
Ting.. tong...
Bel rumah berbunyi, saat pemilik rumah sendang memasak, Susi Mama Olive yang sedang memasak terpaksa mematikan kompornya lebih dulu, karena tidak ingin masakanya gosong karena lupa.
Ting..tong..
"Iya sebentar, sabar orang sabar pantatnya lebar!"
Ceklek
"Sore Tante." Ando terseyum tampan dengan tangan membawa bungkusan plastik.
Susi yang awalnya ingin memaki, menjadi diam saat melihat pria yang tadi dia bicarakan dengan putrinya berdiri didepan pintu.
"Eh, nak Ando. Tumben." Ucap Mama Olive sambil mesam mesem.
"Em," Ando menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, dirinya memang sudah lama tidak menyambangi rumah Olive sejak terakhir mereka bertemu, tepatnya saat Olive meninggalkan apartemennya.
"Iya Tante, ada perlu sama Olive. Kalau boleh ingin mengajak Olive keluar, dan ini ada makanan untuk Om dan Tante." Ando memberikan bungkusan plastik yang dia bawa, dam menyerahkan pada Susi.
"Tunggu sebentar, Tante panggil Olive dulu." Mama Olive tentu saja berbinar mendapat oleh-oleh yang Ando bawa.
"Baik Tante." Ando terseyum dan duduk di kursi teras rumah Olive.
__ADS_1
"Eh kebetulan." Susi melihat Olive yang baru saja menuruni tangga.
Olive masih menggunakan handuk diatas kepalanya, dirinya baru saja selesai mandi.
"Kenapa Mah." Tanya Olive pada mamanya.
"Ada kang bule didepan nungguin kamu." Ucap Susi dengan antusias.
Olive mengernyitkan keningnya, "Kang bule?"
Kepala Mama Olive mengaguk, "Sudah sana temui, dia nungguin kamu." Susi mendorong punggung Olive sampai mendekati pintu.
"Mah, Olive masih_"
Hampir saja Olive tersungkur saat kakinya menendang pinggiran pintu, beruntung seseorang yang diluar menangkapnya.
Mama Olive tertawa tanpa suara dengan menutup mulutnya melihat adegan seperti yang difilm-film beliau langsung pergi karena tidak ingin mengganggu.
Keduanya bertatap mata dengan jantung Olive yang berdetak lebih cepat, Olive menelan ludah saat melihat bibir Ando yang begitu dekat dengannya.
"Maaf." Olive tersadar dan langsung berdiri tegap.
Berdehem untuk mengurangi rasa gugupnya, Olive melirik Ando yang malah tertawa.
__ADS_1
"Kenapa? ada yang lucu?" Ucap Olive sambil menatap Ando tidak suka.
"Tidak, hanya saja kamu_" Ando melirik penampilan Olive, yang hanya mengenakan dress tidur bermotif Helloween, dan kepala Olive yang masih menggunakan handuk untuk menutupi rambutnya yang basah.
Olive melirik penampilannya sendiri, dan dirinya menatap Ando tajam.
"Hanya saja apa? seperti enak-enak!" Ketus Olive dengan kesal.
Ando geleng kepala. "Bukan aku yang bilang, tapi kamu sendiri." Ucapan Ando semakin membuat Olive kesal. Ando sampai melupakan tujuannya datang kerumah Olive, pria itu malah sibuk mengomentari penampilan Olive yang sepeti emak-emak tapi wajahnya manis dan menggemaskan.
"Terserah!" Olive berbalik ingin masuk rumah tapi tangannya dicekal oleh Ando.
"Mau kemana? Ikut aku!" Ucap Ando dengan tegas, sepertinya otaknya sudah kembali mengingat tujuannya datang.
Disinilah mereka berada, setelah menunggu Olive yang cukup lama mengangati pakaian, dan sepertinya Olive memang sengaja memperlambat waktu, hingga membuat Ando kesal yang menunggu.
Ando membawa Olive kekafe outdoor yang nyaman untuk bicara.
"Ada apa kak, Aku tidak bisa lama-lama disini." Ucap Olive dengan kesal, karena sejak lima belas menit lalu pria yang duduk didepannya hanya diam, membuatnya kesal.
Ando menghela napas, dirinya tidak tahu kenapa ingin sekali bertanya dan memastikan apa yang dia lihat tadi dijalan. Dia yakin jika gadis yang didalam mobil tadi adalah Olive, gadis didepanya ini.
"Siapa pria itu?"
__ADS_1