Love Is Back

Love Is Back
Belalai karatan


__ADS_3

Dikamar seorang Orlando Jaka Abisatya, kedua orang saling berpelukan saling diam.


Olive memejamkan mata terlelap. Sedangkan Ando memeluk tubuh ideal yang sudah lagi kelebihan danging itu dalam dekapannya.


Tanganya meraih ponselnya di atas nakas, memastikan Olive sudah tidur. Ando beranjak bangun dengan pelan.


Ando yang sejak sore tidak mengecek ponselnya, dirinya melihat banyak panggilan masuk dari nomor ibunya Olive.


"Halo Tante." Sapa Ando yang ternyata menelpon balik.


Ando duduk disofa sambil menyalakan sebatang tembakau, pria itu menatap tubuh Olive yang terbungkus selimut tebal diatas ranjang.


"Hem, dia baik-baik saja." Jawab Ando pada seseorang diseberang sana.


"Besok akan saya antar." Ando mematikan sambungan teleponnya setelah membuat orang diseberang sana merasa lega.


Ando kembali menghubungi seseorang yang dia percaya.


"Halo Bob, lu siapakan semua besok untuk jaga-jaga. Gue akan ke Surabaya." Ucap Ando pada anak buahnya yang berada di Surabaya.


"Baik Bos, akan saya siapkan."


Helaian napas keluar dari bibir Ando, pria itu mematikan tembakau yang masih setengah kedalam asbak hingga padam.


Berdiri dipinggir ranjang, Ando menatap wajah Olive yang sudah terlelap.


"Dekat bikin tegang, jauh bikin kangen." Ucap Ando yang merasa frustasi. " Mana belum halal lagi."


Karena takut khilaf, Ando memilih untuk keluar dari kamar dan menuju sofa depan tv, tidak bisa memejamkan mata Ando memilih untuk menonton acara tv.

__ADS_1


.


.


Olive membuka matanya dijam enam pagi, gadis itu segera masuk kedalam kamar mandi yang ada dikamar Ando, membersihkan diri sebelum mencari keberadaan pemilik apartemen.


Keluar dari kamar Olive sudah nampak segar dan wangi.


"Kenapa sepi sekali, dimana Kak Ando." Gumam Olive yang baru saja keluar dari kamar.


Olive melihat tv masih menyala, tapi sepertinya tidak ada Ando disana, karena pria itu tidak terlihat duduk disofa. Hanya ada suara televisi yang menyala.


Dug


"Ughh."


Olive tidak sengaja menendang ujung sofa.


"Eh, kok." Olive terdiam setelah menyadari jika ada seseorang yang terlelap disofa.


Olive mendekat dan berjongkok didepan wajah Ando yang tidur terlentang.


Ditatapnya wajah damai Ando yang terlelap, Olive tersenyum. "Tua diumur, tapi wajahnya bikin uuhh, gemes." Ucapnya pelan disertai cekikikan tanpa suara.


"Tapi sayang, Casanova karatan." Lanjutnya dengan mengulum senyum.


Jari telunjuknya terangkat untuk menyingkirkan helaian rambut di bagian dahi Ando, Olive tersenyum melihat tidurnya tidak terusik.


"Mimpi apa jatuh cinta sama pria dewasa ini, Casanova kelas kakap pula." Olive menghela napas. "Ngak kebayang kalau kecebongnya produktif dimana-mana."

__ADS_1


Pletak


"Auwss." Olive mengusap keningnya yang terasa sakit.


"Kak kau_"


"Apa? mau bilang belalaiku karatan hah." Ando mendelik tajam menatap wajah Olive yang meringis karena rasa sakit dikening akibat disentil oleh Ando.


"Emang bener, karatan kok. Ngak ngaku lagi." Jawab Olive kesal.


Kedua mata Ando semakin mendelik tajam.


Ando merubah posisi tidurnya menjadi duduk, dan posisi Olive masih berjongkok didepan Ando duduk.


"Mau tau khasiatnya belalai karatan hah." Ando berdiri dan bersiap untuk membuka resleting celana pendek yang dia pakai.


"Eh, kak kau apa?" Olive gelagapan dengan wajah pucat.


Ando tidak menggubris, melihat wajah Olive yang panik, Ando tersenyum menyeringai.


"Mau tunjukin belalai karatan, agar kamu tidak tahu betapa perkasanya dia jika_" Ando menurunkan celananya semakin membuat Olive ketar ketir.


"Stop kak, kau menodai telingaku!" pekik Olive sambil menutup kedua matanya.


.


.


Belakang ini Otor lagi kena sindrom 5L, jadi belum bisa update 😌

__ADS_1


Maafkeun, para Reader setia Otor yang menunggu 🙏


__ADS_2