
Suasana kantor semakin ramai dengan datang nya para orang tua dari Ayana dan juga Kevin tak lupa juga pihak keluarga Velly yang mendengar semua cerita dari Lisa dan mereka langsung buru-buru pergi kekantor P*lisi untuk memastikan keadaan Ayana yang mereka khawatirkan.
Gadis cantik yang tidak pernah sama sekali menyakiti orang lain namun justru sering kali di sakiti. Sehingga banyak orang yang menyayangi Ayana. Mendengar kabarnya saja semua sudah ikut prihatin dan ingin melihat langsung keadaan yang sebenarnya.
Mira memeluk anaknya itu dengan isak tangisan yang dia tahan sungguh tidak di sangka jika putrinya akan mengalami hal yang di luar dugaan nya. Ayana datang setelah Mira lebih dulu karna Randy harus menanyai dulu Andini untuk dia jadikan saksi. Sementara Arga sudah GM di tahan lebih dulu dan belum di tunjukan oleh pihak keluarga karna ada hal yang di takutkan jika salah satu keluarga yang tidak terima dan akan terjadi keributan. Namun sebelum nya Arga sudah menghubungi orang tuanya untuk menanggung nya nanti.
'' Kamu gak papa sayang? Hmm? '' tanya Mira yang merangkum wajah gadisnya itu dan memeluknya lagi
'' Ayana gak papa ma, udah baik-baik aja. '' jawabnya lirih
Dewi yang baru saja sampai saat kevin mengabarinya lun langsung pergi menuju lokasi di mana Ayana berada sedangkan kevin pun langsung menuju pulang sesaat pekerjaannya selesai.
'' Sayang, are you ok nak? Ya Tuhan. Untung lah kamu gak apa-apa, apa yang dia lakukan sama kamu sayang? Mana orang nya! '' Ucap Dewi yang begitu emosi
Ayana kembali memeluk Dewi membalas pelukan itu agar Dewi tidak tersulut emosi.
'' Ayana udah gak papa bunda. Semuanya udah di urus sama pihak berwajib. Gak papa, bunda tenang aja. '' kata itu terucap hanya di bibir namun tidak di hati. Ayana begitu trauma dan rasa takut itu masih ada namun dia tidak mau membuat seluruh keluarga nya khawatir.
'' Ay! Lo gak papa kan? Mana Arga biar gue hajar tu anak! Berani banget dia nyakitin lo! '' ucap Velly dengan raut wajahnya yang penuh amarah
'' Sayang, tenang dong. Kasian debay nya lo kalo kamu teriak-teriak kaya gini. '' peringati Dandi yang mengusap pelan punggung istrinya.
'' Iya Velly, kamu gak boleh marah-marah, kasihan dedeknya nanti. Aku gak papa kok, gak usah khawatir, biar pihak yang berwajib yang ngurus dia. Yang penting sekarang aku udah aman. '' lerai Ayana agar Velly tenang dan tidak emosi lagi
Masih sibuk dengan keadaan Ayana Johan pun tiba dengan membawa pengacara yang dia sewa untuk menutup kasus putranya itu. Namun saat dia masuk ke ruangan itu betapa terkejutnya Johan saat melihat beberapa orang yang begitu berjasa dalam perusahaan nya.
'' Pak Dandi, Pak Arya. Buk Sarah? Kalian ada di sini? '' tanya Johan yang mana mereka sering mengadakan pertemuan karna salah satu perusahaan mereka memang bekerja sama. Dan di mana Johan ini adalah induk perusahaan terkecil yang di topang oleh ketiganya. Makanya Johan begitu segab saat bertemu mereka.
'' Om! Anak om itu ya, tolong di kasih tau! Kalo mau berbuat sesuatu itu di pikir pake otak! Biar gak nyelakain orang! Kalo emang di tolak ya jangan gila! Gak kaya gini caranya. Pokonya saya yang gak Terima kalo sampe Om nyelamatin anak Om yang br*ngsek itu! '' Maki Velly pada Johan yang membuat semua orang itu melongo mendengarkanya.
'' Sayang jaga sikap dong, ini pak Johan salah satu klien Mas. Gak boleh gitu ya, Maaf ya pak Johan. '' ucap Dandi yang malah mendapatkan tatapan sinis dari Velly.
__ADS_1
'' Apa katamu Mas. Aku harus sopan? Sopan sama bapak dari anak seseorang yang udah nyakitin sahabat aku iya? Gak guna! '' Velly terus saja mengumpat seakan dia lupa jika dia sedang berada dalam lingkungan orang-orang yang lebih tua darinya.
Dandi pun sedikit meninggikan suaranya untuk melerai sang istri yang dia takut kan akan kebablasan dalam berbicara.
'' Sayang cukup! Ikut aku, '' tidak menggunakan kata Mas lagi itu menandakan jika Dandi benar sedang marah dengannya. Velly menatap wajah suaminya yang terlihat tidak suka dan dengan cepat pergi begitu saja.
Namun Sarah langsung menyusulnya takut jika terjadi apa-apa pada putrinya, karna jika seseorang yang pergi dalam keadaan kacau bisa fatal akibatnya.
'' Maaf Pak Johan sebelum nya atas ucapan istri saya. Saya harap pak Johan nggak sakit hati. '' ucap Dandi
'' Tidak apa-apa pak Dandi saya maklum. Memang benar apa yang di ucapkan oleh istri anda, dan saya di sini pun tidak akan melakukan hal banyak selain hanya mendampingi putra saya. Jika memang dia bersalah biarkan hukum yang akan memprosesnya. ''
Johan pun kembali menatap sekeliling nya dan pandangan nya terhenti pada Ayana yang dia yakini adalah korban kebej*tan anaknya karna penampilan nya itu lebih lusuh dari yang lainya. Dan senyum nya pun terukir. '' Kamu pasti gadis yang sudah di lecehkan oleh anak saya ya, '' Ayana pun mengangguk dan menunduk. Namun secepat kilat Arya langsung menyembunyikan wajahnya di balik badannya. Johan yang melihat itu pun merasa begitu bersalah apalagi Arya adalah salah seorang klien yang begitu berjasa dalam usahanya.
'' Pak Arya, atas nama Arga dan saya sendiri, saya meminta maaf atas kelakuan anak saya, sungguh saya tidak tahu menahu pak. Untuk putri bapak saya mengaturkan banyak sekali permintaan maaf. Jika ada yang sakit saya akan tanggung jawab. ''
'' Pak Johan bertanya apa ada yang sakit? Jelas ada pak! Asal bapak tahu ya, anak saya sakit mentalnya pak setelah apa yang anak bapak lakukan terhadapnya. Dan saya minta sama bapak, untuk tidak membantu proses hukum terhadap anak bapak! Atau bisa saja saya akan penj*ra kan anak bapak semau saya atas dasar tuntutan nanti! '' Ancam Arya yang mulai di kuasai amarah. Karna tak terima dengan keadaan anaknya saat ini.
'' Iya pak, saya paham. Saya di sini hanya ikut hadir atas panggilan kepol*sian. Selebihnya saya hanya mengikuti jalur hukum saja. ''
'' Bagus lah! Temui anak bapak itu dan beri dia nasihat agar prilakunya tidak melebihi bin*tang! '' Umpat Arya yang sedari tadi dia tahan dan kini keluar juga.
Andini hanya mampu terdiam dia tidak bisa berbuat apa-apa dan dia hanya pasrah. '' Randy, siapa gadis ini? '' tanya Tomy pada Randy karna sejak tadi Andini hanya diam karna dia tidak mengenal sama sekali semua yang ada di sana.
Terlebih dari itu, dia merasa sangat segan dengan semua keluarga Ayana yang begitu menyayangi Ayana sedangkan dia hanya butirab debu yang tak ada seorang pun yang menolehnya. Namun Andini terus saja berfikir positif untuk kedepannya. Bayanganya adalah di balik jeruj* bes* yang akan mewarnai hari-harinya.
'' Dia Andini yang akan jadi saksi nanti. '' jawab Randy
'' Dia ini sebenarnya di pihak Arga pa, tapi dia iba sama Ayana makanya dia buka tu kedok si pec*ndang! '' ucap Lisa dengan sinisnya
Semua mata pun tertuju pada Andini. Tatapan itu membuat Andini menunduk karna tak mampu melihat tatapan para mata yang memiliki kuasa.
__ADS_1
Tidak lama pihak kepolis*an pun memnaggil Ayana beserta keluarga nya dan tak lupa saksi yaitu Andini. Dan dengan guntai Andini pun mengikuti arahan untuk masuk kedalam ruang interogasi.
Sampai di sana Arga sudah duduk di kursi dan Andini pun duduk di sampingnya lalu Ayana di sebelah Andini. Beberapa pertanyaan di lontarkan dan yang membuat Andini terdiam dan mencekam adalah saat Arga membuat pengakuan jika dia adalah penjahat tunggal dan Andini adalah seorang warga yang lewat dan mengetahui perbuatan nya lalu menolongnya.
'' Di sini saya yang pelakukanya tanpa ada bantuan dari siapapun. Dan saya siap menanggung hukuman apapun itu. '' Jawab Arga dengan pandangan fokus pada pakpol
'' Apa betul begitu sodari Ayana dan sodari Andini? ''
'' Betul pak, '' jawab Ayana
'' Ta--p'' Andini baru saja akan menjawab
Ayana mencubit Andini agar Andini mengikuti jawaban nya.
'' Tapi apa? '' Tanya pakpol itu
'' Nggak pak, apa yang di ucapkan Mas ini benar saya hanya lewat dan mendengar suara jerit dari kakak ini dan saya mencoba membantunya. '' Jawab Andini dengan suara yang sedikit tercekat. Rasa bersalah nya begitu besar pada Arga karna dia mencoba melindungi nya dan menjerumuskan Arga sendirian.
'' Baiklah, jika memang sperti itu, kami akan memutuskan untuk memproses lebih lanjut terhadap sodara Arga. Dan pak Johan bagaimana apakah anda akan mengajukan banding? Jika iya maka kasus ini akan kami naikan ke pengadilan. ''
'' Tidak pak. Lanjutkan saja prosesnya saya mengikuti saja proses dan prosedur yang ada. '' jawab Johan dengan lantang. Dan membuat seisi ruangan itu lega.
'' Baik kalo begitu, kami akan melanjutkan proses hukum ini, tolong tinggalkan satu saja seorang perwakilan dari pihak korban. Siapa yang akan mewakili. ''
'' Saya pak. Saya Arya papa kandung dari korban. '' Jawab Arya
'' Baiklah. Silakan yang lain boleh keluar. Dan pak Umar tolong sodara Arga di bawa masuk kembali. '' Titah pakpol itu
Dan kini Arga sudah di bawa masuk kembali kedalam sedangkan yang lainnya pun menunggu di luar.
Di luar terlihat begitu serius di mana Velly masih saja diam meski Dandi sudah bersujud meminta maaf padanya hanya karna alasan dia ingin menjaga kehormatan istrinya, karna tidak baik kan marah di area orang banyak. Itu bisa menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang wanita yang berwibawa.
__ADS_1