Love Is Back

Love Is Back
Sebagai tamu


__ADS_3

Ando menatap rumah yang tidak mewah namun terlihat asri dan juga besar.


Rumah sederhana yang terlihat nyaman dan indah untuk dilihat.


Tapi bukan itu yang menjadi pertanyaan untuk Ando, pria itu berdiri tidak jauh dari pintu utama dan bisa melihat jika didalam sedang ada acara.


"Eh, mas ini tamu ya?" Tanya seorang pria yang tidak sengaja keluar rumah Rasti.


"Tamu? em ya saya tamu." Ucap Ando yang lebih baik menjawab sebagai tamu agar bisa ikut masuk.


"Kebetulan acara belum dimulai, kayaknya sebentar lagi mas acara lamaranya." Ucap pria yang menggunakan kemeja batik itu.


Sedangkan penampilan Ando hanya memakai celana jeans dan kemeja di lapisi blazer jas dibagian luar.


"Lamaran?" Ucap Ando yang masih bingung.


"Ya lamaran cucu ibu Rasti yang dari Jakarta."


"Apa? cucu dari Jakarta?" Seketika jantung Ando berdebar kencang, pikiran negatif mulai berputar diotaknya.


"Iya mbak Olive cucu dari Jakarta, masa masnya tamu tapi ngak tahu." Pria itu langsung pergi setelah bicara, karena dirinya suruh untuk membelikan sesuatu.


"Lamaran? Olive lamaran." Gumam Ando dengan kepala menggeleng.

__ADS_1


Dadanya terasa sesak, jantungnya berpacu dengan cepat. Tidak ini tidak mungkin, tidak mungkin Olive akan dilamar pria lain.


Kedua kaki Ando perlahan masuk kedalam, tidak terlalu ramai tapi banyak orang yang memakai batik dan juga stelan kebaya. Bahkan Ando bisa melihat didepan sana ada dekorasi mini untuk berlangsungnya acara.


Kakinya ingin mundur dengan menahan sesak didalam dada, tapi netra matanya menangkap sosok gadis yang baru saja keluar menuju dekorasi mini didepan sana.


Olive, ya itu Olive yang menggunakan kebaya berwarna peach dengan bawahan batik, tak lama seorang pria berdiri menggunakan kemeja batik lengan panjang dengan motif dan warna senada dengan bawahan yang Olive pakai.


Kedua mata Ando memanas melihat kedua orang didepan sana yang saling berhadapan Ando bisa melihat senyum pria itu yang bahagia, sendangkan Olive hanya menampilkan wajah biasa saja.


"Inikah alasan kamu menghindar dariku." Gumam Ando dengan dada yang sesak.


Bahkan lebih sesak dan sakit saat melihat Mita bergumul dengan pria lain didepanya.


"Kenapa kamu harus diam Olive." Ucao Ando yang hanya didengar oleh dirinya saja.


Ando mengepakkan kedua tangannya, amarahnya serta rasa kecewa kini menjadi satu membuatnya ingin sekali menghabisi pria itu yang sudah mengambil Olive darinya.


Tidak, Ando tidak akan diam melihat ini, dirinya akan mendapatkan cinta Olive kembali. Ya dirinya yakin.


"Nak Ando." Faisal berada disamping Ando.


Sejak tadi Faisal sudah melihat Ando berdiri, tapi dirinya sebagai orang tua Olive harus mendampingi putrinya sampai acara tukar cincin selesai.

__ADS_1


"Nak Ando sampai sini juga." Faisal tersenyum senang melihat teman putrinya ikut hadir di acara lamaran.


"Iya pak." Jawab Ando singkat, mengalihkan tatapannya dari gadis didepan sana, yang belum menyadari keberadaannya.


"Bapak malah tidak tahu, kalau Olive mengundang nak Ando juga." Faisal terkekeh. "Kalau begitu silahkan menikmati acara yang kami buat, Olive pasti senang melihat nak Ando datang." Faisal tidak tahu jika pertemanan keduanya memiliki ikatan yang belum terlihat, atau bahkan Ando sendiri yang memang belum menyadari keterikatan keduanya.


"Baik." Jawab Ando singkat, sungguh rasanya dia sudah tidak mampu untuk berdiri. Tapi tekatnya sudah bulat jika dirinya datang untuk menyatakan cintanya pada Olive.


Terserah takdir akan memperlakukan dirinya seperti apa, yang jelas rasa sakit di hatinya sudah menggambarkan jika dirinya benar-benar mencintai Olive.


Perlahan Ando melangkah maju mengikuti Faisal yang berada didepannya.


Tatapan Ando tidak lepas dari Olive yang masih menyalami tamu dan kerabat untuk mengucapkan selamat. Ingin rasanya Ando berdiri disamping Olive mengantikan pria yang tidak tahu diri sudah lancang mengambil wanitanya.


Jika dipikir, sepertinya otak Ando yang bermasalah 🤣


"Olive lihatlah nak Ando datang." Ucap Faisal yang berada di samping Susi.


Mata Olive mengerjap beberapa kali menatap pria tunggi didepanya yang sedang menatapnya dengan wajah sendu.


"K-kak Ando." Lidah Olive terasa kelu, tenggorokannya tercekat saat menyebut nama pria yang berdiri didepannya.


"Selamat."

__ADS_1


Kaki Olive terasa lemas, jantungnya semakin cepat berpacu, hingga tak lama semua pandanganya terasa gelap.


"Olive..!!"


__ADS_2