
"Kalian ditungguin lama sekali." Ucap Susi yang bibirnya sudah manyun lima senti.
"Ada apa Mah?" Tanya Olive yang membuka pintu.
Olive sudah memakai dress yang sembarang dia ambil dan menemukan dress daster.
Ketukan pintu tidak berhenti-henti membuat Olive kesal dan menyudahi aktifitasnya bersama Ando. bahkan pria itu mencak-mencak dikamar mandi lantaran merasa kentang saat belalainya baru saja Merakan sentuhan tangan Olive.
"Mama mau tanya, pesawat yang kita naiki berangkat jam berapa?" Tanya Susi tanpa rasa bersalah, sudah membuat dua orang kehilangan mood gairah.
Olive mendengus kesal. "Masih ada dua jam lagi mah, banyak waktu untuk bersiap." jawab Olive dengan nada kesal.
"Ihh, kok kamu kesal gitu sih jawabnya, Mama kan hanya bertanya." Ucap Susi ikut kesal.
"Ck, udah ah sana Mama siap-siap dulu, Olive juga mau siap-siap." Kesalnya lagi sambil mengusir Mamanya.
"Ehh kok ngusir sih, dasar anak ngak jelas." Gerutu Susi. "Eh, tapi kok tadi rambut Olive basah kuyup, dan." Susi mengingat penampilan Olive yang hanya pakai dress, bahkan bagian dada Olive saja terlihat menonjol dibagian pucuknya. "Ah jangan-jangan cucu ku mau otw." Ucap Susi bahagia memikirkan cucu yang lucu dan menggemaskan hasil keringat Olive dan Ando.
Sedangkan didalam, Olive bersungut kesal karena mendengar suara Ando yang bersolo karir.
"Ahhh..sayang engh.."
Suara lacnut suaminya membuat telinganya panas.
"Awas aja kalau salah sebut nama." Ucapnya sambil memakai pakaian.
__ADS_1
Telinganya yang masih terasa panas semakin panas saat suara erangan panjang Ando menyebut namanya.
"Arrghh Olive..!!"
Olive tersenyum smirik mendengar ucapan teriakan Ando.
Ceklek
Tak lama Ando keluar dengan napas lega, dengan tubuh yang lebih segar.
"Sayang kamu tega ninggalin aku sendiri." Ucap Ando yang menghampiri Olive didepan meja rias.
Olive masih mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.
"Ish, Mama hanya sebentar kamunya aja yang ngak mau bantuin aku." Ando mengambil sisir untuk membantu menyisir rambut Olive.
"Heleh, tanpa aku aja kamu Udah teriak puas." Ledek Olive mencibir.
Ando tersenyum. "Bisa kamu banyangin kan, tanpa kamu aja suara teriakan ku puas, apalagi masuk kedalam goa mu."
Olive tersipu malu, dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana saat mereka bertempur di atas ranjang dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh. Melihat belalai suaminya yang besar dan berurat saja sudah membuatnya terasa panas, tiba-tiba bayangan dirinya yang sedang mengulum Lollipop melintas di otaknya.
"Casanova yang bersolo menjadi casanudin." Ucapanya membuat Ando membulatkan kedua matanya.
"Awas aja kalau rudal ku udah membobol goa mu, tidak akan aku lepaskan."
__ADS_1
Olive bergeridik ngeri.
Setelah selesai berberes dan sarapan pagi bersama. Boby datang untuk mengantar bos-nya kebandara.
Rasti pun ikut Faisal ke Jakarta karena di sini dirinya tidak memiliki siapa-siapa, apalagi kondisinya yang sudah tua, membuat Rasti enggan untuk tinggal sendiri.
Dan Faisal juga tidak tega untuk meninggalkan ibunya sendiri, meskipun Rasti sempat egois dan memaksakan kehendak, bagiamana pun juga Rasti adalah ibunya yang masih ada.
"Sudah tidak ada yang tertinggal?" Tanya Ando pada istrinya.
Rasanya seperti mimpi jika sekarang dirinya sudah memiliki istri.
"Sepertinya tidak kak." Jawab Olive yang mendekati Ando setelah mengambil tas nya.
Ando merentangkan tangannya satu dan meraih pinggang Olive.
"Rasanya aku tidak sabar untuk sampai di apartemen." Bisik Ando ditelinga Olive.
"Kenapa?" Tanya Olive yang bingung.
"Tidak sabar belalaiku mengunjungi sarang goanya."
Bugh
"Mesum.!"
__ADS_1