Love Is Back

Love Is Back
episode 181 Merinding


__ADS_3

Sejak kejadian di bawa lari oleh pemuda tampan itu karna menyelamatkan nya Olivia belum juga sadar dari tidurnya.


Orang tua Olivia sudah mengetahui tentang kejadian ini dan orang tuanya pun menyerahkan semua urusan tentang putri nya itu kepadanya. Dan hal itu membuat laki-laki itu reflek memejamkan mata dan ingin mengumpat. Seharusnya pekerjaannya ini tidak menyita waktunya.


Berkali-kali mengehela nafasnya, akhirnya dia pun memutuskan untuk menunggu gadis itu di luar balkon. Karna dia membawa gadis itu ke apartemen miliknya yang ada di jakarta. Tak berselang lama terdengar suara uwapan dari dalam kamar itu, dia pun kembali masuk untuk memastikan.


'' Sii-sii Siapa kamu! Ngapain kamu ada di sini! '' Reflek Olivia saat melihat laki-laki itu


Astaga batin nya, kenapa seakan-akan dia korban disini pikir laki-laki itu.


'' Kamu Olivia kan? '' tanyanya


'' Daa-daa Dari mana kamu tau nama ku! Atau Jangan-jangan kamu penguntit ya! '' ucap Olivia sambil menutupi badanya dengan selimut.


'' Sudahlah, siapapun aku itu gak penting. Yang penting sekarang benahi semua barang-barang mu. Lalu aku antarkan kamu pulang, '' ucapnya


'' Tidka mau! Aku tidak mau pulang. '' ucap Olivia menolak. Mendengar kata pulang Olivia langsung teringat kedua orang tuanya. Dan juga teringat jika kini dia sedang terombang-ambing tidak tau arah.


'' Astaga. '' Refeleknya lalu menghembuskan nafasnya kasar berharap emosinya tidka membuncah.


'' Ini tempat ku, aku hanya menolong mu dari para laki-laki yang semalam menggangu mu. Dan ini sudah selesai, paham. '' jelas laki-laki itu


'' Tidak! '' Olivia pun menggeleng cepat berpura-pura tidak paham padahal emang dia tidka mau pergi dari sana.


'' Nona Olivia, saya mohon anda pulang ya, karna ini tempat saya. Ruang pribadi saya, dan anda tidak boleh di sini. Ok, '' jelas laki-laki itu dengan pelan namun menekan.


'' Beri tahu dulu siapa kamu sbenernya setelah itu aku akan pergi. '' Tawar Olivia


'' Siapa saya itu tidak penting, yang penting sekarang anda pulang. Kedua orang tua anda mencari-cari anda. ''


'' Oh! Jadi kamu suruhan dady saya, beri tahu dia saya tidak mau pulang! Saya akan tetap di sini sampai saya akan pulang sendiri. Sampaikan padanya jangan jadi orang tua egois! '' ucap Olivia lalu beranjak dan masuk kekamar mandi


Laki-laki itu pun hanya terdiam bercampur kaget dengan sikap Olivia yang terlihat begitu menyebalkan baginya.


'' Sumpah ya! Baru kali ini gue dapet klien yang anaknya kaya bandit! Udah keras kepala susah lagi di omonginya. Kali gini kan beban banget buat gue. Br*ngsek! '' umpatnya setelah Olivia masuk kedalam kamar mandi. Tidak lama kemudian dia keluar lagi.


Olivia melihat sosok laki-laki di hadapan nya. Terlihat begitu tampan. Wajah khas Indonesia nya begitu terpancar, kulit bersih dan lengan berotot nya begitu terlihat seperti nya laki-laki yang ada di hadapan nya ini begitu gemar olah raga.


Merasa di perhatian laki-laki itu pun beranjak akan keluar dari sana.


'' Tunggu! '' tahan Olivia

__ADS_1


Laki-laki itu pun terhenti di depan pintu.


Namun enggan berbalik badan dia tetap berdiri menatap pintu.


'' Aku ada penawaran buat kamu, '' ucapnya


'' Apa. '' jawabnya singkat


'' Beri tahu dulu siapa namamu. '' pintanya


'' Adam. '' Jawab laki-laki itu


Olivia seketika tersenyum mendengar nama itu, terasa begitu bagus di telinga dan pikiran nya. Lalu setelah nya Olivia pergi kearah balkon tidak lagi menghiraukan si laki-laki itu.


Merasa tidka ada lagi suara Adam pun berbalik badan dan ternyata si gadis menyebalkan itu sudah tidak ada di sana. Panik nya kembali muncul. Adam mencari lagi di mana Olivia. Dan ternyata gadis itu sedang menikmati indahnya pemandangan dari atas balkon apartemen nya.


'' Apa penawaran yang akan anda utarakan, '' tegur Adam dari arah belakang.


Rambut gadis itu terurai dan bertebangan karena hembusan angin yang begitu semilir. Baju dres cream yang dia pakai ikut tertiup hingga membuat belahan nya itu terbuka. Hal itu membuat reflek Adam masuk dan mengambilkan selimut untuk menutupi separuh badan Olivia.


'' Aku gak lagi dingin Adam. Kenapa kamu memberiku selimut. '' Ucap Olivia bertanya-tanya.


'' Setidaknya anda menerima ini karna tujuan saya hanya untuk menutupi bagian badan anda yang terbuka. '' Ucap Adam sambil menunduk.


'' Sebenarnya aku gak mau kaya gini. Tapi aku capek nurutin semua kemauan dady. Dari aku kecil aku gak pernah bisa melakukan hal apapun yang aku suka. Bahkan hanya sekedar cita-cita kecil ku pun dady ku gak pernah mau nurutin. Sikap ku yang kaya gini sbenarnya aku gak mau, aku mau jadi Olivia yang sebenarnya Olivia bukan Olivia maunya dady. Aku juga punya jati diri aku sendiri, aku cuma mau cari jalan hidup ku sendiri. Usiaku udha bukan usia bocah lagi yang apa-apa harus dari tangan dady apa-apa harus apa kata dady. Aku juga punya pilihan. Cukup dukung aku dukung semua tujuan ku. Aku pasti bisa buat dady bangga. Jangan terus-terusan paksa aku agar aku menjadi yang sperti dady mau. Aku lelah. '' Ucap Olivia yang tidak begitu lancar dalam bahasa Indonesia namun dia bisa mengutarakan nya dengan benar


Adam pun menyaring semua cerita dari Olivia. Memang benar apa kata Olivia, seorang anak jika sudah menginjak usia dewasa itu sudah tidak mau lagi di atur-atur dia maunya memilih jalan hidupnya sendiri. Sperti apa yang di alami Adam kali ini. Beruntung nya orang tua Adam tidak pernah mempermasalahkan itu. Itulah yang patut Adam syukuri


Namun diam-diam Adam sudah merekam semua cerita dari Olivia dan Adam tidak menjawabnya sama sekali. Dia hanya menjadi pendengar. Mungkin rekaman ini akan menjadi bukti untuk orang tua Olivia agar bisa menimbang semua keinginan kedua orang tua Olivia.


'' Ya sudah mandilah. Nanti akan ku carikan baju ganti untuk mu. Untuk sementara tingalah di sini. Aku akan kembali, '' pamit Adam


Olivia pun terdiam. Sudha panjang lebar dan susah payah dia cerita ternyata cuma di dengerin doang lalu di tinggal pergi gitu aja. Nyebelin!


Olivia pun menatap punggung Adam yang kini mulai menghilang.


'' Laki-laki aneh! '' Ucapnya sendiri


***


Paginya pengantin baru.

__ADS_1


Keduanya sudah bangun dari subuh tadi. Dan bersiap untuk pulang kerumah. Semua barang-barang Ayana dan juga kevin sudah terkemas rapi dalam satu koper. Kini tinggalah mereka yang sedang Sama-sama merapikan penampilan masing-masing.


'' Udah selesai, duh ganteng nya suami aku, '' puji Ayana pada kevin yang kini ada di hadapan nya.


'' Masa sih, perasaan gak pernah berubah deh.Dari dulu emang ganteng kan? '' akui Kevin dengan pd nya.


'' Iya, iya. Memang ganteng dari lahir, '' akui Ayana


'' Duh, duh. Gemesnya istri kakak. Pingin tium-tium deh, '' balas Kevin


Ayana terkekeh geli mendengar nya.


'' Kok ketawa, '' ucap Kevin


'' Abis kakak lucu si, ngomong nya pake di buat-buat gitu, geli tau di kuping ku. ' jawab Ayana


'' Tium-tium sayang, ayok tium. '' ucap Kevin lagi meledek nya dengan mendekat kan bibir nya kearah Ayana


Ayana pun terbahak-bahak di buatnya.


'' Kakak, udah ih. Geli tau, '' keluhnya sambil tertawa


'' Nanti malam gas lah, '' ucap Kevin dengan tatapan genit


Ayana pun melirik dengan senyum sinis.


'' Ihh galaknya, '' ucao Kevin Pura-pura takut


'' Apaan sih kakak! Ih. Nyebelin! '' ucap Ayana yang kesel


Kevin pun tertawa melihat istrinya yang kesel itu. Dia mendekat laku menc*umi istrinya hingga Ayana kehabisan oksigen dan nafasnya pun tersengal-sengal.


Tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk.


'' PENGANTIN BARU! BANGUN AYO BALIK DI LANJUT DI RUMAH LAGI WOY! " teriak seseorang dari balik pintu


'' Siapa sih? '' tanya Kevin


'' Kalo nggak Lisa ya Velly. '' jawab Ayana


Dari pada penasaran keduanya pun membuka pintu itu. Dan ternyata tidak ada siapa pun disana.

__ADS_1


Keduanya saling tatap dan sama-sama merasakan merinding. Dengan cepat Kevin pun mengambil kopernya dan langsung menuju ballroom untuk menemui semua keluarga nya.


~ Trimakasih sudah membaca 🙏~


__ADS_2