
Di rumah sakit.
Ayana memasuki lorong rumah sakit mencari keberadaan bunda nya yang mana sudah lebih dulu tiba. Ayana menelpon Kevin untuk memastikan di mana dia sekarang.
'' Kakak baru sampe parkiran sayang. Kamu di mana? '' Jawab Kevin setelah panggilan itu tersambung
'' Oh, ya udah aku tunggu ya, aku baru aja jalan ke arah ruangan cekup nya ayah. '' Jawab Ayana
Kevin pun mencari-cari Ayana dan dia pun langsung menemukan istri kesayangan nya itu.
Memasukkan ponselnya lalu memeluk istrinya sekilas dan pergi bersama menuju ruangan di mana Arman sedang di periksa.
Menegetuk pintu lebih dulu, dan di bukanya pintu itu dan kini Arman sedang terbaring di brankar dan ada dokter yang sedang melihat kondisinya.
Dewi menyambut Ayana dengan senyuman dan memintanya untuk mendekat. Dengan senang hati Ayana puj mendekat ke arah Dewi yang sedang duduk di samping suaminya yang sedang di periksa.
Dokter pun sudah selesai dan kembali ke tempat duduknya. Lalu giliran Kevin yang menghadap dokter itu. Sementara Dewi dan juga Ayana masih membantu Arman untuk bangkit. Karna kini kondisi Arman sudah sulit dan tidak bisa apa-apa.
'' Jadi gimana dok kondisi ayah saya sekarang? '' Tanya Kevin
Sang dokter pun masih menuliskan resep untuk Arman. '' Keadaan ayah anda baik-baik saja. Semuanya baik hanya saja kondisi jantung nya harus selalu di jaga ya, jangan sampai beliau mendengar suara yang terlalu keras. Dan jangan juga beri beliau kabar yang kiranya membuat beliau kepikiran. Karna pikiran juga bisa menghambat kinerja dari jantung itu sendiri. Ini resep obat yang harus di tebus. Dan harus di habiskan ya. '' Ucap dokter itu
'' Baik dok, trimakasih. Kalo gitu kami permisi dulu. '' Pamit Kevin
***
Di apartemen yang cukup luas itu Olivia sedang duduk santai. Lima bulan setelah dia dekat dengan Adam. Olivia memutuskan untuk tetap tinggal di sana. Meski kedua orang tuanya sudah datang dan menjemputnya dengan baik-baik namun Olivia menolaknya dengan alasan dia masih ingin di sana dan tidak mau ada yang mengganggu nya.
Meski aktifitas nya hanya sekedar makan minum dan keluar seperlunya namun Olivia merasa nyaman disana. Sudah selama itu mereka dekat dan Adam pun jarang sekali kembali ke apartemen karna pekerjaan dan kuliah nya yang jauh di luar kota. Namun semua itu tidak membuat Olivia untuk pergi dari sana.
Bahkan Adam sampai meminta kepada keluarga Olivia untuk mencari kan tempat lain agar Olivia pindah dari apartemen nya namun Olivia tidak mau. Dia tetap maunya tinggal di sana.
Kenyamanan yang di rasakan Olivia itu berasal dari sikap baik Adam dan rasa sabar nya. Serta berkali-kali Olivia menjajalnya dan merayunya namun Adam tetap dengan pendirian nya. Menjaga kehormatan seorang wanita itu mulia. Dan sebisa mungkin Adam menghindari kontak terhadap Olivia.
***
Kali ini Adam memilih pulang ke rumah orang tuanya. Karna dia sudah lama tidak pulang dan menginap di sana.
Suasana makan malam itu pun kembali di rasakan begitu hangat.
__ADS_1
'' Adam, kamu sudah dengar perihal kasus dari Arga? '' Ucap papa nya Adam
Adam pun terlihat bingung dan kaget pasalnya sejak dia ikut bekerja menjadi bodyguard privat Adam sudah tidak lagi mengurusi urusan pribadinya lagi bahkan urusan dengan lingkungan nya saja dia tidak mengetahuinya
'' Apa yang terjadi sama Arga pa? '' Tanya Adam yang memang tidak tahu.
'' Jadi beneran kamu tidak tahu? '' Jawab papa Adam yang tak kalah kagetnya saat sang anak benar-benar tidak mengetahui perihal masalah sahabat nya dulu
Adam menggeleng.
'' Arga sudah lama masuk bui. Papa kira kamu sudah tahu, kasusnya itu sama temen nya kamu juga. Itu lo sahabat nya Velly istrinya abang kamu, '' jelas papanya Adam
'' Apa Ayana ya pa? Soalnya terakhir kali Adam ketemu sama Arga itu dia emang lagi ngejar Ayana, cuman kan Ayana gak mau. Dan di situ lah Adam ngejauh dari Arga karna Arga sempat ngajakin Adam buat bikin rencana jahat. Makanya Adam jaga jarak sampe sekarang. Dan di situ kita Los kontak. Adam fikir Arga pergi jauh buat nenangin pikirnya karna Ayana menikah Ternyata? '' Jawab Adam yang berasal begitu kagetnya
'' Oh, jadi gitu. Pantesan aja kamu santai-santai aja. Papa pikir kamu tahu. Dan karna kamu lagi sibuk sama sekolah dan pekerjaan kamu itu jadi kamu masa bodo. Awalnya papa mau kasih tau kamu tapi mama kamu ngelarang. Katanya takut ganggu kamu yang mau semester, Karna kan kasusnya barengan ya mas sama semester nya Adam. '' Ucap papanya Adam
'' Iya, makanya mama gak kasih papa buat kasih tau kamu. Tapi kan masih ada waktu juga kalo kamu mau besuk Arga. Ya kan? '' Sahut mama nya Adam
'' Iya ma, pa. Nanti biar Adam yang kesana aja buat jenguk. '' Jawab Adam sambil senyum.
Mereka pun melanjutkan makan nya lagi.
Adam melihat ponselnya dan di sana ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Olivia. Adam pun mengabaikan nya lalu manruh ponselnya di nakas setelah menghidupkan alarm nya.
***
Di kamar Kevin.
Ayana duduk di tepi ranjang sambil menunggu Kevin selesai mandi. Karna mereka baru saja sampai dari rumah sakit, setelah mampir untuk makan malam mereka baru pulang.
Ayana teringat kembali dengan Andini yang tadi siang berjumpa dengan nya. Sedang sibuk melamun tiba-tiba Kevin keluar dari kamar mandi untuk ganti baju. Ayana pun beranjak dna mengambilkan baju untuk nya.
Kevin melihat raut wajah Ayana yang spertinya sedang ada yang di pikirkan.
'' Kamu lagi mikirin sesuatu ya? '' Tanya Kevin sambil menggunakan bajunya
Ayana pun menggeleng '' Nggak kok. Cuma ada yang mau aku ceritain sama kakak. '' Jawab Ayana
Kevin yang sudah selesai pun langsung duduk di sebelah Ayana.
__ADS_1
'' Apa? Kamu mau cerita apa, biar kakak dengerin. '' Jawab Kevin
Ayana pun menatap suaminya sekilas lalu menunduk. '' Kakak inget Andini kan? Perempuan yang sempet jebak dan nolongin aku dulu, '' Ucap Ayana Kevin pub mengangguk.
'' Iya, kenapa sama dia? '' Tanya Kevin sambil mengusap-usap kepala Ayana kebiasaan yang sering di lakukan Kevin agar Ayana merasa di sayangi.
'' Tadi siang sewaktu kami berhenti di salah satu minimarket untuk cari minum. Kami ketemu dengan Andini. Dan dia sekarang lagi hamil. '' Ucap Ayana,
'' Hamil? Dia sudah menikah? '' Kaget Kevin dia pun ingin memperjelas
Ayana menggeleng.
'' Terus hamil anak siapa? '' Tanya Kevin saat Ayana menggeleng ketika di tanya perihal menikah
'' Anak Arga. '' Jawab Ayana
Kevin pun geleng-geleng tak percaya. Gimana bisa, Arga saja tidak ada di sana dan dia masih menjalani hukuman nya kok bisa itu anak Arga?
'' Kenapa bisa, '' Jawab Kevin aneh
'' Iya kak. Awalnya kami juga gak percaya di saat Andini bilang itu anak Arga. Tapi setelah mendengarkan semua penjelasan dari Andini kami percaya jika dia itu hamil anaknya Arga. '' Jelas Ayana
'' Terus yang jadi beban pikiran kamu apa? '' Tanya Kevin yang sudah bisa menyerap inti dari tujuan Ayana bercerita
'' Usia kandungan nya kini sudah hampir 5 bulan. Dan tinggal menghitung bulan pasti akan melahirkan. Dan jika di lahiran siapa yang akan menemani nya. Ibu saja dia sudah tidak punya. Jika pun ada hanya orang tua Arga. Itu pun tidak utuh. '' Ucap Ayana
'' Terus, '' Jawab Kevin
'' Apa nggak kita cabut aja kak tuntutan terhadap Arga nya. Kasihan Andini sama calon anaknya kak. Gak ada sosok ayah yang bisa di mintai tolong sewaktu-waktu. '' Ucap Ayana
Kevin pun terdian sejenak. Susah emang jika punya istri yang hatinya begitu baik. Sampe lupa jika dia dulu hampir di lecehkan sama si Arga.
'' Nanti kita obrolin lagi sama papa dan mama ya, sekarang kita tidur dulu. Kakak kangen soalnya, '' Jawab Kevin sedikit berbisik
Ayana pun tersenyum geli karna deru nafas yang menempel di telinga saat Kevin berbisik. Tanpa menolak mereka pun kembali merajut cinta.
Bukannya tidak mau memperjelas sekarang hanya saja waktunya masih kurang pas untuk Kevin menjawab semua pertanyaan yang ada di kepala Ayana. Karna masalah ini urusannya bukan hanya dengan dirinya saja tapi juga dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1