Love Is Back

Love Is Back
Pria tua


__ADS_3

Olive memincingkan matanya, mendengar ucapan Ando barusan.


"Pria pemilik mobil merah." Ucap Ando lagi yang seakan mengerti arti tatapan Olive.


Olive terseyum miring. "Siapa wanita tadi?" Olive mengembalikan pertanyaan Ando.


Kini Ando yang bergantian menatap Olive dengan alis terangkat sebelah, Keduanya saling tatap.


"Teman." Jawab Ando dengan jujur.


"Oh, sama dia juga temanku." Ucap Olive mengikuti jawaban Ando.


Olive mengambil gelas minuman yang dia pesan, gadis itu menyesapnya hingga setengah gelas.


Ando memeperhatikan apa yang sedang Olive lalukan, Otaknya kembali berkeliaran melihat bibir ranum Olive yang sedang meminum jus menggunakan sedotan.


"Apa?" Ketus Olive saat melihat Ando sejak tadi memperhatikannya.


"Ck, kenapa kamu jadi galak seperti kucing habis melahirkan."


Brak


Olive menaruh gelas yang dia pengang dengan sedikit keras, membuat Ando sedikit berjingkat karena kaget.


Olive menatap tajam Ando, dan beranjak dari duduknya.


"Mau kemana?" Ando ikut berdiri, dan mencekal tangan Olive.


"Pulang!" Olive menghentakkan tangannya agar terlepas tapi Ando semakin kuat mencengkramnya.


"Kak lepas!" Kesal Olive sedikit keras, membuat beberapa pengunjung kafe disekitar menoleh kearah mereka.

__ADS_1


Ando yang melihat keadaan langsung menarik tangan Olive untuk keluar kafe.


Blam


Pintu mobil tertutup saat Olive sudah berhasil Ando masukkan ke dalam mobil, karena Olive sempat berontak dan tidak mau ikut dengannya.


"Pemaksa." Gumam Olive dengan memalingkan wajahnya ke jendela saat Ando masuk mobil dan duduk di balik kursi kemudi.


Ando melirik Olive sekilas, badannya sengaja Ia bungkuk'kan untuk me dekati Olive.


"Mau apa?" Olive reflek mendorong dada Ando karena wajah Ando begitu dekat dengannya.


Mata Ando menatap bibir Olive yang sejak tadi seperti terus menggodanya, bahkan dirinya harus menahan sesuatu yang sejak tadi ingin dia lakukan saat didalam kafe.


Cup


"Emph.."


Klik


Bunyi kaitan sealbead membuat Ando memundurkan wajahnya dan tersenyum tipis.


Olive memalingkan wajahnya yang bersemu, jantungnya kembali berdebar merasakan kembali ciuman yang sudah lama tidak dia rasakan.


"Kenapa? apa kamu malu?" Ando terseyum melihat tingkah gadis yang tidak penting menurutnya tapi selalu bisa membuat hatinya berkecamuk.


Olive berdehem untuk menetralkan detak jantungnya.


"Sudahlah kak aku mau pulang."


"Tidak, kita keaparteman." Jawab Ando tanpa bisa dibantah.

__ADS_1


Olive menatap Ando tidak suka. "Maksud kakak apa, seenaknya sendiri." Kesal Olive.


Ando yang sudah menjalankan mobilnya dan sesekali melirik Olive yang memasang wajah kesal.


"Aku bukan gadis panggilan atau gadis yang bisa memuaskan untuk kamu."


Ciittt


Ucapan Olive berhasil membuat jantung Ando bergemuruh.


"Lebih baik kak Ando cari saja wanita yang bisa memenuhi kebutuhan pria dewasa seperti_ Emph."


"Kamu terlalu cerewet." Ando mengusap bibir Olive yang basah sisa salivanya yang menempel.


Ando kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sendang, tetap membawa Olive keapartemannya.


"Sebenarnya kak Ando menganggap ku itu apa?" Ucap Olive dengan tatapan lurus kedepan.


Ando yang fokus menyetir menoleh pada Olive.


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu." Jawab Ando.


Olive mengehela napas, meskipun sudah tahu jawabannya. Tapi dirinya tetap saja ingin mendengar lebih jelas.


"Mungkin lebih baik mulai sekarang Kak Ando memikirkan masa depan kakak." Olive menatap Ando dengan senyum.


"Maksud kamu apa?" Tanya Ando yang tidak mengerti.


"Pria tua dan mesum seperti kakak, sudah pantas menimang anak."


Ando membulatkan matanya, mendengar ucapan Olive, yang mengatainya tua.

__ADS_1


__ADS_2