
5 Bulan kemudian...
Perut Velly kini semakin membesar beriring dengan berjalannya waktu. Diusianya yang terbilang masih muda. Kini Dandi semakin siaga terhadap istrinya. Karna untuk berjalan saja terkadang susah, apalagi di kala malam Velly kerap kali mengalami keram.
Hari ini Velly mengajak kedua saudaranya untuk menemani nya berbelanja kebutuhan bayi nya yang berjenis kelamin perempuan, di mana saat usia kandungannya berusia 7 bulan Velly sudah mengeceknya.
Lisa dan Ayana pun mengiyakan ajakan Velly dan kini mereka akan pergi bersama dalam satu mobil. Di mana lisa yang akan mengupirinya.
Menjadi bumil itu adalah anugrah terindah untuk semua wanita di dunia ini Karna banyak wanita yang tidak bisa memiliki keturunan. Sehingga kehamilan Velly begitu sangat di syukuri. Beruntung dia memiliki keluarga yang begitu baik dan perhatian.
'' Sayang, apa gak sebaiknya kamu gak usah ikut, kamu yakin gak capek? '' Ucap Dandi saat Velly sedang bersiap
'' Nggak Mas, aku kak strong. Nanti kali aku capek kan tinggal minta di pijitin aja hehe. '' Jawab Velly
'' Kamu ini, kalo ada maunya susah banget di tahan. Ya udah deh. Yang penting kamu harus pelan-pelan jalanya. Pokoknya jangan main kemana-mana, kalo udah selesai belanja keperluan bayinya langsung pulang ya, '' Ucap Dandi mengingatkan
'' Iya sayang ku, '' Jawab Velly
Dandi begitu khawatir dengan keadaan istrinya itu. Pasalnya dia tidak tega ketika melihat perut istrinya nya yang sudah membesar, melihatnya saja lelah membawa perut sebesar itu. Tapi Velly merasa biasa saja sperti tak ada beban.
***
Ayana sedang menyiapkan segala kebutuhan suaminya. Sehari menunggu suaminya selesai mandi Ayana pun siap-siap juga karna dia akan menemani Velly mencari keperluan bayinya.
Setelah selsai, kevin pun keluar dan memakai baju yang sudah di siapkan oleh Ayana.
'' Kamu jadi nemenin Velly? '' Tanya kevin yang memang sudah mengetahui jika Ayana akan pergi bersama Velly. Karna Ayana selalu jujur akan hal apapun pada Kevin.
'' Jadi kak. Emangnya kenapa? '' Tanya Ayana yang kini sedang memakai kan dasi pada Kevin
'' Gak papa, tanya aja. '' jawab Kevin. Ayana pun mengangguk
Keduanya kini turun kebawah untuk sarapan bersama karna Dewi dan Arman sudah menunggu.
'' Pagi sayang, '' Sapa Dewi
'' Pagi bunda, Ayah. '' Sapa Ayana
'' Ayo sarapan dulu, bunda buat nasi goreng spesial loh, '' Ucap Dewi.
Dewi itu sosok mertua yang begitu pengertian. Dia tidak pernah menuntut hal lebih sama Ayana. Sekalipun mereka tinggal bersama tapi Dewi tidak pernah sepatah kata pun menyindir ataupun mengatai Ayana. walaupun hanya sekedar komentar. Hal ini yang membuat Ayana begitu nyaman tinggal bersama. Karna Dewi sama seperti Mira mama nya yang tidak pernah menuntut anaknya untuk ini dan itu.
Tapi Ayana pun tidak diam saja, sebisa mungkin dia menjaga perasaan nya dan juga mama mertuanya sehingga mereka jarang sekali terikat perdebatan.
'' Oh iya, hari ini bunda mau ajak ayah kalian kontrol. Tapi nanti sehabis makan siang. Kalo kalian ada waktu kalian bisa susul kami nanti ya, '' Ucap Dewi
Keadaan Arman sekarang sedang tidak stabil karna sakit yang di deritanya sering kali kumat. Dan hari ini Dewi ingin memastikan kembali keadaan suaminya.
'' Iya bunda, nanti kami akan temani. '' jawab Kevin
'' Iya bunda. Ayana juga cuma antar Velly sebentar, nanti Ayana akan menyusul di rumah sakit saja. ''
'' Baiklah. Jadi kita nanti ketemu di rumah sakit aja ya, '' Jawab Dewi kedua anaknya itu pun mengangguk.
__ADS_1
5 bulan pernikahan. Mereka belum mendapatkan kabar baik perihal kehamilan. Kevin pun tidak memburu-buru Ayana untuk cepat hamil karna mereka masih begitu menikmati masa pengantin baru. Dan dari kedua orang tua mereka pun tidak ada yang membahas nya.
Sarapan mereka sudah selesai. Dewi dan Arman pun pergi lebih dulu karna harus mampir kedua tempat. Sperti biasanya Dewi tidak pernah meninggalkan suaminya sedikitpun. Dia selalu membawa kemanapuj dia pergi. Agar Arman bisa menikmati indahnya dunia luar meskipun dalam keadaan yang tidak lagi sempurna.
Setelah selesai Ayana pun turun dan pergi bersama Kevin karna hari ini Kevin akan mengantarkan Ayana kerumah Arya untuk menjemput Lisa.
***
Di kediaman Arya,
Vani kini sudah tumbuh lebih besar. Dan dia pun sudah tidak manja sperti dulu lagi. Kini dia sudah mandiri dan semakin dewasa dalam berpikir.
'' Sudah lama sekali kak Ayana sama bang Kevin gak main kesini ya ma. '' Ucap Vano pada saat sarapan.
'' Mungkin abang lagi sibuk. Jadi belum sempet main kesini. '' Jawab Mira
'' Kamu kangen sama mereka ya? '' Tanya nek Lasmi wanita lansia yang masih fit dan bertenaga
'' Iya nek. Vano kangen, '' jawab Vano
'' Sama nenek juga kangen. ''
'' Tenang, hari ini kak Ayana akan kesini. Mereka sedang di jalan. '' Sahut Lisa
'' Oh ya? '' riang Vano mendengar nya.
'' E'em. Tapi gak lama karna kami akan pergi, '' Lanjut Lisa lagi
'' Itu pa. Kita mau nemenin Velly cari pertengahan bayinya, kan usia kandungan nya udah mendekati hpl. Jadi udah mulai cari-cari baju dan sejenisnya lah. Ntahlah aku kurang paham. '' Jawab Lisa
'' Memang mama sarah gak bisa nemenin? Kok harus kalian. '' tanya Mira
'' Mama sarah masih di luar kota ma, belum pulang. Tadinya sih di suruh nungguin mama sarah pulang dulu. Tapi tau sendiri lah Velly itu kan anaknya ngeyelan jadi ya udah pada ngikut aja. Makanya kami suruh ikut agar bisa jagain Velly. '' Jelas Lisa
'' Oh, ya udah yang pentinh jangan lama-lama. Karna gak bagus kalo bumil tua terlalu banyak jalan jauh. Nanti bisa keram. '' Jawab Mira mengingatkan
'' Iya ma. Nanti Lisa ingetin Velly. ''
Sedang asyik berbincang terdengar suara mobil yang masuk kedalam pekarangan rumahnya.
'' Itu pasti abang sama kakak. '' Ucap Vano exited
Dia pun berlari menuju pintu untuk menyambut. Dan ternyata benar Kevin dan Ayana lah yang datang.
'' Abaaang...!! '' Teriak Vano dan meregangkan tangannya ingin di peluk
Kevin pun menangkapnya dengan sigap.
'' Adek abang kangen ya? '' Tanya Kevin pada Vano
Vano pun membalas dengan memeluk nya erat. Mereka memang sedekat itu karna Kevin begitu mencintai anak kecil dan dia memiliki rasa sabar yang luar biasa sehingga bisa membuat anak kecil langsung nyaman dengan nya.
'' Kangen sekali, abang lama sekali tidak main kesini, '' Keluh anak itu bermanja.
__ADS_1
'' Ouwh... Jadi ceritanya Vano rindu beratkah sama abang. Maaf ya abang sibuk terus. Nati kalo libur kita main bareng ya. '' Ucap Kevin kini dia sedang menyalami kedua orang tuanya dan juga nek Lasmi
'' Vano, biarkan abang mu makan dulu. Nanti lagi gendong nya. Lagian kamu ini sudah besar, pasti keberatan abang mu itu. '' Ucap Arya
''Sebentar dulu papa. Vano masih kangen tau. '' Elak Vano
'' Kamu gak kangen sama kakak Ay Vano? '' Tany Ayana
Vano pun menggeleng.
'' Tega sekali kamu, '' Jawab Ayana
'' sebab kak Ayana gak bisa gendong aku. Tidak sperti abang, '' Jawab Vano polos
Semuanya yang ada di sana pun tertawa.
***
Hari ini Andini sedang bersiap dan akan pergi untuk membesuk Arga sperti biasanya Andini selalu oergi sendiri. Kini usia kandungan nya sudah memasuki 4 bulan. Di mana perut rata itu sudah makin terlihat. Beruntung nya Andini tinggal di pusat kota dan jarang yang ada mengenalnya. Sehingga tidak banyak orang yang perduli.
Andini mengusap perutnya, dia tersenyum kecut. Rasa sedih itu semakin timbul saja di kala dia mengingat kesendirian nya. merawat dan membesar kan kandungan nya itu sendiri.
Namun Andini mencoba kuat akan hal ini di mana ini adalah resiko yang harus dia ambil akibat perbuatan nya sendiri.
Kini taksi itu sudah sampai di kantor po*isi Andini pun turun dan menenteng wadah makanan itu. Sampai di dalam dia pun menatuh wadah itu di ruang besuk.
Arga pun di panggil untuk keluar. Dan senyum dari laki-laki itu pun terbit. Wajahnya yang kusam serta rambutnya yang semakin gondrong saja. Andini membalas senyum itu. Kini Arga semakin baik pada Andini, dia tidak pernah meninggalkan kebiasaan memeluk dan mencium kening Andini setiap kali mereka bertemu.
Sejak mendengar hasil kehamilan Andini Arga semakin memperlakukan Andini sperti istrinya meskipun hubungan nya kini masih tidak jelas.
'' Kakak udah makan belum? '' Tanya Andini
'' Udah tadi, tapi nanti kakak makan lagi. Akhir-akhir ini gak tau kenapa kakak selalu pingin makan masakan kamu terus. '' Ucap Arga
Andini pun tersenyum.
'' Padahal masakan aku rasanya biasa aja. '' Ucap Andini
Arga terkekeh. '' Gimana keadaan calon bayi kita? ''
'' Alhamdulillah, sehat kak. Cuma suruh di banyakin makan eskrim karna berat baby nya kurang cukup. ''
'' Ya udah nanti pulang dari sini kamu beli ya, Pokoknya kasih yang terbaik buat calon bayi kita. Kamu jangan khawatir nanti setelah kakak keluar dari sini kita bakalan nikah. Kita bakal bangun rumah tangga kita berdua dari nol. '' Ucap Arga
'' Iya kak. Aku percaya kok. Yang sabar ya, maaf kalo aku gak bisa sering-sering jenguk. Kadang aku suka sakit Kepala. ''
'' Iya gak apa-apa. Justru kakak yang minta maaf karna gak bisa di samping kamu saat kamu butuhin kakak. ''
'' Iya kak gak papa. Mungkin kita lagi di uji, banyakin sabar aja ya. '' jawab Andini
Pemikiran ini lah yang membuat Arga merubah pola pikirnya. Karna Andini itu begitu bisa membawa diri dan pemikiran nya di mana pun tempat nya. Tapi Bisa-bisa nya dia tidak menyadari itu. Sebuah penyesalan yang tidak bisa dia ulang.
__ADS_1