur tubuhnya diam tanpa bisa bergerak.


"Maaf." Ucap Niko yang sejak tadi juga diam.


Loli tidak menjawab gadis itu masih tetap ada posisinya.


Tidak mendapat jawaban apapun, Niko menatap wajah Loli yang terlihat sendu, rasa bersalah seketika menyeruak dalam hatinya, kenapa dirinya bisa kelepasan kontrol dengan Loli, dan dirinya sudah melecehkan gadis yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"You are mine."


__ADS_2