Love Is Back

Love Is Back
Tanda terima kasih papa


__ADS_3

Loli baru saja sampai di apartemen setelah puas mencurahkan kegundahannya pada sang sahabat, setidaknya dirinya memiliki teman untuk berbagi keluh kesahnya kapanpun.


Loli menekan kode password apartemennya, mempertahankan dirinya masih tetap tinggal di apartemen ini saja Loli harus bekerja keras berdebat dengan Niko, pria pemaksa itu tidak mengujikan dirinya tinggal diaparteman sendirian, padahal sebelumnya dirinya sudah lama tinggal diaparteman ini sendiri, meskipun sejak saat sekolah dulu.


Ceklek


Pintu apartemen terbuka, dan Loli terkejut disambut seseorang yang sedang berdiri dengan kedua tangan yang terlipat didada.


"Kak Niko disini?" Tanya Loli mencoba biasa saja.


Tatapan Niko yang tajam, sudah menunjukkan bagaimana suasana hati pria itu. Belum lama mengenal tapi Loli sudah sedikit paham dengan peragai Niko.


"Dari mana saja kamu, kenapa teleponku tidak diangkat." Tatapan Niko tidak lepas memindai gestur gerakan tubuh Loli.


Loli menutup pintu yang langsung terkunci otomatis, gadis itu menghela napas, dan mengambil ponselnya dari dalam tas yang sejak tadi dia abaikan.


"Aku pergi bertemu Olive, kami mengobrol lama dan aku tidak mengecek ponsel."


Dan Loli melihat puluhan panggilan dari nama yang sama.


"Ck, alasan." Niko tidak menerima alasan yang Loli berikan.


"Terserah." Loli yang lelah dengan sifat Niko membuatnya kesal, dan berlaku masuk melewati Niko begitu saja.


Melihat Loli yang seperti itu, membuat Niko geram, saat melewatinya, Niko mencengkram tangan Loli membuat gadis itu berhenti.


"Lepas Kak." Loli menghempaskan tangannya tapi tenaganya kalah kuat oleh cengkraman tangan Niko.


"Harusnya aku yang kesal sama kamu, tapi lihat dirimu yang malah mengabaikanku." Niko menatap Loli tajam.


Loli tersenyum miris. "Aku juga perlu bersosialisasi kak, bukan hanya dengan kamu saja." Loli menata Niko dengan perasaan campur aduk.


"Tapi setidaknya kamu memberiku kabar, tidak membuatku khawatir karena kamu tidak mau memberiku kabar."


Loli membuang wajahnya kesamping, dirinya menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Aku capek." Merasakan cengkraman tangan Niko melonggar, membuat tangan Loli bisa terlepas.


"Loli, aku belum_"

__ADS_1


"Pulang saja kalau mau pulang, aku ingin istirahat."


Brak


Loli menutup pintu kamar miliknya dan menguncinya dari dalam.


Niko mengusap wajahnya frustasi dengan tangan satunya berkacak pinggang.


"Kenapa kamu susah sekali untuk mengerti apa yang aku lakukan." Gumam Niko menghela napas berat.


Niko hanya tidak mau kejadian yang dulu dia alami terjadi lagi. Dimana dirinya yang terkesan cuek dan tidak perduli dengan kekasihnya dulu, Niko belajar dari pengalaman yang pernah dirinya alami sebelumnya.


Cuek dan masa bodonya membuat kekasihnya pergi dengan alasan dijodohkan, padahal mereka sudah menjalin hubungan saat masih berpacaran dengannya, tapi karena sifat dan karakter Niko membuat kekasihnya memilih pria lain bukan dirinya.


Niko menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu, pria itu menutup matanya dengan kepala yang bersandar di bahu sofa. ingatannya kembali di mana dahulu di masa lalu saat dirinya ditinggalkan oleh kekasihnya karena alasan dijodohkan, padahal yang sebenarnya terjadi, kekasihnya itu memiliki pria lain di belakangnya dan selama bertahun-tahun mereka menjalin kasih. Niko tidak mengetahui karena sifat cuek dan masa bodohnya sampai-sampai Sahira berselingkuh di belakangnya. Dan berakhir Sahira menikah dengan pria lain.


Dan kini dirinya mencoba untuk merubah sifat cueknya dulu, tapi sepertinya yang dia lakukan sekarang juga tidak diterima oleh Loli, gadis itu sepertinya merasa terkekang.


Tidak banyak mengenal wanita dan tidak tahu bagaimana memperlakukan seorang kekasih, Niko serba salah. Papanya juga tidak seperti pria pada umumnya, karena Mustafa tipe pria to the poin jika ingin sungguh-sungguh dengan wanita.


Terbukti Niko memiliki Mama baru bernama Raya, yang sekarang juga sedang mengandung adiknya sama seperti Ayana adik tirinya yang juga sedang mengandung.


Karena lelah nemikirkan semua, Niko sampai memejamkan mata dengan posisi duduk.


Sedangkan didalam kamar Loli melihat berbagai wahana wisata beberapa pemandangan yang indah. Bibirnya tersenyum lebar saat melihat pemandangan yang menyejukkan matanya.


"Kayaknya bagus kalau didatangi." Ucap Loli tersenyum senang.


Dirinya kembali melihat biaya dan tiket jika pergi kesana.


.


.


Diaparteman..


Olive yang sedang berdiri didepan tungku masak tiba-tiba tersentak saat sebuah tangan melingkar diperutnya dan mengusapnya lembut.


"Sudah aku bilang, tidak usah melakukan apa-apa." Suara Ando terdengar disamping kepalanya.

__ADS_1


"Ish, kak ngagetin saja." Olive memukul lengan suaminya yang berada diperutnya.


"Eh, Ngak boleh pukul, nanti junior geger otak."Ucap Ando yang langsung mengelus perut istrinya.


"ihh ngomong apa sih kak, ngak jelas banget." Olive tidak habis pikir dengan ucapan suaminya, apa hubungannya dengan geger otak karena memukul lengan suaminya.


"Kamu memukul lenganku sayang, dan pasti guncangannya terasa sampai junior." karena tadi tangan sedang memeluk perut istrinya, dan Ando takut jika bayinya juga akan terguncang.


"Kamu lebay ah." Olive melengos setelah selain menyelesaikan masak untuk makan siangnya.


Diatas meja makan, Olive melihat dua cup gelas yang sangat dia tahu.


"Kamu beli ini semua? kenapa tidak menghubungiku aku bisa_"


"Loli kesini dan membawa makanan ini." Potong Olive lebih dulu.


Semenjak hamil suaminya itu semakin bertambah cerewet, ada saja yang Ando larang ketika dirinya ingin melakukan sesuatu.


"Oh, aku pikir kamu beli sendiri, aku tidak mengijinkannya."


Olive hanya berdehem untuk membalas ucapan suaminya.


"Sayang kamu kuat melakukan ini." Ando menatap beberapa makanan yang tersedia di atas meja.


Olive melirik suaminya. "Aku bukan penyakitan, tapi kamu saja yang memperlakukan aku seperti orang penyakitan." Ucap Olive bermaksud menyindir.


"Ck, jangan katakan kalau kamu tidak suka aku perlakukan seperti itu?" Ando sudah duduk dikursinya. "Aku hanya tidak ingin membuat kamu kelelahan dengan apa yang kamu kerjakan, aku melakukannya untuk kamu dan juga bayi kita yang kamu kandung, jadi jangan menyuruhku untuk tidak berlebihan."


Olive tidak bisa lagi berkata jika sudah seperti ini. Dirinya juga menyadari jika yang dilakukan suaminya juga demi kebaikannya dan buah hatinya, tapi terkadang Olive bosan dan tidak ingin diperlakukan seperti pasien.


"Sekarang minum ini, biar junior tidak ileran." Ando memeberikan minuman yang Olive pesan. "Apa pun yang kalian inginkan, aku akan berusaha untuk memberikannya."


Olive tersenyum dengan tulus. "Terima kasih papa."


Ando tentu saja mengembangkan senyumnya, "Tanda terima kasihnya papa hanya ingin mau nengokin junior."


.


Kembang kopi sayang 💋

__ADS_1


__ADS_2