Love Is Back

Love Is Back
Datang kerumah mertua


__ADS_3

Pagi Olive begitu buru-buru saat dirinya kesiangan, tadi malam matanya susah untuk terpejam lagi Samapi pagi, dan dirinya hanya menghabiskan waktu menonton tv sampai menjelang pagi. Bahkan Olive sampai ketiduran didepan tv dan terakhir bangun kesiangan.


"Duh, mana taksi susah lagi." Olive kesal karena keluar dari apartemen, dirinya belum memesan taksi, dan saat dirinya masih mengotak-atik ponselnya tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepanya.


"Kesiangan nona." Tanya pria yang berada di balik kemudi.


Olive mendelik, melihat pria yang tersenyum mengejeknya dari dalam. "Kak Niko ngak lucu" Ucapnya dengan kesal.


Niko malah tertawa. "Ayo masuk, apa mau dimarahi dosen pembimbing paling galak." Niko berkata sambil membuka pintu mobil dari dalam.


Olive membulatkan kedua matanya, dan langsung membuka pintu lebih lebar lalu duduk.


Brak


"Jangan sampe deh dimarahi, apalagi dihukum, amit-amit." Ucap Olive sambil bergeridik ngeri.


Seumur-umur dirinya sekolah memang tidak pernah dihukum apalagi terlambat, karena baik dulu dah sekarang Olive masih menjadi murit teladan.


Niko hanya tersenyum. "Kenapa kesiangan apa tadi malam begadang?" Tanya Niko sambil fokus menyetir.


"Hu'um," Olive mengangguk, tapi setelahnya menggeleng.


Niko yang melihat Malah tertawa, "Jadi yang benar yang mana?" Tanya Niko dengan senyum.


"Ck, entahlah aku hanya tidak bisa tidur kembali dan menonton tv sampai pagi." Kesal Olive mengingat dirinya bisa sampai kesiangan, dan ini semua juga karena suaminya itu.


"Suami kamu tidak membangunkan?" Tanya Niko lagi, yang sepertinya banyak stok pertanyaan.


"Sedang diluar kota, jadi aku hanya sendiri."


Niko hanya mangut-mangut saja. Sepertinya dirinya memang harus menghilangkan nama Olive dari hatinya, meskipun Niko suka tapi dirinya tidak begitu menunjukan kesukaannya pada Olive, tapi jika orang memeperhatikan pasti mereka bisa melihat Niko naksir dengan wanita yang duduk disebelahnya.


Sampainya dikampus, Niko lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk Olive.


"Terima kasih kak, karena jika tidak ada kak Niko, pasti aku sudah terlambat." Olive terseyum tulus menatap Niko.


Senyum tulus Olive yang Niko sukai, sejak dulu wanita didepanya selalu menunjukan senyum tulus.


"Tidak masalah, jika aku harus menjadi tukang ojekmu dipagi hari."


"Ish, kak Niko lebai." Olive tersenyum.


Cekrek

__ADS_1


Cekrek


Siapa sangka kegiatan ngobrol merekam tertangkap di kamera ponsel Loli.


"Nah, sebagai laporan pertama besok." Ucap Loli tersenyum senang, jika laporannya membuat sugar Daddy Olive puas, pasti dirinya kan akan mendekatkan uang jajan lagi.


"Ternyata gue punya bakat terpendam." Loli tersenyum sendiri.


"Olive Loli, Niko sedang apa kalian."


Merasa nama mereka dipanggil, ketiganya menoleh ke sumber suara.


"Pak Gery." Loli mendelik melihat dosen yang tiba-tiba muncul kek jelangkung.


"Bapak sendiri ngapain? inikan belum jam masuk." Tanya Loli balik.


Olive dan Niko mendekati Loli yang berdiri didepan dosen kelas mereka.


"Saya itu tanya sama kamu, kenapa kamu balik tanya saya." kesal Gery sambil menatap Loli tidak suka. "Kamu Olive, kenapa baru sampai, saya punya kerjaan untuk kamu." Sekarang Olive yang kena semprot. "Kamu anak tingkat berapa? nagapain di sini."


Semua-mua kena semprot oleh Gery mereka hanya bisa menghela napas.


"Saya baru datang bersama Olive, lagian ini tempat umum pak, bukan tempat pribadi bapak." Balas Niko yang ingin pergi. "Olive gue cabut, kalau ada apa-apanya, hubungi gue."


Olive hanya mengaguk, dan melihat Niko yang pergi menjauh.


"Saya punya kerjaan apa pak?" tanya Olive yang sudah kesal menunggu.


"Keruangan saya, disana kerjaan kamu." Gery melirik kedua gadis didepanya, dan berlalu pergi.


"Dih, dosen aneh." Loli mencibir.


"Ayuk ah aku temani, jangan sampai kamu kenapa-napa. Jika itu terjadi aku akan kehilangan harta karunku." Ucapan Loli membuat Olive mendelik.


Keduanya berjalan menuju ruangan dosen Gery, pagi ini mereka akan memulai kegiatan kuliah.


Setelah empat hari di luar kota, malam ini Ando memutuskan untuk pulang ke Jakarta setelan masalah terselesaikan, kini Rio yang awalnya sebagai anak buah kepercayaan diberi tanggung jawab untuk memegang hotel disana, meskipun awalnya Rio menolak, tapi mendengar perintah dari Nathan langsung tak membuatnya bisa berkutik.


Selain itu Ando juga sudah datang ke kediaman Hengki yang sudah menjadi korban kekejaman ketiga pria tikus berdasi.


Ando mengucapkan bela sungkawa dan memberikan hak yang seharusnya Hengki dapatkan, dan Ando memberikan pendidikan untuk anak-anak Hengki yang masih pelajar. Dan semua itu karena perintah Nathan. Meksipun sudah ditinggalkan, tapi keluarga Hengki tetap bersyukur karena keluarganya masih diperhatikan hingga mendapat jaminan hidup.


"Anggap saja sebagai balas budi beliau, yang sudah menolong saya." Ucap Ando saat bertemu dengan istri Hengki.

__ADS_1


Ando juga memberikan tambahan dengan uang pribadinya sendiri, dirinya merasa berhutang budi dengan beliau, jika tidak ada beliau dirinya mungkin yang akan bernasib sama seperti Hengki.


"Rio jangan kau sia-siakan kepercayaan kami." Ucap Ando yang sudah akan memasuki area tidak tidak boleh masuk selain penumpang.


"Baik tuan, saya akan bekerja keras semampu saya." Jawab Rio tegas.


"Bagus, meskipun namamu murahan, setidaknya kualitas dirimu tidak murahan." Ando menepuk pundak Rio, dan berlalu pergi setelah bicara cukup pedas pada pemuda yang dia sebut minuman seribu.


"Sendal Ando memang mahal, tapi sayang tempatnya dikaki." Gumam Rio yang tidak mungkin berani bicara didepan atasanya, bisa-bisa dirinya dipecat tanpa rasa hormat.


"Sayang kamu datang sendiri?" Leard melihat membantunya yang baru saja masuk kerumahnya setelah dibukakan pintu oleh bibi.


"Iya mah, Olive ingin main."


Olive tersenyum, Leard memeluk dan mencium menantunya dengan sayang.


"Kenapa jam segini baru datang?" Keduanya berjalan beriringan menuju runga tengah.


Olive menyengir. "Maaf mah Olive banyak kegiatan dikampus jadi baru bisa main."


Leard hanya menghela napas, "Yaudah kamu istirahat dulu dikamar Ando atau Andien, Mama siapkan makan malam ya." Leard mengusap pipi Olive lembut.


"Iya mah, makasih."


Olive begitu beruntung memiliki keluarga mertua yang baik, tidak seperti yang banyak orang bilang. buktinya Mama dan papa mertuanya begitu baik.


Olive berjalan menaiki tangga, untuk menuju kamar suaminya, tapi saat melewati pintu kamar yang terbuka sedikit membuat Olive mengurungkan niatnya.


Olive mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit Andien tampak berdiri didepan cermin dengan mencoba beberapa pakaian. Sepertinya gadis itu bingung memilih baju.


"Kenapa dia persis seperti aku saat ingin bertemu seseorang." Gumam Olive yang mengingatkan dirinya pernah menjadi Andien, galau memilih pakaian yang tepat dan pantas.


"Mungkin dia juga lagi ada janji sama seseorang." Ucap Olive yang pergi dan tidak mau mengganggu Andien.


Dirinya memilih masuk kedalam kamar suaminya dirumah keluarganya, kedua kalinya Olive masuk kedalam kamar Ando.


"Ngak disini ngak di apartemen, nuansa kamarnya sama." Gumam Olive yang menatap ke sekeliling.


"Kapan dia pulang, mau chat males, biarin aja. Kalau dia pulang palingan tidak ada aku diaparteman."


Olive merebahkan tubuhnya di kasur, dirinya cukup lelah menjalani aktifitas hari ini. Apalagi tidak ada yang menyemangati dirinya, suaminya terlalu sibuk.


.

__ADS_1


.


Semangat gaesss 🤣🤣


__ADS_2