
"Aku suka sama kamu." Sofi menunduk malu setelah mengatakan hal itu. Entah dirinya yang terlalu agresif atau berharap karena mengungkapkan isi hatinya lebih dulu. Kedekatan mereka lebih satu bulan membuat Sofi menyakinkan perasaanya pada pria Casanova penjajah lembah dan gunung itu.
Alis Ando terangkat satu, menyimak ucapan Sofi barusan. Meskipun bukan pertama kali mendengar ucapan suka padanya, karena dulu Mita juga yang lebih dulu mengungkapkan perasaanya.
"Apa kamu bilang?" Tanya Ando lagi.
Sofi mendongak, dan menatap wajah Ando yang selalu datang dalam bayangan.
"Em, mungkin aku bukan wanita baik ataupun yang kamu inginkan, tapi aku ingin jujur tentang perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu." Ucap Sofi dengan jelas ditelinga Ando.
Wanita itu menatap wajah Ando berharap, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Apa kamu tahu aku pria seperti apa?" tanya Ando lagi dengan serius.
Sofi mengangguk, "Apapun itu, karena aku juga bukan wanita yang baik sebelum bertemu kamu."
.
.
"Olive ayoo dong lebih semangat." Seorang wanita sedang memegang sapu dengan seorang gadis yang terus berlari memutari lapangan basket dikoplek.
__ADS_1
Sore setelah pulang dari rumah kumuh pinggiran kota dengan sahabatnya, sampainya dirumah nyonya besar Susi similikiti sudah menyambut Olive dengan atribut pakaian olahraga.
"Mah, Olive udah nggak kuat." Napas Olive sudah tersengal, dirinya sudah berlari memutari lapangan sebanyak sepuluh kali, dan kini kakinya sudah mulai pegal dan lelah.
"Ck, jangan manja. Ayoo lebih cepat anggap saja didepan ada bule cakep menunggu kamu." Ucap Susi Mama Olive memberi semangat.
Olive menghela napas, bayangan yang hadir bukanya shwan Mendes tapi seorang pria mesum yang selalu membuat hatinya gundah merana.
"Ck, pergi kak jangan tersenyum disitu." Gumam Olive yang melihat Ando terseyum melihatnya.
Olive sadar jika hatinya sudah terpaut pada pria yang tua yang sudah membuatnya masuk kedalam jerat pesonanya.
"Aduh mah, udah ah Olive capek." Gadis itu mengusap keringat diwajahnya.
"Kalau begini terus kapan kamu akan kurus." Dumel Mama Olive sambil memberikan botol air mineral.
"Nanti, kalau Olive yakin mau kurus." Jawab Olive membuat Susi mendelik.
"Nanti malam aku tunggu diaparteman."
Ando membaca pesan dari Sofi, bibirnya tersenyum simpul. Selain cantik Sofi juga memiliki tubuh profesional, wanita itu ibarat paket komplit karena selain kemolekan tubuhnya, Sofi juga pintar memasak.
__ADS_1
Ting
Pesan kembali masuk kedalam ponselnya.
"Jangan lupa sayang."
Pesan dari Sofi lagi membuat bibir Ando tersenyum.
Jemarinya mengetikkan sesuatu dilayar datar ponselnya, pria itu asik berbalas pesan dengan wanita yang baru saja mengutarakan isi hatinya.
"Oke, jangan lupa hidangan penutup."
Balas Ando dengan bibir menyeringai.
Tidak ada didalam kamus Casanova seperti dirinya hanya untuk makan malam dengan seorang gadis, bahkan dengan gadis remaja saja Ando berhasil membuat gadis itu terlena dengan dirinya sampai gadis itu menempatkan hatinya untuk pria Casanova seperti dirinya.
Sedangkan Ando yang memiliki jiwa Casanova yang tinggi, belum menyadari jika hatinya sudah berlabuh pada satu wanita, dan suatu saat dirinya akan menyadari semuanya disaat sudah terlambat.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian 😘 Ranting 🌟 5😘😘😘
__ADS_1