Love Is Back

Love Is Back
Satu Minggu lagi


__ADS_3

Olive tersenyum sendiri melihat layar ponselnya, gadis itu sedang berbalas pesan dengan sahabatnya Ayana.


"Jangan mudah luluh, biarkan belalai gajahnya karatan."


Isi pesan yang Ayana kirimkan, Olive memang bercerita bagaimana kehidupan yang dia jalani di Surabaya, termasuk masalah dirinya yang dilamar Bisma.


"Kalau balalainya karatan lalu bagaimana nasib ku nanti? apa aku harus membeli perontok karat."


Gubrak


Isi chat keduanya sama sekali tidak baik untuk ditiru.


"Sedeng kau Olive." Balas Ayana dengan ditambahkan emot ngakak.


"Olive, di cari nak Bisma." Suara Susi yang membuka pintu kamar Olive.


Olive yang tengkurap pun merubah posisinya menjadi duduk. "Olive capek Mah." Jawab Olive dengan wajah lesu, dirinya sedang tidak mood melihat wajah si Bisul.


"Baiklah Mama akan sampaikan jika kamu sudah tidur." Ucap Susi membuat senyum Olive mengembang.


"Terima kasih Mama."


.


.


Pagi hari Ando sudah berada di kantor, kini dirinya sudah kembali aktif selama satu minggu berlibur.


"Kenapa kau tunjukkan wajah masam?" Ucap Nathan yang baru saja melihat asistennya itu duduk.

__ADS_1


Ando melirik Nathan sinis, dan memberikan laporan yang harus Nathan periksa.


"Ck, lama-lama aku mual melihat wajahmu." Gerutu Nathan semakin membuat Ando kesal.


"Kau itu tidak mengerti perasaanku." Ucap Ando diiringi dengusan kesal.


"Jika kau tidak bercerita mana aku tahu dodol."


Ando menghela napas, rasanya ingin sekali dirinya risaigh.


"Is there anything I don't know?" Nathan asked looking at Ando seriously.


"Heleh, memangnya kau tau apa? selain ranjang panas dengan istrimu." Ledek Ando dengan tertawa.


"Sialan kau Sendal jepit!!." Nathan melempar berkas yang ada di mejanya, membuat Ando tertawa terbahak-bahak, melihat wajah kesal sahabatnya.


Ya, kini keduanya sedang di fase sahabat, karena memang keduanya bersahabat. Hanya saja jika masalah pekerjaan dan diluar Ando tetap menghormati Nathan.


"Hahahaha..." Kini giliran Nathan yang tertawa keras. Membuat Ando mendengus kesal.


"Lebih baik aku pergi jika kau ingin meledekku." Ucap Ando yang sudah ingin berdiri.


"Ayolah dude, kau itu jelek sekali jika raut wajahmu seperti baju dimakan sapi."


"Sialan!! kau Nat."


Nathan kembali tertawa, "Sainganmu cukup berat, karena dia doubel garden." Ucap Nathan masih dengan nada meledek.


"Cih, sorry bukan level gue." Ando berdecih tidak suka, enak saja dirinya disamakan dengan si bisul burik.

__ADS_1


"Kau hanya perlu mengumpulkan Vidio saja, jika hanya seperti ini, pasti mereka tidak akan mudah percaya." Ucap Nathan yang langsung diangguki oleh Ando.


"Apa?"


"Tapi nek Bisma itu sudah_"


"Tidak ada bantahan Olive, kau harus menikah Minggu depan "


Seketika air mata Olive menetes dengan kekecewaan yang dia rasakan.


"Nenek egois!"


Olive pun pergi meninggalkan ruang makan dan kembali ke dalam kamar. Susi dan Faisal pun menatap ibu suri secara bersamaan.


"Sepertinya ibu membuat keputusan yang salah, dan kami merasa keberatan." Ucap Susi yang tidak tega dengan putrinya.


"Iya Bu, Olive baru masuk kuliah, berjalanan anak itu masih panjang untuk meraih impiannya." Tambah Faisal yang kecewa dengan keputusan sang ibu.


"Kalian hanya duduk diam, aku tidak minta apa-apa pada kalian. Biarkan semua menjadi urusanku."


Setelah mengatakan itu, Rasti pun ikut pergi meninggalkan anak dan menantunya.


"Pah, sebenarnya ibu kenapa?" Tanya Susi yang melihat kejanggalan terhadap Rasti.


"Entahlah lah Ma, nanti papa akan cari tahu."


Didalam kamar, Olive mengotak-atik ponselnya, dia mencari tiket pesawat untuk kejakarta dengan jam terbang cepat.


"Satu jam." Olive tersenyum lebar, saat mendapatkan tiket satu jam lagi penerbangan.

__ADS_1


"Maafkan Olive nek, Olive hanya belum siap mendapatkan konsekuensi jika menikah dengan Bisma." gumam Olive sambil menyiapkan barang pentingnya. Dirinya akan pulang ke Jakarta, tidak perduli akan membuat nenek nya marah.


__ADS_2